Comscore Tracker

5 Kunci Sukses d'Besto Kembangkan Bisnis Kurang dari 10 Tahun

d'Besto sudah memiliki 300 outlet dan ribuan karyawan

Jakarta, IDN Times – Menjalankan bisnis food and beverage (F&B) bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Apalagi jika produk yang dijual sudah banyak di pasaran.

Namun, hal itu tidak berlaku bagi d’BestO. Restoran ayam goreng cepat saji ini berhasil mengembangkan bisnis dengan pesat hingga memiliki hampir 300 outlet yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, hingga Sumatera Barat dengan sejumlah strategi bisnis. Salah satunya yakni fokus untuk menyediakan menu fried chicken dalam konsep mini resto yang sederhana dan merakyat.

Dalam malam penghargaan Shopee Super Awards 2021 pada Kamis (16/12/2021) lalu, Wahyu Pambudi, Corporate Secretary d’BestO membagikan lima rahasia d’BestO hingga bisa berkembang pesat secara konsisten melewati berbagai tantangan. d’BestO sendiri terpilih menjadi Top Growing F&B Merchant pada Shopee Super Awards 2021, acara penghargaan yang dilakukan oleh Shopee untuk mengapresiasi berbagai pihak dan figur yang dinilai turut menjadi penggerak ekonomi digital di Indonesia.

Berikut adalah lima tips sukses kembangkan bisnis dari d’BestO.

Baca Juga: 8 Tips Instagram Marketing untuk Mengembangkan Bisnis, Lebih Efektif!

1. Siasati krisis dengan kreatif

5 Kunci Sukses d'Besto Kembangkan Bisnis Kurang dari 10 TahunIlustrasi Bisnis. (IDN Times/Aditya Pratama)

Dibalik kesuksesan d’BestO, siapa sangka jika brand ini lahir dari sebuah masa sulit yang diterpa oleh kedua pendirinya, Evalinda Amir dan Setyajid.

Awalnya, keduanya membuka brand fried chicken dengan sistem gerobak sejak tahun 1994 dengan nama Kentuku Fried Chicken (KUFC). Namun, pada tahun 1998 dan 2005, usaha yang dirintis menghadapi tantangan berat karena krisis moneter dan juga flu burung.

Menolak untuk menyerah, Evalinda dan Setyajid menyiasati flu burung dengan kreatif. Mereka menempel profilnya di setiap outlet d’BestO agar konsumen percaya bahwa ayam yang mereka jual bebas dari flu burung. Kebetulan, keduanya sama-sama memiliki latar belakang sebagai dokter hewan sehingga bisa memberikan edukasi kepada konsumen akan keamanan produk yang dijual.

2. Jeli garap segmen yang belum digarap kompetitor

5 Kunci Sukses d'Besto Kembangkan Bisnis Kurang dari 10 TahunIlustrasi UMKM. (IDN Times/Aditya Pratama)

Di Indonesia, ada banyak brand mancanegara yang menjadikan menu fried chicken sebagai hidangan utama. Ada pula pemain-pemain lokal independen dengan konsep gerobak yang juga bermain di sektor ini. Meskipun begitu, ada sektor yang belum terjamah ketika d’BestO dimulai, yakni outlet fried chicken yang terjangkau dan bisa dinikmati berbagai kalangan, namun memiliki rasa yang lezat, konsisten, dan bersertifikasi MUI.

“Restoran fried chicken umumnya memiliki harga yang relatif tinggi. Sementara banyak brand dalam skala yang lebih kecil tidak memiliki standarisasi yang kuat sehingga membuat rasa yang berbeda-beda. d’BestO hadir sebagai solusi dengan menyediakan produk fried chicken dengan rasa yang lezat, konsisten, terjangkau, dan dapat ditemukan dengan mudah,” kata Wahyu.

“Intinya, produk yang kita jual pasti ada waktunya akan sama atau mirip dengan kompetitor. Namun, selalu ada jalan untuk menemukan celah yang bisa kita maksimalkan.”

3. Inovasi dengan memaksimalkan sumber daya yang ada

5 Kunci Sukses d'Besto Kembangkan Bisnis Kurang dari 10 TahunIlustrasi Bisnis. (IDN Times/Aditya Pratama)

Pengusaha manapun pasti setuju, jika inovasi merupakan hal yang penting bagi keberlangsungan suatu bisnis. Namun, jika tidak dilakukan dengan hati-hati, fokus pada inovasi juga berpeluang membuat pengeluaran membengkak. Untuk menyiasatinya, d’BestO memilih untuk fokus berinovasi dengan memaksimalkan bahan baku yang telah ada.

“Selain efisiensi, inovasi menggunakan bahan baku yang sudah ada juga memungkinkan kami untuk fokus pada keunggulan kami, yakni aneka produk fried chicken, burger, dan turunannya,” kata Wahyu.

Agar konsumen tidak bosan, d’BestO selalu mengeluarkan menu baru setiap tiga-empat bulan sekali. Menu yang terbaru, mereka mengeluarkan produk Ayam CLBK (Ayam Celup Bakar), ayam crispy yang melalui dua metode memasak, yakni digoreng lalu dibakar.

4. Program marketing berlandaskan data

5 Kunci Sukses d'Besto Kembangkan Bisnis Kurang dari 10 TahunIlustrasi Bisnis. (IDN Times/Aditya Pratama)

Sejak pandemik, semakin banyak brand yang beralih ke layanan digital, baik layanan pembayaran digital seperti ShopeePay maupun layanan pesan antar makanan seperti ShopeeFood. Bagi d’BestO, ada dua keuntungan yang didapatkan dari adaptasi layanan digital. Pertama, menstimulus konsumen untuk bertransaksi lebih banyak dengan ragam promo yang kerap diberikan. Kedua, memberikan keuntungan dari segi data yang lebih komprehensif.

“Kami melihat, penggunaan layanan pembayaran digital ShopeePay oleh masyarakat kini telah menjadi gaya hidup yang tak terpisahkan, bahkan di daerah-daerah yang tidak kami perkirakan. Sementara itu, beberapa outlet d’BestO kini bahkan mayoritas pendapatannya berasal dari layanan pesan antar makanan ShopeeFood. Di sisi lain, setiap bulannya kami selalu melihat insight dari transaksi penjualan kami di ShopeePay dan ShopeeFood. Insight tersebut beserta current trend dan insight-insight lain yang tersebar secara luas di dunia maya juga memungkinkan kami untuk membuat program berlandaskan data sehingga lebih terukur, jelas, dan tepat sasaran,” kata Wahyu.

Baca Juga: 5 Tips buat Pengusaha UMKM supaya Bisnis Makin Lancar saat Pandemik 

5. Mendapatkan lebih dengan memberi lebih

5 Kunci Sukses d'Besto Kembangkan Bisnis Kurang dari 10 Tahunilustrasi investasi (IDN Times/Mia Amalia)

d’BestO yang sudah berdiri selama satu dekade, selalu memegang teguh prinsipnya sebagai sebuah bisnis untuk dapat membawa manfaat bagi konsumen, pegawai, hingga masyarakat sekitar. Ekspansi d’BestO hingga ke beberapa kota, nyatanya membawa dampak signifikan dari segi sosial dan ekonomi. Contohnya, sejak melebarkan sayapnya ke Sumatera Barat pada 2014 silam, d’BestO berangsur-angsur mengurangi tingkat pengangguran Kota Padang. Roda perekonomian pun semakin berputar dengan seiring berkembangnya cabang d’BestO.

“Sebagai sebuah bisnis, kami percaya d’BestO juga menanggung tanggung jawab sosial terhadap masyarakat sekitar. Salah satu upaya dalam berkontribusi secara sosial adalah dengan berbagi kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Hal ini kami terapkan secara rutin melalui program bernama Jumat Berkah. Untuk karyawan, kami juga secara rutin memberikan apresiasi berupa penghargaan tahunan dan masih banyak lagi. Dengan memberi lebih, d’BestO yakin akan membawa dampak yang lebih besar dan mendapatkan lebih,” ujar Wahyu.

Baca Juga: 5 Ide Bisnis Jelang Tahun Baru, Bisa Cuan Gede!

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya