Comscore Tracker

Menristek: Teknologi Komunikasi Dominasi Aktivitas Ekonomi Dunia 

Revolusi industri 4.0 berpotensi meningkatkan pengangguran

Jakarta, IDN Times - Information and Communication Technology (ICT) dinilai sangat mendominasi aktivitas ekonomi dunia. Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, 10 orang terkaya di dunia saat ini berasal dari bisnis ICT.

"Terlebih di masa pandemik COVID-19 saat ini orang-orang beradaptasi sangat cepat dengan teknologi digital dalam melaksanakan kegiatan ekonominya," kata Bambang dalam peluncuran World Economic Forum (WEF) Youth Survey 2020 secara daring oleh IDN Times, Kamis (23/7/2020).

1. ICT jadi tren global karena mendominasi kegiatan ekonomi di dunia

Menristek: Teknologi Komunikasi Dominasi Aktivitas Ekonomi Dunia Bambang Brodjonegoro, State Minister of Research and Technology, Indonesia at Launching World Economic Forum Youth Survey 2020 x IDN Times (IDN Times/Besse Fadhilah)

Bambang menjelaskan, ICT menjadi tren global lantaran teknologi digital pada dasarnya mendominasi kegiatan ekonomi di dunia. Kini, semua orang mencoba digitalisasi untuk memenuhi kebutuhan dalam kegiatan ekonomi.

Meskipun fintech, pemasaran digital, e-business sudah sangat familiar, kata Bambang, namun akses terhadap big data menjadi sangat penting. Sebab, data sciences menjadi salah satu persyaratan apabila ingin menyelesaikan pandemik COVID-19 yang sedang terjadi saat ini.

“Sekarang data sciences atau big data sudah menjadi household name atau household word. Mengapa? Jika kita ingin menyelesaikan permasalahan COVID-19, big data akan menjadi persyaratan. Akses ke data menjadi sebuah keharusan dan menjadi sangat penting,” ucapnya.

Baca Juga: Bambang Brodjo: New Normal, Teknologi Digital Bisa Optimalkan Ekonomi

Menristek: Teknologi Komunikasi Dominasi Aktivitas Ekonomi Dunia Infografik yang Menunjukkan Anak Muda ASEAN Banyak Melakukan Kegiatan Digital Selama Pandemik COVID-19 (IDN Times/Arief Rahmat)

2. Revolusi industri 4.0 berpotensi meningkatkan pengangguran

Menristek: Teknologi Komunikasi Dominasi Aktivitas Ekonomi Dunia Launching World Economic Forum Youth Survey 2020 x IDN Times (IDN Times/Besse Fadhilah)

Di sisi lain, kata Bambang, revolusi industri 4.0 juga berpotensi meningkatkan jumlah pengangguran. Ini merupakan salah satu tantangan yang perlu disadari oleh generasi muda.

“Ada tantangan, dan saya pikir sebagai generasi muda kita perlu menyadari bahwa revolusi industri 4.0 akan meningkatkan potensi pengangguran, terutama jika kita tidak siap dengan subtitusi dari orang-orang yang berpotensi menjadi pengangguran ini,” jelasnya.

3. Generasi muda harus menguasai softskill

Menristek: Teknologi Komunikasi Dominasi Aktivitas Ekonomi Dunia Launching World Economic Forum Youth Survey 2020 x IDN Times (IDN Times/Besse Fadhilah)

Untuk menyikapi tantangan tersebut, Bambang mengingatkan kepada generasi muda agar mempersiapkan diri dalam memasuki revolusi industri 4.0. Tidak hanya memiliki hardskill seperti science, technology, engineering, mathematics (STEM), namun juga harus memiliki softskill.

Softskill akan memberi tahu kita siapa yang akan menjadi pemenang dan siapa yang akan kalah. Orang-orang yang memiliki softskill adalah pemenang yang potensial karena kita dapat melakukan pemecahan masalah, berpikir kritis, kreatif, dapat berkoordinasi yang baik, memiliki kemampuan emosional, pengambilan keputusan sangat cepat, berorientasi pada layanan, kemampuan bernegosiasi, berpikir cepat, dan adaptif,” ungkap Bambang.

Dalam acara tersebut, hadir pula sejumlah pembicara di antaranya Head of The Regional Asia Pacific Agenda World Economic Forum Joo-Ok Lee; Deputy Secretary General for ASEAN Socio-Cultural Community Khung Poak, Group Chief Economist Sea Singapore Santitarn Sathirathai, Indonesian Managing Director of GRAB Neneng Goenadi, dan Co-Founder Chief Operrating Officer IDN Media William Utomo.

Baca Juga: Survei WEF, Anak Muda ASEAN Tahan Banting Saat Pandemik Corona

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya