Comscore Tracker

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp14.435 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah terdongkrak sentimen dalam negeri

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat 47,5 poin atau 0,33 persen ke posisi Rp14.435 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.483 per dolar AS.

Dalam pergerakannya hingga pukul 10.00, rupiah menguat ke level Rp14.451 per dolar AS.

Baca Juga: Kebijakan Moneter The Fed Bikin Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS

1. Faktor penguat rupiah pagi ini

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp14.435 per Dolar AS Pagi IniIDN Times/Mela Hapsari

Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah terdampak dari harga obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun terlihat naik pagi ini.

"Ini menandakan minat pasar meninggi dan mungkin aliran dana masuk meninggi. IHSG juga bergerak menguat," kata Ariston kepada IDN Times, Jumat (30/7/2021).

Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat, Yuk Cek Saham Rekomendasi Pagi Ini 

2. Pelemahan dolar akibat The Fed

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp14.435 per Dolar AS Pagi IniIlustrasi dolar AS ( ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Faktor kedua penguatan rupiah adalah karena The Fed yang masih menjadi pemicu pelemahan dollar AS.

Selain itu, kata Ariston, semalam data pertumbuhan GDP AS kuartal ke-2 dirilis di bawah ekspektasi pasar sehingga ini juga memicu pelemahan dollar AS semalam.

"Di sisi lain, kekhawatiran kenaikan kasus COVID-19 mungkin bisa menahan penguatan nilai tukar rupiah," ujarnya.

3. Perkiraan pergerakan rupiah hari ini

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp14.435 per Dolar AS Pagi IniIlustrasi Uang Rupiah (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Ariston memperkiran kisaran penguatan rupiah sudah terbentuk di kisaran Rp14.435 per dolar AS dengan potensi resisten Di kisaran Rp14.480 per dolar AS.

Diberitakan sebelumnya, rupiah ditutup menguat tipis 5 poin atau 0,03 persen pada level Rp14.482 per dolar AS, dibandingkan penutupan pada Rabu (28/7/2021), yakni Rp14.487 per dolar AS.

Baca Juga: Daftar Negara yang Kembangkan Uang Digital Sendiri, Ada Indonesia?

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya