Comscore Tracker

Mengenal Pembiayaan Saham Biasa

Pada mulanya, instrumen yang digunakan adalah reksa dana

Salah satu upaya perusahaan untuk mendapat tambahan modal yaitu dengan pembiayaan saham biasa. Pada metode satu ini, perusahaan terlebih dahulu harus menyiapkan sejumlah dana khusus untuk diinvestasikan pada saham biasa yang telah terdaftar di bursa efek.

Pemegang saham biasa memiliki hak untuk mengklaim bagian dari laba perusahaan dan mengendalikannya dengan berpartisipasi dalam pemilihan dewan direksi, serta dalam pemungutan suara mengenai kebijakan perusahaan yang penting.

Bagi yang baru dengar tentang pembiayaan saham biasa, artikel ini menyajikan penjelasan tentang pembiayaan saham biasa yang bisa kamu pahami. Yuk, simak!

1. Saham sebagai sumber dana perusahaan

Mengenal Pembiayaan Saham BiasaTeman baik investasi adalah waktu (Shutterstock/TZIDO SUN)

Dalam saham biasa, investor memiliki hak atas aset perusahaan hanya setelah pemegang obligasi, pemegang saham preferen, dan pemegang utang lainnya dibayar penuh dalam hal likuidasi. Saham merupakan sumber dana utama dari sebuah perusahaan dan merupakan bagian dari modal di mana terdiri dari

  • disagio saham;
  • modal disetor atau nominal;
  • laba ditahan atau retained earning.

2. Pengertian pembiayaan saham biasa

Mengenal Pembiayaan Saham Biasailustrasi investasi (pexels.com/Anna Nekrashevich)

Melansir Investopedia, pembiayaan saham biasa atau common stock fund adalah dana yang hanya diinvestasikan pada saham biasa perusahaan yang terdaftar di bursa saham. Mulanya, bentuk pembiayaan saham biasa adalah reksa dana. Namun, seiring munculnya berbagai jenis instrumen investasi, pembiayaan saham biasa bisa beragam.

Pembiayaan saham biasa dapat memberikan diversifikasi investasi dan menawarkan penghematan waktu daripada meneliti, membeli, dan menjual saham individu.

Pemilik saham biasa dapat memperoleh keuntungan dari apresiasi modal sekuritas. Umumnya, saham biasa menawarkan return yang relatif lebih tinggi terhadap saham atau obligasi pilihan. Namun, hal tersebut juga dibarengi dengan risiko yang lebih tinggi pula terkait dengan sekuritas tersebut.

Berikut beberapa faktor yang dapat menjadi pertimbangan dalam pembiayaan saham biasa, yaitu

  • pembagian resiko;
  • pembagian laba; dan
  • pengendalian perusahaan.

3. Keunggulan dan kelemahan pembiayaan saham biasa

Mengenal Pembiayaan Saham BiasaMembeli saham untuk self-reward (Shutterstock/Vitoriia Hnatiuk)

Berikut beberapa keunggulan yang dapat diberikan dari pembiayaan saham biasa, di antaranya

  • saham biasa tidak memiliki tanggal jatuh tempo;
  • saham biasa tidak membayar deviden tetap atau biaya modal;
  • saham biasa lebih mudah terjual dibandingkan obligasi;
  • memiliki dividen yang dikenakan pajak yang lebih rendah;
  • pembiayaan saham biasa dapat digunakan untuk menyangga kerugian.

Di samping itu, pembiayaan saham biasa juga disertai beberapa kelemahan, seperti

  • kurangnya terhadap hak suara pemilihan lama;
  • biaya penerbitan saham lebih mahal dari biaya penerbitan obligasi;
  • biasanya memiliki biaya modal yang umumnya lebih tinggi daripada biaya modal dan utang.

4. Metode penjualan saham biasa

Mengenal Pembiayaan Saham Biasailustrasi investasi (pixabay.com/geralt)

Dalam melakukan penjualan saham biasa, terdapat beberapa metode yang bisa dipilih, di antaranya:

1. Penawaran penanggungan
Merupakan metode penjualan saham baru kepada masyarakat melalui bank investasi atau underwriter dengan jaminan penjualan 100 persen.

2. Standby agreement
Metode ini merupakan metode yang menjual saham baru kepada masyarakat, melalui bank investasi dengan jaminan kurang dari 100 persen.

3. Penawaran hak murni
Metode ini merupakan metode yang menjual saham biasa baru kepada pemilik saham lama tanpa melalui bank investasi.

Itulah uraian penjelasan mengenai pembiayaan saham biasa, mulai dari pengertian hingga metode dari pembeliannya. Di ana pembiayaan ini menawarkan berinvestasi dengan penghematan waktu daripada meneliti membeli dan menjual saham secara individu

Baca Juga: Pembiayaan Berdasarkan Prinsip Syariah: Jenis, Manfaat, dan Akad

Topic:

  • Langgeng Irma Salugiasih

Berita Terkini Lainnya