Comscore Tracker

Sempat Tertekan, Rupiah Comeback pada Petang hingga Penutupan

Rupiah perkasa karena faktor perekonomian Indonesia kuat

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (20/10/2020), ditutup menguat 55 poin atau 0,37 persen menjadi Rp14.656 per dolar AS.

Rupiah berhasil 'comeback' meski sempat tertekan minus 25 poin menjadi Rp14.735 per dolar AS hingga siang hari. Padahal pagi hari, rupiah sempat dibuka menguat 23 poin menjadi Rp14.685 per dolar AS.

Apa yang membuat rupiah kembali perkasa pada penutupan sore ini?

1. Kondisi perekonomian dalam negeri yang kuat

Sempat Tertekan, Rupiah Comeback pada Petang hingga PenutupanIlustrasi Harga Saham Naik (Bullish) (IDN Times/Arief Rahmat)

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah disebabkan kondisi perekonomian dalam negeri yang kuat.

"Pada dasarnya fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih cukup bagus dan masih diidolakan oleh investor asing terutama surat utang negara (SUN) dan obligasi dengan bunga yang masih kompetitif," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2020).

Baca Juga: Asyik, Awal Pekan Rupiah Menguat Rp14.675 per Dolar AS 

2. Faktor eksternal yang memengaruhi rupiah

Sempat Tertekan, Rupiah Comeback pada Petang hingga PenutupanPatung Liberty Amerika Serikat (IDN Times/Panji Galih Aksoro)

Ibrahim mengatakan rupiah dipengaruhi faktor eksternal. Salah satunya adalah kasus virus corona di Eropa dan Amerika Serikat. Kemudian, pasar terus memantau jelang batas waktu Selasa yang diberlakukan sendiri untuk meloloskan langkah-langkah stimulus AS terbaru.

Selain itu, Wakil Ketua Federal Reserve Richard Clarida pada hari Senin menyoroti kebutuhan mendesak agar langkah-langkah stimulus disahkan. Meskipun ekonomi AS pulih dengan kuat setelah mengalami pukulan besar berkat COVID-19.

"Ia memperingatkan bahwa perlu waktu satu tahun lagi bagi ekonomi untuk kembali ke tingkat sebelum krisis dan membutuhkan waktu lebih lama bagi pasar tenaga kerja untuk memulihkan kerugian," kata Ibrahim.

Terakhir adalah pengaruh pembicaraan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa (UE) pecah setelah kepala negosiator Inggris David Frost memperingatkan bahwa negara tersebut tidak melihat dasar untuk melanjutkan pembicaraan perdagangan kecuali ada perubahan mendasar dalam pendekatan UE. Komentar Frost sebelumnya memupuskan harapan bahwa negosiasi antara kedua pihak akan dilanjutkan.

3. Rupiah yang tertekan di siang hari

Sempat Tertekan, Rupiah Comeback pada Petang hingga Penutupanilustrasi. IDN Times/Ita Malau

Rupiah dibuka menguat, namun tertekan minus 25 poin menjadi Rp14.735 per dolar AS hingga siang hari. Ibrahim mengatakan fakornya adalah kasus virus corona di Eropa dan Amerika Serikat.

"Mendekati sesi siang ini rupiah melemah. Penyebabnya masalah pandemik virus corona yang terjadi saat ini di Eropa dan Amerika yang belum ada tanda-tanda pandemik berakhir sehingga banyak yang lockdown," kata Ibrahim kepada IDN Times, Selasa.

Selain faktor COVID-19 di Eropa dan AS, Ibrahim menilai pertumbuhan ekonomi Tiongkok sebesar 4,9 persen di kuartal III juga menjadi penyebabnya.

"Tidak sesuai ekspetasi 5,2 persen. Tapi (pertumbuhan ekonomi) 4,9 persen. dalam kondisi resesi akibat pandemik sudah cukup bagus, tapi ekspetasi pemerintah Tiongkok tidak bisa membawa sentimen baik terhadap rupiah," katanya.

Baca Juga: 5 Cara Ini Bisa Kamu Lakukan untuk Bantu Perkuat Nilai Tukar Rupiah 

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya