Persatuan Insinyur: COVID-19 Langkah Awal Mendesain Ulang Indonesia 

Ada sektor yang runtuh dan bangkit untuk terus dikembangkan

Jakarta, IDN Times - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menilai pandemik COVID-19 bisa menjadi langkah awal mendesain ulang Indonesia. Pandemik COVID-19 menguji ketahanan nasional bagi bangsa-bangsa di dunia. Peringkat Indonesia dalam konteks ekonomi dunia ke depan sangat ditentukan pada masa pandemik COVID-19 ini.

Ketua PII Heru Dewanto mengatakan,eng pandemik ini membuat para insinyur merefleksikan dan mengindentifikasi apa yang perlu dilakukan selama dan setelah pandemik.

"Sebelum pandemik, sejumlah lembaga internasional memprediksi bahwa Indonesia bakal menjadi salah satu kekuatan dunia pada 2030. Namun demikian, pandemik mengubah banyak hal secara drastis pada sejarah dan peradaban manusia," kata Heru dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/9/2020).

Baca Juga: New Normal atau Great Reset? Pemulihan Ekonomi Pasca COVID-19

1. COVID-19 menghancurkan sekaligus menumbuhkan berbagai sektor ekonomi

Persatuan Insinyur: COVID-19 Langkah Awal Mendesain Ulang Indonesia Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Heru Dewanto (Dok. IDN Times/Istimewa)

Heru menyampaikan, pandemik COVID-19 berdampak besar pada bidang engineering di Indonesia. Mulai dari sektor perumahan dan kemaritiman terimbas paling besar. Sementara, sektor teknologi informasi dan komunikasi justru mengalami kenaikan signifikan.

“Betapa pentingnya teknologi informasi dan komunikasi dalam mendukung gaya baru hidup kita selama masa pandemik,” ujarnya.

2. Peluang industri teknologi di tengah pandemik

Persatuan Insinyur: COVID-19 Langkah Awal Mendesain Ulang Indonesia Ilustrasi Belanja Online (IDN Times/Meiska Irena)

Heru mengatakan, pandemik membuka peluang baru bagi industri software seperti Zoom, smart city, broadband, e-commerce dan logistik, virtual reality, dan telehealth.

Dalam menyiapkan periode paska pandemik, PII merekomendasikan untuk melakukan transformasi digital, penguatan industri nasional untuk kemandirian, ketahanan nasional nir-militer, serta transformasi keinsinyuran.

"PII menilai sudah saatnya Indonesia membangun jaringan intranet mandiri. Membangun jaringan intranet mandiri biayanya memang tidak ringan,” katanya.

3. Tantangan deteksi dini serangan biologis

Persatuan Insinyur: COVID-19 Langkah Awal Mendesain Ulang Indonesia Ilustrasi PNS mengikuti tes usap atau swab test. (IDN Times/Bagus F).

Tak kalah penting, Heru menilai Indonesia mesti meningkatkan kemampuan melakukan deteksi dini dan menangkal serangan biologis. Ia menilai pemerintah dapat memberdayakan jejaring rumah sakit militer untuk fokus mengembangkan kedua kemampuan tersebut.

"Untuk mewujudkan pemikiran-pemikiran tersebut, para insinyur mesti berperan besar dalam mewujudkan perubahan besar di Tanah Air," ucapnya.

4. Pemerintah dukung percepatan pengembangan teknologi

Persatuan Insinyur: COVID-19 Langkah Awal Mendesain Ulang Indonesia Bambang Brodjonegoro, State Minister of Research and Technology, Indonesia at Launching World Economic Forum Youth Survey 2020 x IDN Times (IDN Times/Besse Fadhilah)

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini inovasi dalam sektor teknologi informasi dan komunikasi menjadi prioritas. Teknologi informasi dan komunikasi mampu menjalankan less contact economy pada masa pandemi COVID-19 ini. Dengan demikian, harus ada subsitusi kegiatan ekonomi yang konvensional menjadi digital.

“Revolusi industri 4.0 sudah berlangsung sejak sebelum pandemi. Tapi pandemik mempercepat terjadinya revolusi industri dan teknologi digital bisa menjadi jawabannya,” katanya.

Baca Juga: The Great Reset, Kontrak Sosial Baru Pasca Pandemik Corona

Topik:

  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya