Comscore Tracker

Wapres: Wakaf Bisa Capai Rp180 T, tapi Pemanfaatan Masih Terbatas

Wakaf uang pada 2020 capai Rp328 miliar

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengungkapkan potensi wakaf di Indonesia bisa mencapai Rp180 triliun per tahun. Data tersebut merupakan perkiraan dari Badan Wakaf Indonesia (BWI).

"Menurut Badan Wakaf Indonesia, potensi wakaf di Indonesia dapat mencapai Rp180 triliun per tahun. Namun potensi wakaf yang besar itu belum dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," kata Ma'ruf saat peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) dan peresmian brand ekonomi syariah di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/1/2021).

Ia mengatakan, pemanfaatan wakaf di Tanah Air saat ini masih terbatas pada penyediaan tempat dan fasilitas peribadahan atau sosial. Padahal, menurut Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, wakaf tidak hanya tentang benda tidak bergerak.

"Tapi juga benda bergerak berupa uang, dan benda bergerak selain uang seperti kendaraan, mesin, logam mulai, dan surat berharga syariah," kata Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) itu.

Baca Juga: Jadi Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah, Erick Thohir: Ini Amanah

1. Wakaf uang untuk pengembangan dana sosial syariah

Wapres: Wakaf Bisa Capai Rp180 T, tapi Pemanfaatan Masih TerbatasIlustrasi pemberian bantuan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Ma'ruf berharap, dengan diluncurkannya GNWU, pemanfaatan wakaf di Indonesia akan lebih luas dan modern. Sebab, gerakan yang dilakukan GNWU merupakan bagian pengembangan dana sosial syariah.

Ia menyebut, sesuai arahan Presiden Joko "Jokowi" Widodo, ada empat fokus ekonomi syariah. Keempatnya yaitu pengembangan produk halal, pengembangan industri keuangan syariah, pengembangan dana sosial, dan pengembangan bisnis syariah.

"Wakaf adalah salah satu ajaran Islam yang memuat pesan kepedulian, berbagi dan melakukan upaya pemerataan kesejahteraan masyarakat," ungkap dia.

2. Wakaf uang sepanjang 2020 terkumpul Rp328 miliar

Wapres: Wakaf Bisa Capai Rp180 T, tapi Pemanfaatan Masih TerbatasMenkeu, Sri Mulyani dalam Peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Peresmian Brand Ekonomi Syariah pada Senin (25/1/2021) di Istana Negara (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, gerakan wakaf uang sebenarnya sudah dimulai BWI dan badan wakaf lainnya. Sepanjang tahun 2020, hingga tanggal 20 Desember, tercatat wakaf tunai mencapai Rp328 miliar.

Sri Mulyani mengharapkan wakaf uang dapat memperkuat jaring pengaman sosial Islam di masyarakat.

"Sedangkan project base wakaf mencapai Rp597 miliar. Upaya ini sejalan dengan kami terus meningkatkan instrumen pembiayan berbasis syariah yang semakin meningkat dan diminati masyarakat baik Indonesia maupun dunia," ungkap Sri Mulyani dalam acara yang sama.

Terkait pembiayaan berbasis syariah, ia menerangkan tahun ini terdapat sejumlah proyek di 11 kementerian yang didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Total pendanaannya mencapai Rp27 triliun.

3. Ini tantangan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia

Wapres: Wakaf Bisa Capai Rp180 T, tapi Pemanfaatan Masih Terbatas(Ilustrasi ekonomi syariah) IDN Times/Helmi Shemi

Meski begitu, ia menilai pengembangan ekonomi syariah di Tanah Air masih memiliki tantangan. Salah satunya masih kurangnya literasi perekonomian dan keuangan berbasis syariah.

"Untuk itu, KNKES menginisiasi pelucuran brand ekonomi syariah. Brand ini diluncurkan dalam rangka menyatukan gerak bersama peningkatan literasi, edukasi, sosialisasi ekonomi syariah yang besifat masif," ungkapnya.

Brand ekonomi syariah, Sri Mulyani mengatakan, ke depan dapat digunakan oleh seluruh kementerian dan lembaga ekonomi syariah. Dia mengatakan brand tersebut dapat dipakai pada setiap kegiatan dan produk syariah.

"Semoga Gerakan Nasional Wakaf Uang dan brand ekonomi syariah dapat mendukung pertumbuhan ekonomi syariah lebih cepat dan luas, dan mempercepat visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia," kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Sri Mulyani Yakin Ekonomi Syariah Bisa Pacu Pemulihan saat Pandemik

Topic:

  • Jihad Akbar
  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya