Comscore Tracker

Rupiah Ditutup Menguat karena Neraca Perdagangan Surplus

Rupiah menguat tipis 5 poin ke level Rp14.242 per dolar AS

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah ditutup menguat atas dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu(15/9/2021). Mengutip Bloomberg, rupiah ditutup menguat tipis 5 poin atau 0,04 persen ke level Rp14.242 per dolar AS.

Kurs rupiah sendiri dibuka terkoreksi tipis tujuh poin ke level Rp14.254 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

Baca Juga: Tren Pelemahan Rupiah Berlanjut, Turun 7 Poin di Pembukaan

1. Rupiah terdorong sentimen neraca perdagangan yang surplus

Rupiah Ditutup Menguat karena Neraca Perdagangan SurplusIlustrasi. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

PT.TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi Direktur mengatakan menguatnya rupiah pada penutupan sore ini karena terdorong sentimen neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2021 yang kembali mengalami surplus untuk 16 bulan berturut-turut dan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

"BPS mencatat neraca dagang dalam negeri mengalami surplus 4,74 miliar dolar AS secara bulanan pada Agustus 2021. Realisasi itu lebih tinggi dari surplus 2,59 miliar miliar dolar AS pada Juli 2021 dan surplus 2,33 miliar miliar dolar AS pada Agustus 2021. Secara total, akumulasi surplus neraca dagang Indonesia mencapai 19,17 miliar miliar dolar AS pada Januari-Agustus 2021," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Rabu (15/9/2021).

2. Faktor perlambatan utang luar negeri pemerintah

Rupiah Ditutup Menguat karena Neraca Perdagangan SurplusIlustrasi Utang. (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain itu, Ibrahim mengatakan faktor menguatnya rupiah hari ini karena Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2021 sebesar 415,7 miliar dolar AS atau setara dengan Rp5.902 triliun, tumbuh 1,7 persen dari tahun sebelumnya dan tumbuh 2 persen dari bulan sebelumnya.

"Hal tersebut disebabkan oleh perlambatan ULN pemerintah. Dari data BI posisi ULN pemerintah bulan Juli 2021 mencapai 205,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.923 triliun, tumbuh 3,5 persen. Angka ini melambat dibandingkan pertumbuhan Juni 2021 sebesar 4,3 persen," kata Ibrahim memaparkan.

"Di samping itu, penurunan posisi Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan pembayaran neto pinjaman bilateral, di tengah penarikan pinjaman luar negeri untuk mendukung penanganan dampak pandemi COVID-19," ujarnya menambahkan.

Baca Juga: Neraca Perdagangan RI Agustus 2021 Surplus US$4,74 M, Cetak Rekor!

3. Rupiah diprediksi ditutup menguat tipis untuk perdagangan besok

Rupiah Ditutup Menguat karena Neraca Perdagangan SurplusIlustrasi Uang. (IDN Times/Ita Malau)

Ibrahim meyakini bahwa kurs rupiah akan dibuka fluktuatif melawan dolar AS pada perdagangan Kamis, 16 September 2021. "Namun ditutup menguat tipis di rentang Rp14.230-Rp14.270 per dolar AS," katanya.

Salah satu sebabnya adalah data AS yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan bahwa indeks harga konsumen inti (CPI) tumbuh 4 persen tahun-ke-tahun dan 0,1 persen bulan-ke-bulan di Agustus. Data juga menunjukkan bahwa CPI masing-masing tumbuh 5,3 persen tahun ke tahun dan 0,3 persen bulan ke bulan.

"Kenaikan bulanan ini merupakan kenaikan terkecil dalam enam bulan, menunjukkan bahwa inflasi bisa mencapai puncaknya. Namun, itu bisa tetap tinggi untuk sementara waktu di tengah kendala pasokan yang terus-menerus," kata Ibrahim.

Baca Juga: Mirip Banget! Ini 3 Perbedaan Uang dan Mata Uang 

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya