Comscore Tracker

Keuangan Sosial Islam Ringankan Dampak COVID-19, Ini Sebabnya

Keuangan sosial Islam dapat mengurangi kemiskinan

Jakarta, IDN Times - Keuangan sosial Islam dinilai sangat berperan besar meringankan di masa pandemik COVID-19. Sebab, keuangan sosial Islam berperan ganda sebagai bisnis dan sosial. Menurut Director of Center for Islamic Business and Finance (CIBF) Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB), Oktofa Yudha Sudrajad, ada beberapa keuangan sosial Islam yang sebenarnya sudah lama dikenal masyarakat.

"Seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf," kata Oktofa seperti dikutip dari Antara, Minggu (24/5).

1. Zakat dapat membantu masyarakat yang membutuhkan

Keuangan Sosial Islam Ringankan Dampak COVID-19, Ini SebabnyaIDN Times/Rumah Zakat

Direktur Rumah Amal Salman, M Kamal Muzakki mengatakan, zakat tumbuh dan berkembang dari basis terkecil di masyarakat. “Episentrum gerakan zakat adalah masjid dan pesantren. Salah satu tujuannya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan,” tutur dia.

Berdasarkan data Baznas, potensi zakat tahun 2019 di Indonesia diperkirakan mencapai Rp233,6 triliun. Potensi tersebut berasal dari zakat pertanian Rp19,79 triliun, zakat uang Rp58,76 triliun, zakat peternakan Rp9,51 triliun, zakat perusahaan Rp6,71 triliun, dan zakat penghasilan Rp139,07 triliun.

Dari potensi yang besar tersebut, zakat yang berhasil dihimpun baru Rp9,6 triliun. Itu artinya potensi pengumpulan zakat masih besar.

“(Dana) zakat membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di masa pandemik seperti sekarang,” kata dia.

2. Penggalangan dana akan digunakan untuk menangani COVID-19

Keuangan Sosial Islam Ringankan Dampak COVID-19, Ini SebabnyaWarga menunaikan pembayaran zakat fitrah di Masjid Nurul Huda, Kebagusan, Jakarta, Minggu (17/5). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Kamal menambahkan, berbagai program telah dilaksanakan untuk merespons pandemik COVID-19. Mulai dari penyemprotan disinfektan di tempat umum, bantuan pangan untuk kaum dhuafa, donasi pakan untuk satwa, hingga donasi Vent-I.

Saat ini Rumah Amal Salman bekerja sama dengan ITB dan Unpad berhasil menggalang dana sebesar Rp10 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk memproduksi Ventilator Indonesia (Vent-I) sebanyak 700 buah yang selanjutnya akan distribusikan ke rumah sakit.

3. Keuangan sosial Islam dapat mengurangi kemiskinan

Keuangan Sosial Islam Ringankan Dampak COVID-19, Ini SebabnyaMasjid Agung Al-Azhar Jakarta membuka layanan pembayaran zakat fitrah sistem drive thru selama pandemik COVID-19 dengan memberlakukan protokol kesehatan dan keselamatan. (ANTARA FOTO/Galih Pradipt)

Seorang enterpreneurship expert, Dr. Harry Z. Soeratin SE,Ak, MM.Acc, CA, EPC, CRGP mengatakan, ada sejumlah keunggulan keuangan sosial Islam di Indonesia. Di antaranya, mengurangi kemiskinan bagi kaum Ibu atau perempuan dalam situasi COVID-19 dengan dana Ziswaf. Lembaga keuangan Islam dapat menjalankan berbagai aktivitas produktif baik langsung maupun tidak langsung dengan sikap kebajikan yang lentur, secara terstruktur dan terukur.

Selain itu, keuangan sosial Islam juga memainkan perannya sebagai salah satu fungsi agent of asset distribution (agen distribusi asset dari yang punya kepada yang tidak punya) yang mampu memberdayakan ekonomi ummat, khususnya kaum Ibu/perempuan.

“Ini seperti pengalaman Muhammad Yunus (seorang bankir) dari Bangladesh. Selain itu, hal ini sekaligus dapat menciptakan hubungan harmonis ketahanan keluarga dalam situasi COVID-19,” tuturnya.

Dalam kegiatan bisnis keuangan sosial Islam dapat memberikan kontribusi dan perannya kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan modal, dan melayani masyarakat yang ingin menitipkan dananya kepada lembaga keuangan Islam dengan konsep syariah dalam situasi COVID-19.

Baca Juga: Salurkan Zakat, ACT Temui Penerima Manfaat Lewat Program Ketok Pintu 

Topic:

  • Indiana Malia
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya