Comscore Tracker

Dipicu Sentimen Lockdown Tiongkok, IHSG Ditutup Menguat 4,76 Persen 

Locdown Tiongkok hingga stimulus AS membuat IHSG menghijau

Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup pada level 4.545,571 atau 206,667 poin pada perdagangan sore ini, Jumat (27/3). IHSG menguat 4,76 persen. Sementara, indeks LQ45 juga naik 47,373 poin atau 7,27 persen menjadi 698,779.

1. Transaksi tercatat Rp12,378 triliun

Dipicu Sentimen Lockdown Tiongkok, IHSG Ditutup Menguat 4,76 Persen ANTARA FOTO/Reno Esnir

Dalam perdagangan tersebut sebanyak 297 saham naik, 139 turun, dan 122 saham tak bergerak. Selain itu, jumlah transaksi tercatat Rp12,378 triliun dengan volume 10.205 miliar lembar saham.

Baca Juga: Saham BUMN Anjlok, Pemerintah Kaji Buyback Saham Pelat Merah 

2. Locdown Tiongkok hingga stimulus AS membuat IHSG menghijau

Dipicu Sentimen Lockdown Tiongkok, IHSG Ditutup Menguat 4,76 Persen Ilustrasi memantau pergerakan saham. ANTARA FOTO/Reno Esnir

Menurut Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji, ada tiga pengaruh utama yang membuat IHSG menguat, yaitu keberhasilan lockdown Tiongkok, stimulus pemerintah Amerika Serikat (AS) dan komitmen Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas rupiah.

Tiongkok dinilai sukses melakukan lockdown sejak diberlakukan pada 23 Januari sampai 25 Maret di beberapa kota di provinsi Hubei, termasuk kota Wuhan.

"Market juga mengapresiasi komitmen kuat dari Tiongkok untuk memerangi wabah COVID-19 dengan cara lockdown yang dianggap berhasil dalam mengurangi jumlah kasus penularan virus tersebut," kata Nafan kepada IDN Times.

3. Stimulus US$2 triliun AS untuk hadapi virus corona

Dipicu Sentimen Lockdown Tiongkok, IHSG Ditutup Menguat 4,76 Persen Pengunjungi berjalan di samping layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Selain itu, Nafan juga menilai market mengapresiasi langkah AS yang menggelontorkan stimulus mencapai US$ 2 triliun atau sekitar Rp32 ribu triliun untuk mengentas virus corona ke perekonomian negara mereka.

"Market mengapresiasi program stimulus dari pemerintah AS sebesar US$2 triliun dalam rangka menanggulangi efek negatif COVID-19 terhadap perekonomian AS," katanya.

Market juga sangat mengapresiasi hawkish statement dari Bank Indonesia. "BI berkomitmen kuat untuk menjaga stabilitas rupiah di-support dengan cadev yang memadai," kata Nafan.

Pembaca bisa membantu kelengkapan perlindungan bagi para tenaga medis dengan donasi di program #KitaIDN: Bergandeng Tangan Melawan Corona di Kitabisa.com

Baca Juga: Virus Corona Masih Menghantui IHSG, Saham-saham Ini Bisa Dikoleksi

Topic:

  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya