Comscore Tracker

5 Fakta Kisruh Izin Ekspor Benih Lobster, Seret Bisnis Kader Gerindra

Menteri KKP Edhy Prabowo menyatakan dirinya siap diaudit

Jakarta, IDN Times - Dibukanya izin ekspor benih lobster menimbulkan polemik. Setelah sebelumnya diprotes karena ekspor benih dinilai merusak ekosistem lobster, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo kembali dituding bahwa kebijakan tersebut memuat kepentingan politis.

Pasalnya, salah satu perusahaan yang mendapatkan izin ekspor benih lobster itu, milik kader Partai Gerindra. Menanggapi hal itu, Edhy membantah ikut campur dalam pemberian izin ekspor benih lobster perusahaan tersebut.

"Ada orang-orang yang dituduh dekat sama saya, ada orang Gerindra dan sebagainya, bahkan saya sendiri tidak tahu mereka mendaftarnya kapan. Tapi, ingat di berita kan itu hanya dua tiga orang dan padahal izinnya yang sudah kami keluarkan ada 26," ujar Edhy dikutip dari Antara, Rabu (6/7/2020).

Seperti apa runutan fakta-fakta yang terungkap dalam persoalan izin ekspor benih lobster yang berujung tudingan pada sang menteri ini?

1. Susi Pudjiastuti rilis daftar 26 perusahaan calon pengekspor benih lobster

5 Fakta Kisruh Izin Ekspor Benih Lobster, Seret Bisnis Kader GerindraKKP melepasliarkan 95.610 benih lobster (Dok. KKP)

Sebanyak 31 perusahaan telah diverifikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melakukan ekspor benih lobster. Sebelumnya, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah membuka data 26 perusahaan calon pengekspor benih lobster dalam unggahan di akun Twitternya @susipudjiastuti.

"KKP/Dirjen Tangkap telah mengeluarkan izin tangkap 26 eksportir bibit lobster. Luar biasa!" kata Susi pada 1 Juli 2020.

Dihubungi IDN Times, Dirjen Perikanan Tangkap KKP Zulficar Mochtar membenarkan data yang diungkap Susi tersebut.

"Iya," kata Zulficar pada Selasa (7/7/2020).

Zulficar menjelaskan, sudah lebih dari 100 perusahaan mendaftar ke KKP melalui tim due dilligence yang dibentuk. Dari jumlah itu, ada 31 perusahaan sudah direview dan ditetapkan sebagai calon eksportir. Namun, Zulficar tidak menyebut sisa lima perusahaan selain yang disebut Susi.

Berikut daftar 26 perusahaan yang dibuka Susi Pudjiastuti melalui akun Twitter @susipudjiastuti.

1. PT Samudera Bahari Sukses
2. PT Natura Prima Kultur
3. PT Royal Samudera Nusantara
4. PT Grahafoods Indo Pasific
5. PT Aquatic IILautan Rezeki
6. CV Setia Widata
7. PT Agro Industri Nasional
8. PT Alam Laut Agung
9. PT Gerbang Lobster Nusantara
10. PT Global Samudra Makmur
11. PT Sinar Alam Berkilau
12. PT Wiratama Mitra Mulia
13. UD Bali Sukses Mandiri
14. UD Samudera Jaya
15. PT Elok Monica Group
16. CV Sinar Lombok
17. PT Bahtera Damai Internasional
18. PT Indotama Putra Wahana
19. PT Tania Asia Marina
20. CV Nusantara Berseri
21. PT Pelangi Maritim Jaya
22. PT Maradeka Karya Semesta
23. PT Samudra Mentari Cemerlang
24. PT Rama Putra Farm
25. PT Kreasi Bahari Mandiri
26. PT Nusa Tenggara Budidaya

Baca Juga: Bela Edhy Prabowo Ekspor Benih Lobster, Politisi Gerindra Sindir Susi?

2. Menteri KKP Edhy Prabowo siap diaudit

5 Fakta Kisruh Izin Ekspor Benih Lobster, Seret Bisnis Kader GerindraIDN Times/ Muchammad

Edhy tidak pernah membantah bahwa ada perusahaan milik kader Gerindra yang mendapatkan izin ekspor benih lobster. Dia hanya mengatakan dirinya tidak tahu menahu perkara proses pemberian izin tersebut. Dia pun mengaku siap diaudit atas keputusannya mengeluarkan izin ekspor benih lobster, termasuk audit proses seleksi perusahaan penerima izin ekspor.

“Jadi ada perusahaan yang disebut ada korelasinya dengan saya, sahabat saya, yang sebenarnya saya sendiri tidak tahu kapan mereka daftarnya. Karena ada tim sendiri yang memutuskan izin ini, terdiri dari semua dirjen, termasuk irjen. Silakan saja kalau curiga, itu biasa. Silakan audit, cek, KKP sangat terbuka," ujar Edhy dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times, Selasa (7/7/2020).

Edhy mengatakan pendaftaran perusahaan pengekspor benih lobster ditangani oleh tim yang terdiri dari semua eselon I KKP, termasuk pihak inspektorat yang tugasnya mengawasi. Dia memastikan tidak mencampuri atau mengintervensi proses pemberian izin bagi pendaftar pengekspor benih lobster.

“Ada dua tiga nama yang dikaitkan dengan saya dan langsung dinilai macam-macam. Tapi tolong lihat, ada puluhan perusahaan yang dapat izin. Atau karena saya menteri, semua teman-teman saya tidak boleh berusaha?"

"Saya pikir yang penting bukan itu, tapi fair-nya, kesamaan pada siapa saja seleksi itu. Saya tidak memperlakukan istimewa sahabat-sahabat saja. Yang jelas, keluarga saya, lingkungan kerabat saya, masyarakat keluarga saya, tidak saya libatkan. Termasuk istri saya, saya larang untuk itu,” tambahnya.

Edhy mengajak masyarakat untuk menitikberatkan pengawasan pada proses pemberian izin, bukan mengurusi perusahaan siapa yang mendapat izin. Sebab, perusahaan/koperasi mana pun boleh mengajukan sebagai pengekspor benih lobster.

3. Edhy sebut total 31 perusahaan pengekspor telah diverifikasi KKP

5 Fakta Kisruh Izin Ekspor Benih Lobster, Seret Bisnis Kader GerindraMenteri KKP Edhy Prabowo (Dok. KKP)

Sebelumnya, Edhy menyebut sudah ada 31 perusahaan yang mendapat verifikasi untuk melakukan ekspor benih lobster. Di tengah kontroversi, KKP masih memberlakukan izin ekspor benih lobster.

"Masalah perusahaan, siapa yang diajak, kami gak membatasi, koperasi boleh. Yang daftar kami terima dan terus verifikasi. Ada 31 perusahaan verifikasi, yang diumumkan ada 26," kata Edhy di Komisi IV DPR RI, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Berdasarkan perhitungannya, Edhy mengatakan ada 26 miliar lobster di Indonesia dari 6 jenis yang bertelur di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan (fisheries management areas). Jika ada 100 juta benih lobster yang diambil oleh masyarakat dan dijual dengan harga Rp5.000, akan muncul perputaran uang sebesar Rp500 miliar.

"Dengan hanya gunakan dibagi 2 lobster saja, itu ada sekitar 26 kali 2/6 persen, muncul angka di atas 5 miliar. Kalau 10 persen saja, itu 500 juta (kuota ekspor) yang kita izinkan, saya sangat yakin ini tidak (akan buat punah)," ujarnya.

4. Edhy bantah kebijakannya mengancam ekosistem lobster

5 Fakta Kisruh Izin Ekspor Benih Lobster, Seret Bisnis Kader GerindraIlustrasi Benih Lobster (IDN Times/Axel Joshua Harianja)

Di hadapan anggota dewan, Edhy juga membantah kebijakan ini bisa membuat punah lobster di Indonesia. menyebut kebijakan budidaya lobster sebagai kebijakan yang terukur dan terkendali.

"Dari sisi lingkungan yang dikhawatirkan, lobster punah kalau diambili. (Padahal) 1 lobster bisa bertelur 1 juta," kata Edhy di Komisi IV DPR RI, Jakarta, Senin (6/7).

Pada pemaparannya di DPR, Edhy menjelaskan pernyataannya itu didasarkan pada riset lobster di Tasmania, Australia. Berdasarkan perhitungannya, Edhy mengatakan ada 26 miliar lobster di Indonesia dari enam jenis yang bertelur di 11 wilayah pengelolaan perikanan (fisheries management areas).

Dia mengatakan kemampuan bertahan hidup lobster lebih kecil jika dibiarkan hidup di alam terbuka sebesar 0,02 persen. "20 ekor benih losbter akan jadi dewasa hanya satu ekor. Kalau dibudidaya, bisa sampai 30-80 persen, tergantung konsep budidaya, dan bisa dilakukan tradiosional," kata Edhy.

Baca Juga: Polemik Izin Ekspor Benih Lobster, Edhy Prabowo: Saya Siap Diaudit 

5. Susi Pudjiastuti menentang kebijakan Edhy Prabowo soal benih lobster

5 Fakta Kisruh Izin Ekspor Benih Lobster, Seret Bisnis Kader GerindraSusi Pudjiastuti memberikan keterangan pers. (IDN Times/Indiana Malia)

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memprotes kebijakan Edhy Prabowo tersebut sejak awal. Melalui akun Twitter-nya, dia menyatakan penolakan terhadap kebijakan ekspor benih lobster.

"Saya memang tidak rela bibit lobster diekspor. Saya rakyat biasa yang tidak rela bibit diekspor," kata Susi dikutip dari akun Twitter @susipudjiastuti.

Saat menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi mengeluarkan Permen-KP Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting dan Rajungan dari Wilayah Negara Republik Indonesia. Permen ini melarang perdagangan benih lobster di bawah ukuran 200 gram.

Dengan alasan budidaya, Susi juga meminta lobster bertelur tidak dijual-belikan ke luar Indonesia. Selain kerugian finansial, ia tak ingin nasib lobster seperti ikan sidat yang tinggal cerita.

Pada saat Susi menjabat, dia mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 56 Tahun 2016, tentang Penangkapan Lobster. Dia melarang perdagangan benih lobster di bawah ukuran 200 gram, dengan alasan budidaya. Susi juga meminta lobster bertelur tidak dijual-belikan keluar Indonesia.

Saat kebijakan Edhy soal ekspor benih lobster ini masih berupa wacana, Susi juga sudah memberikan tanggapannya.

"Infrastruktur yang dibutuhkan lobster untuk beranak-pianak dan besar adalah terumbu karang, pasir, laut bersih. Makanya kita harus jaga terumbu karang dan jangan dijual juga. Terumbu karang dan pasir itu adalah rumah, jalan dan pelabuhannya lobster dan juga ikan-ikan," tulis Susi, Senin 16 Desember 2019.

Baca Juga: Di Tengah Kontroversi, 31 Perusahaan Dapat Izin Ekspor Benih Lobster

Topic:

  • Anata Siregar
  • Indiana Malia

Berita Terkini Lainnya