Comscore Tracker

Ates: Pengertian dan Fungsinya

Apa Itu Ates?

Ada banyak sekali istilah-istilah yang tidak kita ketahui dalam dunia perbankan atau ekonomi. Selama ini orang yang tidak berkecimpung di dunia ekonomi ataupun perbankan tentu sangat asing dengan istilah ates.

Sebenarnya setiap bidang tentu memiliki kamus bahasa sendiri. Sebagai contoh kamus bahasa politik, kamus bahasa psikologi, kamus bahasa kesehatan, dan lainnya.

Berikut ini kita membahas tentang salah satu istilah yang terdengar asing ditelinga kita namun sudah pasti diketahui oleh orang-orang yang berkutat di dunia perbankan atau ekonomi.

Istilah ‘ates’ dalam dunia ekonomi dan keuangan tentu sudah tidak asing lagi. Akan tetapi, untuk orang yang masih awam dengan kata-kata ini tentu saja masih memerlukan lebih lanjut pengertian, makna, dan fungsi dari istilah ini. Jika kita melihat lebih jauh mengenai dunia ekonomi, istilah ini tentu tidak akan lebih seputar keuangan.

Kali ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai definisi ates dari beberapa sumber dan apa fungsi kegunaan ates ini dalam dunia perekonomian.

1. Pengertian ates

Ates: Pengertian dan FungsinyaIDN Times/Arief Rahmat

Menurut kamus keuangan, ates didefinisikan sebagai pernyataan tertulis di bawah sumpah untuk menjadi saksi di pengadilan (attest). Definisi lain dari ates berdasarkan kamus IDN Times, ates adalah tinjauan-tinjauan independen atas laporan keuangan perusahaan yang dilakukan oleh akuntan publik bersertifikat lalu, akuntan publik bersertifikat tersebut memberikan laporan pengesahan dengan kesimpulan tentang keabsahan data.

Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah ates memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga ates dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya.

Ates sangat penting dalam dunia keuangan karena merupakan suatu proses dimana merupakan sertifikasi formal tentang laporan keuangan. 

2. Lalu bagaimana dengan fungsinya?

Ates: Pengertian dan Fungsinya(Ilustrasi pertumbuhan ekonomi) IDN Times/Arief Rahmat

Fungsi utama ates adalah untuk memeriksa laporan keuangan suatu entitas oleh pihak ketiga (suatu lembaga yang berwenang) berupa bentuk sertifikasi formal yang berisikan laporan hasil keuangan dan posisi keuangan entitas secara wajar.

Selain itu juga, ates memiliki fungsi sebagai pengesahan yang memiliki peran utama sebagai akuntan publik bersertifikat.

Tanpa adanya fungsi pengesahan komunitas investasi yang tidak memiliki cara untuk memverifikasi bahwa laporan keuangan perusahaan tempat mereka berinvestasi secara akurat.

Fungsi lainnya dari ates adalah menjadi layanan yang sudah dipercayai sebagai akuntan publik bersertifikat yang berusaha memberikan layanan yang akurat dan dapat diandalkan dalam hitungannya.

Dan tentunya cara kerja ates ini dilakukan oleh pihak independen yang mana memvalidasi informasi keuangan yang disiapkan oleh akuntan internal.

Singkatnya begini, ates memiliki tiga jenis fungsi yaitu pemeriksaan komprehensif, tinjauan pemeriksaan yang diselesaikan oleh pihak lain, dan pemeriksaan parsial yang terbatas pada analisis prosedur tertentu.

Baca Juga: Bank Bukan Bank: Pengertian dan Contohnya

3. Selain ates, ada juga istilah lain yaitu ates salinan. Apakah yang dimaksud dengan hal itu?

Ates: Pengertian dan Fungsinya(Ilustrasi stimulus ekonomi) IDN Times/Mia Amalia

Menurut kamus perbankan, ates memiliki definisi sebagai salinan (yang benar) dan dokumen asli, yang diterangkan oleh seorang saksi (attest copy). Definisi lain dari ates salinan adalah dokumen resmi yang diambil dari dokumen asli untuk memberikan kesaksian yang mana dokumen salinan tersebut menjadi saksi untuk dibacakan didepan hakim.

Singkatnya seperti ini, jika kamu memiliki permasalahan yang berhubungan dengan audit keuangan atau sejenisnya, kamu akan membawa hal ini di pengadilan yang mana dalam sesi persidangan ini kamu akan menerangkan kesaksian di meja hijau dengan membaca sebuah dokumen Salinan di depan hakim. Dokumen itu disebut ates salinan yang menjadi kesaksian dari permasalahan yang ada.

Secara umum, ates salinan juga bisa diartikan sebagai salinan dari dokumen asli. Tapi dalam hal ini juga harus diperiksa lebih dahulu untuk menentukan apakah ates salinan ini sah atau tidak karena kedudukannya sebagai suatu bukti yang valid dan harus diverifikasi terlebih dahulu kesamaan isi dan hal-hal lainnya.

Masih berkaitan dengan jenis-jenis dokumen atau ates. Dokumen ini juga memiliki berbagai jenis dan definisi yang perlu kamu ketahui diantaranya:

  • Dokumen pribadi: dokumen menyangkut kepentingan pribadi perorangan. Contohnya KTP, ijazah, akta lahir, paspor).
  • Dokumen niaga: dokumen yang berkaitan dengan perniagaan. Dokumen niaga berupa surat-surat berharga yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran. Contohnya cek, obligasi, packing list, faktur, kuitansi, surat pengantar, bill of lading, saham, dan letter of credit.
  • Dokumen sejarah: dokumen yang berkaitan dengan sejarah. Dapat berupa catatan penting, dan digunakan sebagai alat pembuktian peristiwa yang terjadi pada masa lalu. Contoh: fosil, rekaman film perjuangan, autobiografi, tugu, dan naskah proklamasi
  • Dokumen pemerintah: dokumen yang berisi informasi ketatanegaraan dari suatu pemerintahan. Jenis dokumen ini digunakan sebagai pembuktian kegiatan suatu pemerintahan. Contohnya keputusan presiden, undang-undang, peraturan daerah, peraturan pemerintah, dan perjanjian kerjasama antar negara.

Jenis dokumen berdasarkan fungsinya

  • Dokumen dinamis: dokumen yang dipergunakan secara langsung dalam proses penyelesaian pekerjaan kantor.
  • Dokumen statis:  dokumen yang tidak secara langsung dipergunakan dalam proses pekerjaan kantor.

Jenis dokumen berdasarkan bentuk fisiknya

  • Dokumen literer: dokumen yang ada karena ditulis, dicetak, digambar, atau direkam, dan dikumpulkan di dalam perpustakaan. Contohnya buku, majalah dan film.
  • Dokumen korporil: dokumen yang berupa benda sejarah, biasanya dikumpulkan di dalam museum. Contohnya arca, pakaian adat, patung, uang kuno, keris.
  • Dokumen privat: dokumen yang berupa surat atau arsip, disimpan dengan menggunakan sistem kearsipan. Contohnya surat dinas, surat berharga, surat niaga, surat tanda bukti dan laporan

Baca Juga: Sejarah Bank Indonesia, Bank Sentral Penjaga Kestabilan Nilai Rupiah 

4. Penutup

Kesimpulannya, jika kamu memiliki permasalahan dalam keuangan atau perbankan, maka pahami istilah ates dan ates salinan yang mana ini juga penting karena berupa jenis dokumen yang berisi kevalidan data yang harus dibawa ke pengadilan.

Baca Juga: Bank Digital Vs Bank Konvensional, Begini Menurut Dirut BRI 

Topic:

  • Kiki Amalia
  • Wendy Novianto

Berita Terkini Lainnya