Comscore Tracker

Dampak Wabah COVID-19, Badai PHK Menerjang Industri Penerbangan 

INACA meminta keringanan dan insentif pada pemerintah

Jakarta, IDN Times - Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) menerjang industri penerbangan. Untuk mengurangi kerugian yang diderita, sejumlah maskapai penerbangan telah melakukan langkah antisipasi.

"Di antaranya dengan memilih opsi tutup operasi dan merumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja karyawannya baik bagi pilot, awak kabin, teknisi dan karyawan pendukung lainnya," ungkap Ketua Umum INACA, Denon Prawiratmadja dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3).

1. Industri pendukung juga akan terdampak

Dampak Wabah COVID-19, Badai PHK Menerjang Industri Penerbangan IDN Times/Larasati Rey

Denon mengatakan wabah COVID-19 telah melumpuhkan hampir semua aktivitas perekonomian. Industri penerbangan nasional sangat terpuruk. Jika tidak ada respons positif dari pemerintah yang cepat, kata dia, dipastikan akan terjadi tindakan perumahan maupun PHK karyawan sebagai upaya penyelamatan.

"Dampaknya bukan hanya di industri penerbangan itu sendiri tapi juga untuk industri pendukungnya baik hilir maupun hulu seperti bengkel pesawat, ground handling, dan agen perjalanan yang terlibat. Untuk ini, INACA sangat mengharapkan respon positif dari pemerintah yang cepat untuk menghindari gelombang perumahan dan PHK yang tidak bisa dihindari tersebut," kata Denon.

2. INACA meminta keringanan dan insentif pada pemerintah

Dampak Wabah COVID-19, Badai PHK Menerjang Industri Penerbangan IDN Times/Ayu Afria

Oleh sebab itu, INACA meminta sejumlah keringanan maupun insentif kepada pemerintah. Hal itu untuk menyelamatkan industri penerbangan agar tetap eksis, baik saat ini maupun saat recovery.

"Yang kami harapkan adalah penundaan pembayaran PPh, penangguhan bea masuk impor suku cadang, penangguhan biaya bandara dan navigasi yang dikelola BUMN, pemberlakuan diskon biaya bandara yang dikelola Kementerian Perhubungan, dan perpanjangan jangka waktu berlakunya pelatihan simulator maupun pemeriksaan kesehatan bagi awak pesawat,” katanya.

3. Maskapai mulai mengurangi jumlah penerbangan hingga 50 persen

Dampak Wabah COVID-19, Badai PHK Menerjang Industri Penerbangan Ilustrasi Bandara Ngurah Rai. (Instagram.com/baliairport)

Sejak awal bulan Maret 2020, kata Denon, terjadi penurunan jumlah penumpang yang sangat drastis. Untuk itu, semua maskapai penerbangan sudah mengurangi jumlah penerbangan, baik rute dan frekuensinya sampai 50 persen atau lebih.

“Diramalkan apabila penuntasan pandemik COVID-19 semakin tidak pasti, hal ini akan membuat industri penerbangan semakin terpuruk. Bahkan, sebagiannya akan tidak beroperasi karena bangkrut," ujar Denon.


Pembaca bisa membantu kelengkapan perlindungan bagi para tenaga medis dengan donasi di program #KitaIDN: Bergandeng Tangan Melawan Corona di Kitabisa.com. 

Baca Juga: Mulai Hari Ini Lion Air Tutup Penerbangan ke Papua, Imbas Virus Corona

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya