Comscore Tracker

Sisa 2 Bulan, Serapan PEN per 14 Oktober Baru 49,5 Persen

Sektor kesehatan termasuk yang serapannya paling sedikit

Jakarta, IDN Times - Serapan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga 14 Oktober 2020 baru mencapai 49,5 persen atau Rp344,11 triliun dari pagu anggaran Rp695,2 triliun.

"Kenaikan ini lebih rendah dibanding dua bulan terakhir," Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (19/10/2020).

Angka penyerapan belum genap separuh dari total anggaran. Padahal, tersisa hanya dua bulan hingga akhir tahun. Sebelumnya, pada awal September, Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan dirinya optimistis penyerapan anggaran PEN bisa seratus persen pada akhir tahun.

1. Data kenaikan penyerapan dana PEN

Sisa 2 Bulan, Serapan PEN per 14 Oktober Baru 49,5 PersenIlustrasi anggaran. IDN Times/Arief Rahmat

Sri Mulyani mengatakan pada periode Juli hingga Agustus, penyaluran dana PEN naik Rp63,93 triliun dari awalnya Rp147,67 triliun menjadi Rp211,6 triliun. Serapan dana PEN lalu meningkat Rp106,88 triliun pada rentang Agustus hingga September.

"Kenaikan pada Juli hingga September ini memberi kontribusi belanja negara," ujar Sri Mulyani.

Baca Juga: Awal Oktober, Serapan PEN Bertambah Rp13,5 Triliun Jadi 47,7 Persen

2. Serapan di sektor perlindungan sosial paling tinggi

Sisa 2 Bulan, Serapan PEN per 14 Oktober Baru 49,5 PersenMenteri Sosial, Juliari P. Batubara bersama Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso meluncurkan Bantuan Sosial Beras (BSB) untuk menangani dampak pandemi Covid-19 di Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta di Jakarta (02/09) (Dok. Kemensos)

Dari lima klaster penyerapan dana PEN, klaster perlindungan sosial mencatatkan realisasi tertinggi yakni Rp167,08 triliun atau naik Rp10,06 triliun dari bulan September. Terbesar kedua adalah klaster dukungan UMKM sebesar Rp91,77 triliun, naik Rp6,92 triliun dibanding September.

"Kalau kita lihat akselerasi dari program PEN ini terlihat dari berbagai bidang seperti bansos dan bantuan UMKM," kata Sri Mulyani.

3. Serapan dana PEN di sektor lain

Sisa 2 Bulan, Serapan PEN per 14 Oktober Baru 49,5 PersenIlustrasi insentif (IDN Times/Arief Rahmat)

Selanjutnya adalah klaster insentif usaha sebesar Rp29,68 triliun atau naik Rp1,61 triliun dari bulan September. Klaster kementerian/lembaga dan pemda dengan realisasi penyerapan dana PEN Rp28 triliun dan kesehatan Rp27,59 triliun.

"Kita juga lihat program insentif usaha dan kartu prakerja penyerapannya luar biasa. Ini kita harap masyarakat langsung dapat manfaat dari program-program tersebut," ujarnya.

Baca Juga: PEN Sudah Terserap 39 Persen, Pemerintah Pede Akhir Tahun Full

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya