Comscore Tracker

Forum Bisnis dengan 2 Regional Ini Jadi Strategi Diplomasi RI

Forum bisnis terbuka untuk para pelaku usaha di Indonesia

Jakarta, IDN Times - Penyelenggaraan forum bisnis menjadi gagasan Kementerian Luar Negeri dalam diplomasi ekonomi. Hal itu untuk peningkatan kerja sama perdagangan, investasi, dan pariwisata antara Indonesia dengan kawasan Amlatkar dan Ertengtim.
Forum tersebut adalah Indonesia-Latin America and the Carribean Business Forum (INA-LAC BF 2021) dan Indonesia-Central and Eastern Europe Business Forum (INA-CEE BF 2021).

"Kedua forum ini akan diselenggarakan secara virtual karena masih dalam masa pandemik COVID-19," ujar Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, Ngurah Swajaya dalam keterangan tertulis, Minggu (11/4/2021).

Baca Juga: 4 Hal yang Berubah dalam Perdagangan Internasional saat Pandemik

1. Forum bisnis terbuka untuk para pelaku usaha di Indonesia

Forum Bisnis dengan 2 Regional Ini Jadi Strategi Diplomasi RIPekerja memproduksi sepatu Tori berbahan kain tenun di Ruang Produksi Terampil Sejahtera, Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/8/2020). ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Swajaya mengatakan forum bisnis ini terbuka untuk para pelaku usaha di Indonesia, tidak terkecuali para pelaku usaha Yogyakarta. Menurut Swajaya, mereka dapat memanfaatkan peluang pasar di kawasan ini dan ikut serta pada kedua forum bisnis tersebut.

"Di forum ini para pengusaha dari kedua pihak dapat berinteraksi, saling mengenal, dan berdiskusi mengenai peluang kerja sama bisnis," jelasnya.

Pertemuan dengan pelaku usaha DI Yogyakarta tersebut dilakukan secara hibrida dan dihadiri oleh perwakilan Pemerintah DI Yogyakarta, seperti Tri Saktiyana, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah dan Agus Priono, Kepala Dinas Perizinan dan Penaman Modal. Hadir juga dari KADIN DI Yogyakarta, asosiasi pengusaha dan para pengusaha yang berasal dari berbagai sektor di Yogyakarta, seperti perdagangan, kerajinan, pariwisata, dan lainnya.

2. DI Yogyakarta punya peluang ekspor ke kawasan Amlatkar dan Ertengtim

Forum Bisnis dengan 2 Regional Ini Jadi Strategi Diplomasi RIIlustrasi Ekspor (IDN Times/Arief Rahmat)

Indonesia dan negara-negara di kawasan Amlatkar dan Ertengtim dinilai memiliki potensi kerja sama yang besar di bidang ekonomi dan perdagangan. Kawasan ini merupakan pasar non-tradisional bagi Indonesia. Banyaknya jumlah penduduk di kedua kawasan dengan tingkat ekonomi dan pendapatan perkapita yang beragam merupakan peluang pasar bagi Indonesia, termasuk DI Yogyakarta.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Tri Saktiyana mengemukakan ekspor DI Yogyakarta tahun 2020 ke 122 negara senilai USD 298,6 juta berupa 78 komoditi. Negara-negara tujuan utama ekspor antara lain Jerman, Jepang, Amerika Serikat, Perancis dan Korea Selatan. Produk yang diekspor seperti home deco, pakaian dalam, alat kesehatan, dan alat pertanian.

"Ekspor ke kawasan Amlatkar dan Ertengtim masih kecil. Tri Saktiyana berharap DI Yogyakarta dapat memanfaatkan peluang pasar kawasan ini melalui sinergi yang erat antar pemangku kepentingan, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri RI," ungkapnya.

Baca Juga: Mendag: Target Perdagangan RI-Tiongkok Naik 3 Kali Lipat di 2024

3. Platform digital INA-LAC dapat membantu pelaku usaha menjalin bisnis

Forum Bisnis dengan 2 Regional Ini Jadi Strategi Diplomasi RIIlustrasi UMKM/Dok. BRI

Direktur Amerika II Kementerian Luar Negeri, Darianto Harsono menambahkan platform digital INA-LAC www.ina-lac.com dapat membantu pelaku bisnis untuk menjalin bisnis dan memberikan informasi mengenai profil perusahaannya, termasuk jenis usaha, produk yang ditawarkan atau yang dibutuhkan.

“Melalui platform digital INA-LAC ini para pelaku usaha dapat berinteraksi dan memaksimalkan penggunaan website ini, termasuk mengelolanya sendiri apabila sudah menjadi anggota," kata Darianto.

Forum bisnis INA-LAC ketiga akan diselenggarakan pada Oktober 2021. Forum bisnis INA-LAC pertama diselenggarakan pada 14-15 Oktober 2019 dihadiri 270 pengusaha dari kedua pihak. Sedangkan forum bisnis INA-LAC kedua pada 9-11 November 2020 dihadiri 490 peserta secara virtual dan 63 peserta secara presensial karena pandemi Covid-19.

Sementara itu, forum bisnis INA-CEE merupakan yang pertama kali dan akan diselenggarakan pada Juli/Agustus 2021.

Baca Juga: Singapura Jadi Negara Pertama Meratifikasi Perdagangan Bebas RCEP

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya