Comscore Tracker

Aplikasi Edit Foto Tiongkok Beli Bitcoin dan Ethereum Rp560 Miliar

Meitu beli ether 22,1 juta dolar dan bitcoin 17,9 juta dolar

Jakarta, IDN Times – Meitu, perusahaan Tiongkok yang membuat aplikasi pengeditan foto, pada Minggu (7/3/2021), mengumumkan telah membeli mata uang kripto (cryptocurrency) bitcoin dan ether (ethereum).

Perusahaan yang terdaftar di Hong Kong itu mengatakan, mereka membeli ether senilai 22,1 juta dolar Amerika serikat (AS) dan bitcoin senilai 17,9 juta dolar AS pada 5 Maret.

Jumlah kedua pembelian tersebut setara 40 juta dolar AS atau sekitar Rp560 miliar.

Baca Juga: Tesla Beli Bitcoin dan Mau Dijadikan Alat Pembayaran

1. Perusahaan terbaru yang membeli cryptocurrency

Aplikasi Edit Foto Tiongkok Beli Bitcoin dan Ethereum Rp560 MiliarMeitu Apps (foto: Rehia Sebayang)

Langkah tersebut menambah panjang daftar perusahaan besar dunia yang membeli cryptocurrency.

Sebelumnya, sejumlah perusahaan termasuk perusahaan mobil listrik Tesla dan aplikasi pembayaran Square, telah lebih dulu membeli bitcoin.

Meski demikian, Meitu tampaknya menjadi perusahaan besar pertama yang membeli ether, mata uang kripto yang bekerja pada blockchain ethereum.

Blockchain merupakan teknologi yang menopang mata uang crypto tertentu, dan bitcoin didasarkan pada blockchainnya sendiri.

2. Blockchain ethereum

Aplikasi Edit Foto Tiongkok Beli Bitcoin dan Ethereum Rp560 Miliarinstagram

Ethereum adalah jaringan yang berbeda dari blockchain bitcoin. Jaringan ini adalah blockchain sumber terbuka yang memungkinkan pengembang membangun aplikasi di atasnya.

Cryptocurrency ether dapat digunakan untuk membayar atau berinteraksi dengan layanan yang dibangun di atas jaringan ethereum. Ini sering disebut aplikasi terdesentralisasi atau dApps.

Baca Juga: Beli Mobil Tesla Bisa Pakai Bitcoin, Apakah Menguntungkan?

3. Tanggapan Meitu

Aplikasi Edit Foto Tiongkok Beli Bitcoin dan Ethereum Rp560 Miliargoogle image

Dalam sebuah pernyataan, Meitu mengatakan bahwa teknologi blockchain berpotensi memecah belah industri keuangan dan teknologi yang ada, mirip dengan cara internet seluler mengacaukan internet PC dan banyak industri offline lainnya.

“Dewan percaya cryptocurrency memiliki ruang yang cukup untuk mencatatkan pertumbuhan nilai dan dengan mengalokasikan sebagian dari perbendaharaannya dalam cryptocurrency juga dapat berfungsi sebagai diversifikasi untuk menyimpan uang tunai (yang tunduk pada tekanan depresiasi karena peningkatan pasokan uang yang agresif oleh bank sentral secara global) di manajemen perbendaharaan,” kata Meitu, dikutip dari CNBC.

“Langkah ini menunjukkan kepada investor bahwa Meitu memiliki visi dan tekad untuk merangkul evolusi teknologi, dan karenanya mempersiapkan langkahnya ke dalam industri blockchain,” tambah Meitu.

Perusahaan lebih lanjut mengatakan, sedang mengevaluasi kelayakan untuk mengintegrasikan teknologi blockchain ke berbagai bisnis luar negeri.

“Termasuk potensi meluncurkan aplikasi berbasis ethereum atau berinvestasi ke bisnis blockchain lainnya,” kata dia.

Topic:

  • Rehia Sebayang
  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya