Comscore Tracker

MAP Catat Kinerja Cemerlang di Kuartal I-2021 

Penjualan bersih MAP tercatat sebesar Rp4,3 triliun

Jakarta, IDN Times – Perusahaan ritel gaya hidup, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) mencatatkan kinerja cemerlang di Kuartal I-2021. Penjualan bersih MAP tercatat sebesar Rp4,3 triliun, sementara margin laba kotor sebesar 41,7 persen.

Laba usaha tercatat Rp187,6 miliar, EBITDA Rp727 miliar, sedangkan laba bersih Rp18,5 miliar.

"MAP mencatatkan laba sebelum pajak kuartal pertama terbaik selama dua tahun di tengah bangkitnya minat belanja masyarakat di seluruh kategori produk mulai dari segmen Fashion, Sports, Lifestyle, Kids, Digital hingga Food & Beverage," kata VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAP Group, Ratih D Gianda dalam keterangan tertulis, Selasa (11/5/2021).

Baca Juga: Hancur Lebur Nasib Ritel Pakaian di 2020 akibat Banjir dan COVID-19

1. Faktor kinerja cemerlang Mitra Adiperkasa

MAP Catat Kinerja Cemerlang di Kuartal I-2021 IDN Times/Istimewa

Ratih mengatakan MAP menerapkan strategi unified retail, di mana penjualan produk baru di gerai offline-nya terus menguat seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung mal secara bertahap. Penjualan kuartal pertama 2021 hampir menyamai pencapaian pada periode yang sama di 2019 yakni sebesar Rp4,7 triliun.

Peningkatan kinerja penjualan MAP, bersamaan dengan pengurangan beban usaha secara signifikan selama tiga kuartal terakhir. Hal itu menghasilkan laba yang melebihi ekspektasi. Sementara itu, penjualan digital memberikan kontribusi 10,9 persen terhadap total penjualan, jumlah ini meningkat hampir 300 persen dibandingkan tahun lalu.

"Hal ini merefleksikan kenyamanan dan pilihan yang tersedia bagi para konsumen untuk berbelanja produk-produk favorit baik melalui platform digital maupun gerai fisik. Didukung oleh meningkatnya keyakinan publik setelah vaksin Covid-19 mulai didistribusikan," ujarnya.

2. Akui sempat ada kendala karena rantai pasokan

MAP Catat Kinerja Cemerlang di Kuartal I-2021 pinterest.com

Meski begitu, Ratih mengungkapkan kinerja perusahaan mengalami sedikit penurunan. Hal itu terutama disebabkan oleh tantangan pada rantai pasokan dan langkah-langkah pengendalian jarak sosial dan pandemi yang diberlakukan oleh pihak berwenang.

Persediaan barang baru dalam segmen specialty terdampak oleh penjualan yang melampaui ekspektasi selama kuartal ke-4 dan Tahun Baru Imlek, sehingga ketersediaan produk MAP mengalami kekurangan. Pengiriman mulai membaik pada pertengahan Maret dan perusahaan melihat tren peningkatan untuk kuartal ke-2.

Selain itu, pembatasan jam operasional mal yang berlangsung di bulan Januari dan Februari juga mengurangi jumlah pengunjung di gerai specialty. Sementara pembatasan kapasitas 25 persen yang diberlakukan pada pengunjung restoran mengurangi optimalisasi penjualan F&B.

Tak hanya itu, ada pula kendala pada ketersediaan produk baru berdampak negatif pada margin laba kotor segmen usaha specialty perusahaan. "Hal ini mengakibatkan berkurangnya peluang penjualan serta kesempatan optimalisasi margin, karena perusahaan tidak dapat memaksimalkan perpaduan ideal antara produk baru dan lama.

Baca Juga: OJK: Pertumbuhan Investor Ritel di 2020 Terbesar dalam Sejarah

3. Strategi MAP pertahankan kinerja baik di bulan-bulan selanjutnya

MAP Catat Kinerja Cemerlang di Kuartal I-2021 Sejumlah pengunjung terlihat berbelanja setelah Mal di Jakarta resmi dibuka kembali pada 15 Juni 2020 (IDN Times/Athif Aiman)

Ratih mengatakan perusahannya bisa menghasilkan kinerja kuartalan yang konsisten yaitu melalui dua tahap. Pertama, memanfaatkan kekuatan MAP CLUB agar terhubung lebih dekat dengan
para pelanggan dan memberikan apa yang mereka inginkan, di saat yang mereka inginkan, di mana pun mereka inginkan.

"Kedua, untuk tetap fokus pada visi jangka panjang, kami berinvestasi dalam ekspansi bisnis, merek, dan pasar, yang akan menjadi bagian dari kinerja kuartal jangka pendek kami. MAP adalah ‘Shopping for Everyone’ dan masa terbaik masih akan
datang,” katanya.

Baca Juga: Nasib Stok Pakaian di Ritel yang Menumpuk akibat COVID-19 di Dunia

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya