Comscore Tracker

Satu Lagi BUMN Dirombak, Stafsus Terawan Jadi Komut Kimia Farma

Diputuskan dalam RUPST sore ini

Jakarta, IDN Times - PT Kimia Farma Tbk resmi mengangkat Alexander Kaliaga Ginting selaku Komisaris Utama. Hal itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019.

Alexander merupakan Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan. Ia menggantikan Untung Suseno Sutarjo yang diberhentikan dengan hormat.

1. Susunan Dewan Komisaris PT Kimia Farma

Satu Lagi BUMN Dirombak, Stafsus Terawan Jadi Komut Kimia FarmaRapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2019 PT Kimia Farma. (Dok. IDN Times/Kimia Farma)

Selain itu, PT Kimia Farma juga Musthofa Fauzi selaku Komsaris Independen. Dia menggantikan Wahono Sumaryono yang diberhentikan dengan hormat.

Berikut susunan Dewan Komisaris PT Kimia Farma Tbk saat ini:

Komisaris Utama: Alexander Kaliaga Ginting Komisaris : Subandi
Komisaris: Chrisma Aryani Albandjar
Komisaris Independen: Nurrachamn
Komisaris Independen: Musthofa Fauzi

Baca Juga: Kimia Farma Mendadak Hentikan Distribusi Rapid Test Biozek, Kenapa?

2. Laba operasi PT Kimia Farma tercatat naik 87,94 persen

Satu Lagi BUMN Dirombak, Stafsus Terawan Jadi Komut Kimia FarmaSeorang pembeli saat mencari dexamethasone apotek Kimia Farma Semarang. Fariz Fardianto/IDN Times

Direktur Pengembangan Bisnis, Imam Fathorrahman mengungkapkan laba operasi PT Kimia Farma pada triwulan I 2020 sebesar Rp160,836 miliar. Laba tersebut naik naik 87,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp85,577 miliar.

"Laba ini disumbang oleh penjualan suplemen dan masker. Itu yang heavy pada triwulan I dan II," ujar Imam dalam public expose yang digelar secara virtual, Rabu (29/7/2020).

3. RUPST Kimia Farma dihadiri 90,03 persen pemegang saham

Satu Lagi BUMN Dirombak, Stafsus Terawan Jadi Komut Kimia FarmaANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi

RUPST PT Kimia Farma dihadiri oleh pemegang 5.000.183.341 lembar saham atau 90,03 pesen dari keseluruhan Pemegang Saham Kimia Farma. RUPST diselenggarakan secara langsung dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat serta mengoptimalkan sistem e-proxy yang disediakan Kustodian Sentral Efek.

Dengan demikian, Pemegang Saham yang tidak dapat hadir secara langsung dapat menggunakan hak suaranya sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam POJK 15 tahun 2020.

Baca Juga: Dirut Kimia Farma Janji Tak Ada Pemangkasan Gaji dan PHK 

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya