Comscore Tracker

WIKA Catat Laba Bersih 2019 Rp341,34 Triliun

Salah satu kuncinya, 3 kontrak baru mencapai Rp10,91 triliun

Jakarta, IDN Times - Perusahaan konstruksi plat merah PT Wijaya Karya (WIKA) (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp341,34 miliar di kuartal I 2019 (Januari-Maret). Laba bersih WIKA tumbuh 58,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perolehan laba bersih tersebut ditopang oleh penjualan WIKA di kuartal I-2019 yang mencapai Rp6,50 triliun. Bagaimana WIKA bisa mencatatkan laba bersih sebesar itu?

1. Kontrak yang melebih target dongkrak laba bersih WIKA

WIKA Catat Laba Bersih 2019 Rp341,34 TriliunPexels/Lucas

Salah satu sebab laba bersih sebesar Rp341,34 miliar di kuartal I 2019 WIKA adalah karena besarnya nilai kontrak yang didapat hingga akhir Maret mencapai Rp93,43 triliun. Nilai ini merupakan 64,38 persen dari target kontrak dihadapi pada 2019 senilai Rp145,11 triliun.

2. Kontrak baru yang melonjak tajam dari tahun lalu

WIKA Catat Laba Bersih 2019 Rp341,34 Triliununsplash.com/Helloquence

Kedua, catatan positif WIKA pada kuartal-I 2019 adalah karena melonjaknya kontrak baru yang mereka dapatkan sebesar 62,37 persen dibanding tahun lalu. Kuartal I ini WIKA meraih kontrak baru sebesar Rp10,91 triliun.

3. Sumber kontrak baru WIKA

WIKA Catat Laba Bersih 2019 Rp341,34 TriliunPixabay.com/rawpixel

Menurut Direktur Utama WIKA Tumiyana, kontribusi terbesar capaian kontrak baru tersebut berasal dari sektor energy dan industrial plant sebesar Rp5,01 triliun, infrastruktur dan gedung sebesar Rp4,06 triliun, disusul sektor industri sebesar Rp1,40 triliun.

“Sementara itu, sektor properti menyumbang capaian kontrak sebesar Rp443,23 miliar,” kata Tumiyana dalam keterangannya kepada pers, Senin (29/4).

4. Proyek baru untuk hasilkan karya terbaru berbasis teknologi

WIKA Catat Laba Bersih 2019 Rp341,34 TriliunPT Angkasa Pura 1

Serangkaian proyek baru yang berhasil diraih Perseroan antara lain: 1.185 unit logement Wilayah Ouargla – Aljazair, Refinery Development Master Plan (RDMP) Refinery Unit V – Site Development, Balikpapan, serta Hotel T3 Soekarno-Hatta, Tangerang – Banten.

 “Pertumbuhan positif Perseroan turut didukung oleh penerapan teknologi di berbagai proyek. WIKA sedang mengembangkan Building Information Modelling (BIM) yang dapat menghasilkan visualisasi dengan menggabungkan gambaran situasi sekitar proyek dengan desain struktur yang akan dibangun. Dengan demikian, berbagai risiko dapat dimitigasi sejak awal serta membantu proses perencanaan yang lebih presisi dari segi biaya, mutu dan waktu,” jelas Tumiyana.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya