Comscore Tracker

4 Kegagalan Robot Pengganti Manusia, Masih Layak untuk Bisnis Gak Ya?

Ciptaan Tuhan memang gak ada tandingannya

Peran manusia di zaman yang semakin modern ini perlahan mulai digantikan dengan robot. Seperti pelayan, admin, hingga bartender. Menciptakan robot pekerja yang punya sistem sama baiknya dengan manusia bukanlah hal mustahil.

Namun secanggih apa pun fitur yang dimiliki robot, tetap tak bisa menyaingi kemampuan penciptanya alias manusia. Robot tak punya logika dan perasaan seperti manusia. Mereka juga tak punya kepekaan mengatasi masalah sesuai dengan kondisi terkini.

Alhasil, banyak pihak yang justru merasa dirugikan karena telah merekrut robot. Mereka justru dianggap gagal karena melakukan berbagai kesalahan. Seperti 4 kasus di bawah ini.

1. Robot polisi

4 Kegagalan Robot Pengganti Manusia, Masih Layak untuk Bisnis Gak Ya?digitaltrends.com

Desember lalu, security  robot yang bertugas menjaga keamanan di sekitar tempat adopsi hewan Amerika Serikat "dipecat" karena menimbulkan masalah. Robot setinggi 150 centimeter itu dinamai Knightscope K5.

Tak main-main, robot ini dilengkapi sistem canggih. Di antaranya bisa berpatroli secara otomatis, merekam video keamanan, dan membaca 300 plat nomor kendaraan dalam satu menit. 

Sayangnya, robot ini menuai kontroversi karena dirasa menghalangi pejalan kaki dan pesepeda yang ingin menggunakan trotoar. Selain itu, para tunawisma di sana mengaku terganggu akan kehadiran robot tersebut. Tiap menemukan orang jalanan, ia akan membunyikan sirine, sehingga mereka terpaksa pergi.

2. Robot pelayan restoran di China

4 Kegagalan Robot Pengganti Manusia, Masih Layak untuk Bisnis Gak Ya?sputniknews.com

Di China, memakai robot sebagai pelayan restoran jadi tren tersendiri untuk menarik perhatian pelanggan. Tapi tak semua tempat sukses menjalankan bisnisnya dengan konsep tersebut.

Beberapa restoran di Guangzhou, China, bangkrut akibat memperkerjakan robot. Restoran yang masih beroperasi terpaksa memberhentikan "pekerja canggih" tersebut.

Alasannya beragam, mereka menganggap kerja robot tak seefektif manusia. Mereka lambat dan sering melakukan kesalahan. Misalnya seperti menumpahkan makanan atau minuman. Selain itu, biaya sewa robot juga sangat mahal, yakni sekitar Rp 100 juta untuk satu robot. Belum lagi ongkos perawatannya.

3. Robot pelayan di supermarket

4 Kegagalan Robot Pengganti Manusia, Masih Layak untuk Bisnis Gak Ya?tecmundo.com.br

Fabio adalah nama robot pelayan supermarket pertama di Inggris. Namun, saat diuji coba di salah satu supermarket, hasil kerjanya tak memuaskan. Alhasil, ia terpaksa diberhentikan meski baru satu pekan bekerja.

Fabio bertugas selayaknya karyawan. Mulai dari memberikan informasi soal produk, menunjukkan letak barang, hingga menyapa customer.  Tapi kinerjanya yang tidak detail justru memusingkan pelanggan.

Saat ditanya di mana letak bir, dia cuma menyebutkan "Bir ada di bagian minuman beralkohol", tanpa menunjukkan arah atau mengantar langsung ke sana. Selain itu, banyak orang yang justru menghindari sapaan Fabio karena merasa takut atau tak nyaman.

Baca juga: Bebas Repot, Robot Unyu Ini Bisa Bersihkan Akuarium

4. Bot reporter yang menyiarkan berita salah

4 Kegagalan Robot Pengganti Manusia, Masih Layak untuk Bisnis Gak Ya?huffingtonpost.com

Saat ini, kanal berita bisa memanfaatkan artificial intellegence (AI) atau kecerdasan buatan untuk membuat konten tulisan dan video secara otomatis. Namun, sistem bot tentu tak bisa seakurat reporter manusia. Akibatnya, sebuah kesalahan fatal terjadi.

Pada tanggal 21 Juni 2017 lalu, "Los Angeles Times" mempublikasikan berita tentang gempa bumi berkekuatan 6,8 SR di Santa Barbara, California. Padahal, bencana tersebut terjadi pada 1925, bukan 2017.

5. Jadi, apakah robot masih bisa diharapkan?

4 Kegagalan Robot Pengganti Manusia, Masih Layak untuk Bisnis Gak Ya?AP Photo/Koji Sasahara via bostonherald.com

Meski banyak kasus tentang kegagalan robot yang berprofesi seperti manusia, namun pengembangannya tidak berhenti begitu saja. Sistem terus diperbaiki demi menciptakan kecerdasan buatan yang mendekati sempurna.

Terakhir, sebuah robot barista hadir di "Strange Cafe", Tokyo, Jepang, dianggap membantu kerja manusia. Robot ini dianggap lebih efektif karena bisa menyajikan 5 cup kopi sekaligus dalam satu waktu. Hasil racikannya pun lebih presisi.

Selalu ada baik buruk dalam setiap hal, termasuk  tenaga robot. Kalau kamu punya bisnis, kamu bakal memakai tenaga robot atau manusia, nih? Ceritain di kolom komentar ya!

Baca juga: 5 Restoran Unik Ini Mempekerjakan Robot, Ada yang Jadi Koki Lho

 

Line IDN Times

Topic:

Just For You