Selama PPKM, Penumpang Menyeberang ke Bali Turun 70 Persen

Kalau nggak penting gak menyeberang

Banyuwangi, IDN Times - Jumlah penumpang yang menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali atau sebaliknya mengalami penurunan signifikan sejak pemberlakuan Juni 2021.

General Manager PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan atau PT ASDP Ketapang-Gilimanuk, Suharto mengatakan, penurunan jumlah penumpang turun hingga 70 persen, sejak Juni.

"Penurunan sangat signifikan, baik dari Jawa ke Bali atau sebaliknya, sama sama. Kalau yang penumpang penurunannya sampai 70 persen. Karena yang dari Bali kan juga dari Jawa juga. Bolak balik saja," ujar Suharto saat dihubungi IDN Times, Kamis (13/8/2021).

1. Logistik masih normal

Selama PPKM, Penumpang Menyeberang ke Bali Turun 70 PersenKendaraan roda empat saat melewati kawasan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. IDN Times/Mohamad Ulil Albab

Sementara itu, untuk angkutan logistik dari Jawa menuju Bali, kata Suharto, masih menunjukkan angka normal. Angkutan logistik memang menjadi prioritas untuk suplai kebutuhan baik dari Jawa ke Bali atau sebaliknya.

"Kalau logistik masih terbilang normal, ya cuma kadang turun 5 persen, kadang naik 2 persen," katanya.

Baca Juga: Sopir Logistik: Ketapang Lebih Ketat Dibanding Gilimanuk

2. Aturan PPKM

Selama PPKM, Penumpang Menyeberang ke Bali Turun 70 PersenPengendara motor saat memasuki loket tiket di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. IDN Times/Mohamad Ulil Albab.

Jumlah angkutan penumpang non logistik, mengalami penurunan dikarenakan adanya sejumlah aturan baru. Sebelum menyeberang, penumpang wajib menjalani swab antigen dan menunjukkan keterangan sudah divaksin, yang sebelumnya cukup dengan Ge-Nose.

"Jadi selama PPKM ini untuk yang non logistik, persyaratannya minimal vaksin satu dan swab antigen. Kalau yang logistik persyaratannya antigen saja. Nggak perlu menunjukkan vaksin," terangnya.

3. Pembatasan jam operasional

Selama PPKM, Penumpang Menyeberang ke Bali Turun 70 PersenKendaraan roda empat saat melewati kawasan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. IDN Times/Mohamad Ulil Albab

Sementara itu, penyebab kedua karena pembatasan jam operasional bagi penumpang, terutama yang non logistik. Para penumpang hanya bisa menyeberang mulai pukul 06.00-19.00 WIB.

"Kalau non logistik hanya diperbolehkan siang hari, jadi mulai dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB dari Ketapang, kalau logistik tetap 24 jam. Jadi pembatasan jam operasional dan dokumen itu, kan orang kalau nggak penting mau urus ada ini itu," ujarnya.

Sesuai peraturan SE Mendagri, selama PPKM persyaratan vaksin dan swab antigen diwajibkan bila penumpang mau menyeberang ke Bali atau sebaliknya. Namun, khusus sopir logistik tidak diwajibkan menunjukkan bukti vaksin.

"Kalau penumpang non logistik, harus menunjukkan vaksin minimal pertama, dan tes swab antigen. Kalau logistik persyaratannya antigen saja. nggak perlu menunjukkan vaksin," ujarnya.

Baca Juga: Mulai Besok Pelayanan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Hanya 14 Jam 

Mohamad Ulil Albab Photo Verified Writer Mohamad Ulil Albab

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Zumrotul Abidin

Berita Terkini Lainnya