Comscore Tracker

Mantap! Selasa Pagi, Pasar Saham dan Rupiah Sudah Mentereng 

Rupiah dan IHSG terpantau menghijau

Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (24/11/2020) pagi dibuka mentereng. Baik pasar saham dan rupiah sama-sama mentereng pagi ini.

1. Data pasar saham pagi ini

Mantap! Selasa Pagi, Pasar Saham dan Rupiah Sudah Mentereng ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

IHSG dibuka menguat 26,9 poin atau 0,48 persen ke posisi 5.681,771. IHSG dibuka pada level 5.677,3 dan bergerak di kisaran 5.694,193 hingga 5.669,392.

Hingga pukul 9.45 WIB, dilansir dari RTI, investor membukukan transaksi pagi ini sebesar Rp4,16 triliun dengan volume transaksi sebesar 8,5 miliar lembar saham dan frekuensi sebanyak 354.528 kali. Sebanyak 260 saham menguat, 134 melemah dan 170 tidak mengalami perubahan.

Baca Juga: Harga Emas Merosot Lagi Jadi Rp961 Ribu per Gram, Waktunya Investasi!

2. Data pegerakan rupiah pagi ini

Mantap! Selasa Pagi, Pasar Saham dan Rupiah Sudah Mentereng Ilustrasi Uang (IDN Times/Arief Rahmat)

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (24/11/2020) pagi dibuka menguat 14 poin menjadi 14.118 per dolar AS.

Hingga pukul 09.45 WIB, rupiah berada di kisaran pada level Rp14.138 hingga Rp14.097 per dolar AS.

Rupiah juga terlihat bergerak positif hampir ke semua mata uang dunia.

3. Data perdagangan Senin sore

Mantap! Selasa Pagi, Pasar Saham dan Rupiah Sudah Mentereng Ilustrasi Harga Saham Naik (Bullish) (IDN Times/Arief Rahmat)

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup menguat 81,108 poin atau 1,46 persen ke level 5.652,76 pada perdagangan Senin (23/11/2020) sore.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 23,409 juta lembar saham, dengan frekuensi tercatat sebanyak 981,50 kali. Sementara secara kesuluruhan nilai transaksi saham mencapai Rp12,184 triliun.

Saham-saham di sektor Industri dasar menguat 3,20 persen, pertambangan menguat 2,69 persen, dan Infrastruktur menguat 2,58 persen.

"Optimistis, investor dalam negeri berlanjut mengiringi penguatan ekuitas global yang kembali risk off setelah perkembangan vaksin COVID-19 yang mendekati fase terakhir," kata Kepala Riset Relience Sekuritas Lanjar Nafi, Senin (23/11/2020).

Sementara Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (23/11/2020) sore ditutup menguat 56 poin menjadi 14.117 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah hari ini karena sentimen Menteri BUMN Erich Tohir yang mengatakan bahwa akhir Desember vaksin akan segera didistribusikan ke rumah sakit dan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang memperpanjang PSBB transisi.

Baca Juga: Jurus Memilih Saham agar Terhindar dari Kerugian Investasi

Topic:

  • Dwifantya Aquina
  • Hidayat Taufik

Berita Terkini Lainnya