Comscore Tracker

Freeport Selaraskan Tambang dan Kelestarian Alam Lewat 5 Hal Ini

Manajemen lingkungan nggak absen dari perhatian

Isu lingkungan adalah salah satu kekhawatiran utama dari kegiatan tambang. Memang sih, kekhawatiran ini bukan tanpa sebab mengingat setiap kegiatan tambang pasti memiliki implikasi terhadap lingkungan. Hanya saja, yang sering luput dari perhatian masyarakat adalah dampak terhadap lingkungan itu bisa dikelola lho, dan inilah yang dilakukan oleh Freeport Indonesia selama ini.

Selama menghadiri undangan site visit yang berlangsung pada 7 - 11 Oktober 2019, IDN Times melihat apa saja upaya yang dilakukan oleh Freeport Indonesia untuk menyelaraskan kegiatan tambang dan kelestarian lingkungan. Penasaran seperti apa? Baca terus artikel ini hingga selesai ya!

1. Penangkaran kupu-kupu di Timika

Freeport Selaraskan Tambang dan Kelestarian Alam Lewat 5 Hal IniIDN Times/Karsa Adiguna

Di sekitar kawasan operasional Freeport Indonesia masih banyak terdapat hutan lebat yang menjadi rumah bagi beragam flora dan fauna. Salah satunya adalah kupu-kupu dengan aneka ragam jenis. Selain sebagai penangkaran, Taman Kupu-Kupu ini juga menjadi tempat edukasi bagi masyarakat Timika tentang spesies kupu-kupu yang hidup di sekitar mereka. 

2. Penangkaran hewan-hewan yang diselamatkan dari perburuan ilegal

Freeport Selaraskan Tambang dan Kelestarian Alam Lewat 5 Hal IniIDN Times/Karsa Adiguna

Hutan Papua dihuni oleh beragam jenis hewan-hewan eksotis yang diincar oleh para pemburu ilegal. Seringkali ulah mereka digagalkan oleh aparat yang berwenang, sehingga satwa-satwa tersebut bisa dikembalikan ke alam. Namun, beberapa satwa hasil tangkapan ini menurun kondisi kesehatannya sehingga perlu dilakukan perawatan terlebih dahulu. Nah, Freeport Indonesia sudah menyiapkan fasilitas untuk itu di kawasan MP 21 atau yang biasa disebut area reklamasi. 


Selain untuk merawat hewan-hewan sebelum siap dilepasliarkan, fasilitas ini juga menampung hewan-hewan yang telah ditangkap dan dipelihara sejak kecil oleh pihak-pihak yang nggak bertanggung jawab. Oleh karena itu, hewan-hewan tersebut akan kesulitan untuk hidup di alam liar. Maka dari itu mereka dirawat di fasilitas milik Freeport Indonesia ini.

3. Uji coba dampak lingkungan dari tailing

Freeport Selaraskan Tambang dan Kelestarian Alam Lewat 5 Hal IniIDN Times/Karsa Adiguna

Tailing adalah limbah pertambangan yang sering menjadi perhatian pegiat lingkungan. Maka dari itu, Freeport Indonesia melakukan penelitian apakah tailing berdampak buruk pada kehidupan makhluk hidup. Ternyata, dari hasil penelitian ditemukan bahwa tailing tidak menyimpan bahaya bagi kehidupan, yang terbukti dari bagaimana buah-buah melon tersebut bisa tumbuh sehat. Bahkan, buah melon yang menggunakan media tanam tailing ini terasa lebih crunchy lho. 

4. Reklamasi area tambang Grasberg

Freeport Selaraskan Tambang dan Kelestarian Alam Lewat 5 Hal IniIDN Times/Karsa Adiguna

Selama puluhan tahun, tambang Grasberg adalah pusat kegiatan tambang Freeport Indonesia. Namun, karena alasan keamanan dan efektivitas, kegiatan tambang di Grasberg akan dihentikan pada akhir tahun 2019 ini. Setelah dihentikan, tambang Grasberg nggak akan didiamkan begitu saja, karena akan direklamasi oleh Freeport Indonesia.

Kegiatan reklamasi diwujudkan dengan penanaman ulang tanaman-tanaman endemik yang ada di seluruh area. Spesies tumbuhan yang ditanam adalah rumput lokal dan beberapa spesies rhododendron serta lumut. Menurut hasil penelitian, tanaman-tanaman tersebut sesuai untuk dipakai dalam reklamasi terasering batuan penutup. 

Selain penanaman ulang tumbuhan endemik, Freeport Indonesia melakukan stabilisasi area untuk meminimalisir kemungkinan longsor dan juga memompa air hujan keluar dari open-pit Grasberg. Kenapa air ini harus dipompa? Karena di bawah open-pit ini ada kegiatan tambang bawah tanah yang cukup masif. Jadi, kalau air hujan dibiarkan begitu saja dapat membahayakan kegiatan tambang tersebut. 

5. Menjaga keanekaragaman hayati

Freeport Selaraskan Tambang dan Kelestarian Alam Lewat 5 Hal IniIDN Times/Karsa Adiguna

Freeport Indonesia menggandeng pemerintah, aparat berwenang, dan masyarakat di Kabupaten Mimika untuk menjaga keanekaragaman hayati melalui kegiatan pelepasliaran satwa dilindungi hasil sitaan kegiatan ilegal atau pun penyerahan sukarela dari masyarakat. Dari hasil bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah Papua (BBKSDA) dan Kementerian Lingkungan Hidup, Freeport Indonesia untuk melepasliarkan ribuan labi-labi atau kura-kura moncong babi ke habitatnya di area Taman Nasional Lorentz. 

Selain itu, Freeport Indonesia juga berkontribusi pada upaya pelepasliaran ratusan satwa lain seperti burung nuri kepala hitam, kakatua jambul kuning, sanca hijau pohon piton bibir putih, sanca patola, kuskus ekor tembaga, kuskus tutul, kasuari gelambir ganda, dan masih banyak lagi. 

Itu dia upaya yang dilakukan oleh Freeport Indonesia untuk menyelaraskan kegiatan tambang dan kelestarian lingkungan. Lewat upaya-upaya tersebut, Freeport Indonesia memastikan kalau kegiatan tambangnya memiliki dampak lingkungan seminimal mungkin.

Topic:

  • Karsa Adiguna

Berita Terkini Lainnya