Comscore Tracker

Mensos Risma soal BLT Minyak Goreng: Insyaallah 21 April Cair

BLT migor sedang dalam proses penyaluran

Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memastikan pihaknya bakal menyelesaikan tahapan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng (migor) dilakukan sebelum perayaan Idul Fitri.

Risma mengatakan BLT migor kemungkinan bakal cair sebelum 21 April 2022, sesuai dengan arahan Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

“Insyallah bisa (penyaluran BLT migor) seminggu sebelum lebaran," kata Risma, saat diwawancarai di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (13/04/2022).

Baca Juga: Cair Bulan Ini, Begini Cara Cek Penerima BLT Minyak Goreng Rp300 Ribu

1. BLT migor dalam proses penyaluran

Mensos Risma soal BLT Minyak Goreng: Insyaallah 21 April Cair

Risma mengaku, saat ini BLT minyak goreng saat ini sedang proses penyaluran diseluruh daerah di Indonesia. Pihaknya juga bekerja sama dengan PT Pos Indonesia.

“Proses penyalurannya bersama dengan PT Pos Indonesia,” kata Risma singkat.

2. BLT migor cair Rp300 ribu

Mensos Risma soal BLT Minyak Goreng: Insyaallah 21 April Cairilustrasi minyak goreng. (IDN Times/Sunariyah)

Sebagai informasi BLT migor akan diberikan sebesar Rp300 ribu untuk periode April, Mei dan Juni. Penerima BLT migor sebesar 20,65 juta orang berasal dari data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bansos pangan yang tercatat di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Jadi kita top up (BLT Migor) kepada mereka penerima sekitar 20,56 juta sekian. Itu nanti kita top up karena mereka nerima bantuan yang PKH ya PKH nanti di-top up 100 kali 3 bulan Rp 300 ribu di bulan April ini harus selesai sebelum Mei," ujar Risma.

3. Jokowi minta BLT migor segera cair

Mensos Risma soal BLT Minyak Goreng: Insyaallah 21 April Cair(IDN/Teatrika Handoko Putri)

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta penyaluran BLT minyak goreng dilakukan pada Ramadhan dan selesai  sebelum Idul Fitri. Jokowi berharap BLT migor sebesar Rp300 ribu itu bisa meringankan beban masyarakat kelas bawah. Apalagi mengingat harga komoditas pokok lainnya terus naik.

“Kami harapkan ini bisa meringankan, menyubsidi masyarakat utamanya para pedagang kaki lima yang berjualan gorengan,” kata dia.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya