Comscore Tracker

Mulai Hari Ini! Kelas BPJS Kesehatan Dihapus, Iuran Tidak Berubah 

Kebijakan ini masih bersifat uji coba

Jakarta, IDN Times - Penghapusan kelas BPJS Kesehatan dimulai hari ini, Jumat (1/7/2022). Meski begitu, penghapusan kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan oleh pemerintah tersebut masih bersifat uji coba.

Pejabat pengganti sementara (Pps) Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) BPJS Kesehatan, Arif Budiman, menyebut uji coba ini akan melihat kesiapan rumah sakit dalam menerapkan 9 sampai 12 kriteria Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang sudah ditetapkan.

“Misalnya seperti ketersediaan tempat tidur maksimal 4 dalam satu ruangan, standar ketersediaan tenaga kesehatan, standar suhu ruangan dan sebagainya untuk meningkatkan standar pelayanan, keamanan, dan kenyamanan bagi peserta,” ujarnya.

Baca Juga: Cara Bayar BPJS Kesehatan lewat BCA Mobile, Gak Pake Ribet! 

1. Iuran BPJS dipastikan tidak berubah

Mulai Hari Ini! Kelas BPJS Kesehatan Dihapus, Iuran Tidak Berubah ilustrasi Kartu BPJS (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Besar iuran BPJS yang dibayarkan masyarakat setelah kebijakan baru, dapat dikatakan sama atau tidak berubah. Skema dan besaran iuran masih sama dengan ketentuan BPJS sebelumnya.

“Mengacu kepada Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan, besaran iuran ditentukan berdasarkan jenis kepesertaan setiap peserta dalam program JKN,” jelasnya.

Baca Juga: Ada Rencana Penghapusan Kelas, Iuran BPJS Kesehatan Bisa Naik?

2. Besar iuran BPJS kesehatan yang berlaku saat ini

Mulai Hari Ini! Kelas BPJS Kesehatan Dihapus, Iuran Tidak Berubah Ilustrasi kantor BPJS Kesehatan. ANTARA FOTO/Makna Zaezar

Masyarakat tidak mampu yang terdaftar sebagai Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) akan mendapat bantuan Rp42 ribu dari Pemerintah Pusat dengan sokongan Pemerintah Daerah sesuai kekuatan fiskal masing-masing daerah.

Sementara, bagi peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) atau pekerja formal, termasuk penyelenggara negara seperti ASN, TNI, POLRI dan pekerja swasta, harus membayar iuran sebesar 5 persen dari upah. Rinciannya yaitu 4 persen dibayarkan pemberi kerja dan 1 persen oleh pekerja. Batas atas dan batas bawah upah yang diberlakukan bagi PPU yaitu upah kabupaten/kota sebesar Rp12 juta.

Selanjutnya, bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) dapat memilih besaran iuran yang diinginkan. Bagi peserta yang memilih kelas 1, iurannya sebesar Rp150 ribu tiap peserta per bulan, kelas 2 Rp100 ribu tiap peserta per bulan dan kelas 3 Rp35 ribu tiap peserta per bulan.

Iuran bagi PBPU kelas 3 sebetulnya sebesar Rp42 ribu. Namun, mendapat bantuan dari pemerintah senilai Rp7 ribu untuk tiap peserta per bulan nya.

Baca Juga: Mulai Hari Ini, BPJS Kesehatan Resmi Jadi Syarat Jual Beli Tanah

3. Daftar rumah sakit yang akan uji coba kelas standar BPJS kesehatan

Mulai Hari Ini! Kelas BPJS Kesehatan Dihapus, Iuran Tidak Berubah Ilustrasi rumah sakit. (IDN Times/Arief Rahmat)

Arif menjelaskan, meski uji coba sudah dimulai, namun pelayanan bagi peserta di 2.800 RS di Indonesia akan tetap sama. Uji coba baru akan dilakukan di beberapa RS milik pemerintah. Total ada 5 RS yang akan memulai uji coba kelas rawat inap standar BPJS kesehatan hari ini.

Adapun RS yang dimaksud, antara lain RS Leimena Ambon, RS Kariadi Semarang, RS Solo, dan RS Makassar.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya