Comscore Tracker

Pembiayaan Proyek: Pengertian dan Ciri-cirinya

Termasuk pembiayaan highly leveraged

Saat ini, Indonesia sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah seperti jalan tol, pembangkit listrik, dan bandar udara. Tentu saja rencana pembangunan tersebut, membutuhkan banyak bantuan dan kerja sama dari berbagai pihak.

Lalu, apakah kamu tahu dari mana sumber dana untuk melakukan pembangunan infrastruktur tersebut? Apakah kamu pernah mendengar istilah pembiayaan proyek?

Nah, artikel ini mengulas seputar pembiayaan proyek hingga dari mana dana proyek tersebut berasal. Yuk, simak!

Baca Juga: Jokowi: Infrastruktur Suplai Air di IKN Selesai Januari 2023

1. Pengertian pembiayaan proyek

Pembiayaan Proyek: Pengertian dan Ciri-cirinyailustrasi presentasi bisnis (unsplash.com/Campaign Creators)

Menurut OJK, pembiayaan proyek atau project financing adalah pembiayaan yang dilakukan oleh bank atau lembaga keuangan untuk membiayai suatu proyek konstruksi.

Sementara WallStreetMojo menyebut, pembiayaan ini dapat membantu dalam merancang struktur yang menguntungkan dan membatasi risiko pemegang saham melalui pengalihan risiko ke pihak lain.

Jika proyek konstruksi dilaksanakan di luar negeri, akan ada persyaratan tertentu dalam pemberian kreditnya. Dengan bank akan meminta jaminan bahwa pembayaran angsuran akan dilakukan sesuai dengan waktu yang ditetapkan.

Baca Juga: Pembayaran Kembali: Pengertian, Jenis, dan Tips Pengajuannya

2. Ciri utama pembiayaan proyek

Pembiayaan Proyek: Pengertian dan Ciri-cirinyailustrasi pembangunan proyek (unsplash.com/Scott Blake)

Karena digunakan untuk pembangunan proyek besar, pembiayaan ini bersifat jangka panjang bisa mencapai 15 tahun atau lebih. Berikut beberapa ciri utama dari pembiayaan proyek.

  • Pembiayaan termasuk dalam highly leveraged atau memanfaatkan utang dalam jumlah yang besar, dapat mencapai 65 hingga 80 persen dari nilai proyek.
  • Menggunakan beberapa lembaga keutangan untuk pembiayaan karena jumlah nilai yang sangat besar dan tidak bisa ditanggung oleh satu bank atau investor saja.
  • SPV (special purpose entity atau special purpose vehicle) harus menghasilkan arus kas yang cukup untuk membiayai seluruh operasional proyek dan untuk melakukan pembayaran kembali atas utang pembiayaan.

3. Sumber dana alternatif pembiayaan proyek

Pembiayaan Proyek: Pengertian dan Ciri-cirinyailustrasi kerjasama tim (pexels.com/Kindel Media)

Adapun beberapa sumber dana yang bisa dijadikan alternatif dalam pembiayaan proyek bagi pengembang, yaitu:

1. Dana internal perusahaan atau modal pribadi
Jika perusahaan membeli tanah dengan uang sendiri dan membangun proyek atas nama perusahaan sendiri. Maka perusahaan dapat mengatur dan mengontrol proyek tersebut tanpa intervensi karena proyek ini juga menjadi milik sendiri. Sehingga kondisi ini merupakan yang paling ideal.

2. Dana dari anggota keluarga
Jika perusahaan tidak memiliki modal untuk pembangunan proyek, maka keluarga di sini adalah orang-orang yang memiliki hubungan paling dekat, dapat menjadi alternatif sumber pendanaan proyek. Apabila perusahaan memiliki track record yang baik dan dapat dipercaya, maka pihak keluarga berpeluang besar untuk mengajukan kerjasama atau meminta bantuan untuk keperluan usaha.

3. Mengajak rekan usaha dalam membiayai proyek
Sumber alternatif dana yaitu dengan menggandeng rekan untuk membiayai proyek yang hendak dimulai. Yang terpenting adalah rasa percaya, karena kunci utama untuk mendapatkan kerjasama dalam bisnis adalah kepercayaan. 

4. Mencari investor
Investor dapat berupa perorangan atau badan hukum yang bisa menjadi alternatif dalam pembiayaan, bergantung dari besar kecilnya proyek yang direncanakan. Investor perorangan lebih menguntungkan untuk proyek berskala kecil. Namun jika proyek berskala besar, maka lebih baik digunakan investor berbadan hukum.

5. Memanfaatkan pemilik lahan sebagai pemodal
Peran pemilik lahan dalam hal ini, sebagai penyumbang modal yang bukan dalam bentuk uang, namun berupa tanah dengan tidak meminta pembayaran tunai di awal. Pemodal tersebut akan dibayarkan oleh pemilik proyek, ketika proyek sudah menghasilkan keuntungan. Atau bisa juga dibayarkan tahap dengan jangka waktu tertentu yang telah disepakati kedua belah pihak.

6. Memanfaatkan uang konsumen
Cara ini dilakukan dengan menjual proyek saat unit belum dibangun, dan saat ini juga jarang sekali pengembang yang menjual properti dalam kondisi ready stock. Sehingga, konsumen akan memberikan pembayaran uang muka dalam bentuk pelunasan, kemudian uang yang diberikan tersebut digunakan untuk membangun properti. 

Itu dia penjelasan pembiayaan proyek yang menjadi salah satu jalan keluar untuk dapat mewujudkan anggaran proyek yang dibutuhkan. Diperlukan track record yang baik supaya investor atau pemberi pembiayaan percaya dan mau bekerja sama dalam pembangunan proyek.

Baca Juga: Modal Proyek Kereta Cepat Sampai Surabaya Diupayakan Tak Pakai APBN

Topic:

  • Langgeng Irma Salugiasih
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya