Comscore Tracker

Menristek: Wirausaha Berperan Penting untuk Pulihkan Ekonomi 

Teknologi dan aspek digital dapat mendongkrak perekonomian

Jakarta, IDN Times - Kegiatan wirausaha dinilai berperan penting untuk fase pemulihan perekonomian dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan, para wirausaha berperan menciptakan nilai tambah sumber daya alam. Selain itu, menciptakan lapangan kerja baru di berbagai bidang, meningkatkan pendapatan nasional serta mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial.

“Saat ini terdapat beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha untuk menghadapi era adaptasi pilihan baru, dengan memanfaatkan teknologi dan aspek digital. Di sisi lain difusi teknologi tepat guna juga berperan meningkatkan kinerja dunia usaha. Bila diperhatikan, UKM dan wirausaha sebenarnya membutuhkan 3 hal mendasar, yaitu akses pembiayaan, kemampuan melakukan manajemen perusahaan, terakhir market access,” kata Bambang dalam konferensi pers virtual, Senin (28/9/2020).

1. Koaborasi startup dan teknopreneur jadi upaya merevitalisasi ekonomi

Menristek: Wirausaha Berperan Penting untuk Pulihkan Ekonomi Ilustrasi Belanja E-commerce (IDN Times/Arief Rahmat)

Oleh sebab itu, kata Bambang, Kemenristek/BRIN menjalin kerja sama dengan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK). Sebagai upaya merevitalisasi ekonomi, lanjutnya, salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah membangun jaringan kolaborasi startup dan teknopreneur.

"Ini bertujuan untuk mendukung ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi yang lebih baik dengan membuat program terstruktur. Dengan demikian, dapat tercipta lapangan pekerjaan yang lebih luas, memberikan pendampingan, pelatihan, dan fasilitasi kebutuhan teknopreneur," jelasnya.

Baca Juga: Duh! UMKM Ternyata Masih Sulit Dapatkan Pinjaman dari Bank 

2. Program seribu teknopreneur dapat menyumbang PDB lokal

Menristek: Wirausaha Berperan Penting untuk Pulihkan Ekonomi Sebanyak 12 UMKM mitra binaan Pertamina di Wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) bakal berpartisipasi di ajang pameran virtual expo terbesar khusus UKM di Indonesia, SMEXPO 2020, yang digelar 9-11 September 2020. (IDN Times/Istimewa)

Program Seribu Teknopreneur Sejuta Pekerjaan merupakan program kewirausahaan kolaboratif untuk membuat jaringan teknopreneur di 34 provinsi di Indonesia dengan metode model kewirausahaan yang sesuai dihubungkan dengan investor dan kemitraan berbasis teknologi dan RnD. Program ini memberikan dampak baik dari segi sosial dan ekonomi, dengan menciptakan 1000 lebih Teknopreneur baru yang akan memulai ekonomi lokal di level UMKM. Selain itu, membantu berkontribusi meningkatkan PDB lokal, membuka akses ke pasar nasional dan global, serta menciptakan lapangan pekerjaan langsung lebih dari 1000 teknopreneur dan lebih dari 1 juta pekerjaan tidak langsung (hulu dan hilir).

"Tujuan dari program ini adalah untuk memanfaatkan teknologi bagi pasar nasional dan global yang akan terhubung di seluruh provinsi berdasarkan sektor, keterampilan, keberpihakan pasar, dan sebagainya," kata Bambang.

3. Efek resesi ekonomi mulai terasa

Menristek: Wirausaha Berperan Penting untuk Pulihkan Ekonomi Ilustrasi resesi ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)

Pendiri Yayasan INOTEK Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, efek dari resesi ekonomi yang akan menghantam Indonesia sudah mulai terasa di akhir kuartal III. Salah satunya adalah hilangnya lapangan pekerjaan.

"Beban ekonomi semakin sulit. Kebetulan saya banyak turun bersama dengan UMKM gerakan OK OCE, Rumah Siap Kerja dan kita sudah merasakan resesi yang mulai kita rasakan dalam hal kehilangan pekerjaan," kata Sandi.

Menurut Sandi, efek buruk resesi ekonomi mulai terasa di sejumlah sektor perekonomian. Baik sektor utama hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pandemik COVID-19 telah mengubah tata kehidupan masyarakat secara menyeluruh, mulai dari pola konsumsi, pola kerja hingga pola kebutuhan. Karena itu, ia berharap, inovasi dapat menjadi solusi dalam membangun kembali ekonomi Indonesia yang tertekan imbas pandemik.

"Ini adalah kesempatan kita berinovasi dan membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih kondusif," kata dia.

Baca Juga: Di Tengah Pandemik, BUMN Salurkan Rp5,3 Miliar Dana Binaan UMKM 

Topic:

  • Dwifantya Aquina
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya