Comscore Tracker

6 Tips Memanfaatkan THR untuk Jaminan Kesehatan 

Larangan mudik jadi momentum manfaatkan THR

Jakarta, IDN Times - Larangan mudik pada Lebaran 2021 dapat dimanfaatkan sebagai momentum ini untuk membeli asuransi kesehatan dengan uang tunjangan hari raya (THR).

Data dari Global Medical Trends Survey Reports yang dipublikasikan Willis Tower Watson, proyeksi kenaikan tren biaya medis di Indonesia akan meningkat 12 persen (gross) di tahun 2021. Hal ini menunjukkan biaya pengobatan dan perawatan medis sangat mahal tanpa jaminan kesehatan.

Asuransi kesehatan adalah asuransi yang menanggung biaya pengobatan hingga perawatan medis lainnya apabila tertanggung sakit. Hal itu bisa berupa rawat jalan, rawat inap, atau pembedahan.

Lantas, apa saja yang harus diperhatikan sebelum memanfaatkan uang THR untuk membeli asuransi kesehatan? Berikut 7 tips memilih asuransi kesehatan dari Lifepal.co.id.

Baca Juga: 4 Tips Mengelola Keuangan selama Bulan Puasa

1. Bila bujet terbatas dan belum punya asuransi, pertimbangkan asuransi rawat inap

6 Tips Memanfaatkan THR untuk Jaminan Kesehatan Ilustrasi rumah sakit. IDN Times/Arief Rahmat

Bila kamu sama sekali belum memiliki asuransi kesehatan dan memiliki bujet terbatas untuk membayar premi, asuransi rawat inap boleh kamu pertimbangkan terlebih dulu. Sementara itu, untuk rawat jalan kamu bisa menggunakan dana darurat atau BPJS Kesehatan.

Alasan memprioritaskan asuransi rawat inap adalah ada banyak komponen biaya yang muncul ketika seseorang harus menjalani proses rawat inap di rumah sakit. Pertama adalah biaya akomodasi (kamar), biaya dokter, obat-obatan, laboratorium, dan biaya lain terkait rumah sakit. Selain itu, pilihlah asuransi rawat inap sesuai bujet dan kebutuhanmu.

2. Ketahui jenis-jenis asuransi kesehatan

6 Tips Memanfaatkan THR untuk Jaminan Kesehatan Ilustrasi Kartu BPJS (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Sebelum memutuskan memiliki proteksi kesehatan, sebaiknya kamu harus mencari tahu dulu jenis-jenis asuransi kesehatan apa yang kamu punya. Mulai dari bentuk pertanggungannya hingga apakah memiliki unsur investasi. Berikut jenis-jenis asuransi kesehatan yang bisa kamu miliki.

a. hospital benefit versus cash plan

Sama seperti BPJS, hospital benefit memberikan pertanggungan menyesuaikan biaya medis yang dikeluarkan. Hospital benefit biasanya digunakan sebagai asuransi kesehatan utama. 

Berbanding terbalik dengan hospital benefit, cash plan memberi santunan tunai harian berdasarkan berapa lama kamu berada di rumah sakit. Jenis asuransi ini menjadi asuransi pelengkap asuransi kesehatan utama atau BPJS. 

Misalnya, kamu dirawat selama 4 hari dengan pertanggungan santunan tunai sebesar Rp600 ribu per hari. Maka, kamu akan mendapatkan sebesar Rp2,4 juta. 

b. asuransi murni versus unit link

Bila kamu ingin memiliki jaminan kesehatan yang fokus pada perlindungan hanya untuk sebagai perlindungan, asuransi murni adalah jawabannya. Sementara itu, bagi kamu yang ingin memiliki jaminan kesehatan yang di dalamnya juga terdapat nilai investasi, asuransi unit link pilihan terbaiknya. 

Untuk asuransi kesehatan, ada baiknya kamu mempunyai asuransi murni karena selain preminya lebih terjangkau. Selain itu, kamu juga mendapatkan perlindungan yang berfokus kepada kesehatan. Jika menginginkan investasi, kamu bisa mencari jenis investasi lain yang tepat.

c. rawat inap (in-patient) versus rawat jalan (out-patient)

Saat menjalani rawat inap, tentu kamu akan menguras banyak biaya. Karena itu, utamakan mendapatkan asuransi kesehatan yang berfokus pada rawat inap. 

Premi asuransi rawat inap pun biasanya lebih murah. Jika kamu mempunyai uang berlebih, kamu bisa memilih asuransi yang mempunyai rawat jalan.

Baca Juga: Pemerintah Izinkan Perusahaan Bayar THR H-1 Lebaran, Kok Bisa?

3. Perhatikan plafon dari setiap biaya

6 Tips Memanfaatkan THR untuk Jaminan Kesehatan Ilustrasi Uang Rupiah (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Idealnya, plafon untuk biaya kamar, aneka perawatan, pembedahan, dokter dan lainnya adalah on bill (sesuai tagihan). Namun, besarnya plafon tentu berbanding lurus dengan premi yang dibayarkan.

Kenalilah besaran plafon dengan cermat dan saksama agar manfaat asuransi kesehatan yang kamu beli menjadi bermanfaat.

4. Makin banyak manfaat tambahan, juga makin mahal preminya

6 Tips Memanfaatkan THR untuk Jaminan Kesehatan Ilustrasi Uang (IDN Times/Arief Rahmat)

Sejumlah perusahaan asuransi menawarkan pilihan polis dengan manfaat dasar hingga tambahan rider yang lengkap. Namun, makin banyak manfaat tambahan makin mahal premi yang harus dibayarkan, dan belum tentu hal itu bijak dilakukan.

Kenalilah kebutuhanmu ketika mengambil manfaat tambahan. Ukur pula kemampuanmu dalam membayar premi asuransi kesehatan.

5. Jangan terburu-buru mengambil asuransi melahirkan

6 Tips Memanfaatkan THR untuk Jaminan Kesehatan ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Kita tahu bahwa biaya melahirkan tidaklah murah, ketika seseorang memutuskan untuk menjalani operasi c-section (caesar) maka bisa saja biaya persalinan menyentuh ratusan juta rupiah. Manfaat melahirkan umumnya menanggung risiko medis tak terduga dari persalinan seperti komplikasi atau keguguran. 

Akan tetapi, premi dari tambahan manfaat melahirkan yang ditawarkan beberapa perusahaan asuransi umumnya mahal dan pertanggungannya tidak terlalu besar. Hal itu disebabkan kehamilan bukan merupakan “risiko” melainkan hal yang sudah direncanakan oleh pasangan.

Belum lagi, asuransi melahirkan bukanlah asuransi independen (berdiri sendiri). Asuransi itu bersifat rider (tambahan), untuk memilikinya kamu tentu harus membeli asuransi dasarnya terlebih dulu.

6. Pertimbangkan pula asuransi kesehatan keluarga

6 Tips Memanfaatkan THR untuk Jaminan Kesehatan Ilustrasi. (Pexels/Rawpixel)

Bila anggota keluarga serumah sama sekali belum terlindungi asuransi kesehatan, pertimbangkan pula untuk membeli asuransi kesehatan keluarga.

Dengan satu polis, kamu bisa mendapatkan produk asuransi yang bisa melindungi seluruh anggota keluarga (maksimal lima orang). Premi yang dibayarkan umumnya lebih murah ketimbang asuransi individu.

Itulah hal-hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum menggunakan uang THR untuk membeli asuransi kesehatan. Ketahuilah bahwa asuransi adalah “pengeluaran,” bukan investasi.

Risiko finansial yang kita alami ketika kita jatuh sakit dan menjalani perawatan medis akan ditransfer ke perusahaan asuransi, agar tabungan yang kita miliki tidak terkuras. Tidak ada besaran ideal mengenai premi yang ideal berdasarkan pendapatan per tahun, karena masing-masing orang memiliki kebutuhan proteksi yang berbeda. Oleh karena itu, cermatlah memilih asuransi kesehatan.

Baca Juga: Dua Sanksi Ini Menanti Pengusaha yang Tidak Membayar THR Sesuai Aturan

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya