PSBB Transisi Bisa Lahirkan Perusahaan Zombi

Apakah akan seperti di film-film? 

Jakarta, IDN Times - Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, kebijakan PSBB transisi dan aturan bagi pembatasan pengunjung ritel hanya akan membuat suatu perusahaan menjadi zombi atau zombie company.

Chatib menilai pembatasan pengunjung 50 persen akan berdampak pada skala ekonomis perusahaan yang tidak bisa tercapai.

"Kalau skala ekonomisnya tidak tercapai, company bisa menjadi zombie company, dia bisa jalan karena dia bisa cover variable cost tetapi dia tidak bisa cover fix cost," kata Chatib dalam webinar, Selasa (13/10/2020).

1. Perusahaan cuma bisa bayar utang

PSBB Transisi Bisa Lahirkan Perusahaan ZombiEkonom Chatib Basri (IDN Times/Indiana Malia)

Baca Juga: PSBB Transisi Jakarta, Jam Operasional Mal hingga Jam 9 Malam

Chatib mengatakan, masalah keuangan suatu perusahaan berasal dari fix cost seperti biaya sewa yang tetap harus dibayarkan. Dengan adanya aturan PSBB transisi ini, di mana pengunjung hanya dibatasi 50 persen, maka perusahaan tidak bisa untung dan hanya bisa membayar utangnya.

"Itu yang disebut sebagai fix cost. Sementara yang datang orang itu hanya mencapai 50 persen. Berarti apa? Company-nya tidak bisa mencapai skala ekonomis," ucap Chatib.

"Jadi di sisi lain dia kerja untuk bank, tidak untung banyak hanya untuk bayar utangnya saja," katanya menambahkan.

2. Perusahaan gak bisa berkembang

PSBB Transisi Bisa Lahirkan Perusahaan ZombiIlustrasi Mal di Jakarta (IDN Times/Besse Fadhilah)

Dengan aturan pembatasan ini, Chatib menilai perusahaan tidak akan bisa berkembang atau melakukan ekspansi. Berdasarkan studinya, jika kapasitas pasarnya masih tinggi, orang tidak akan ekspansi.

"Ya ngapain juga nambahin investasi baru kalau investasi yang ada itu underutilized," katanya.

3. PSBB transisi Jakarta berlaku hingga 25 Oktober

PSBB Transisi Bisa Lahirkan Perusahaan ZombiSuasana mall Senayan City, Jakarta pada Senin (14/9/2020) (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk kembali ke PSBB Transisi setelah hampir satu bulan menerapkan PSBB ketat jilid II yang dimulai sejak 14 September.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, PSBB Transisi akan berlaku selama dua pekan, yakni mulai 12-25 Oktober 2020.

Dalam aturan PSBB Transisi Jakarta, pusat perbelanjaan dan mal diperbolehkan beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan serta sejumlah aturan tambahan seperti pusat perbelanjaan dan mal diperbolehkan beroperasi mulai pukul 10.00-21.00 WIB.

Adapun pengetatan protokol kesehatan tambahan antara lain, maksimal kapasitas pengunjung adalah 50 persen dan setiap tenant mengikuti pengaturan dari Dinas sektor terkait (misalnya restoran mengikuti SK Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif).

Baca Juga: PSBB Transisi, Tempat Hiburan Malam dan Karaoke Belum Boleh Beroperasi

Topik:

  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya