ASEAN dan Pakistan Berpotensi untuk Tingkatkan Perdagangan
Resepsi diplomatik untuk merayakan HUT ke-76 Kemerdekaan RI dan sekaligus peringatan HUT ASEAN ke-54.
Jakarta, IDN Times – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Mantan Duta Besar Pakistan Ambassador Sanaullah mengatakan ASEAN dan Pakistan memiliki potensi besar untuk meningkatkan perdagangan mereka.
Ia mengatakan bahwa volume perdagangan senilai 8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) saat ini berpeluang untuk ditingkatkan untuk membantu lebih mensejahterakan kehidupan masyarakat di wilayah tersebut. Ia juga berharap untuk memperdalam hubungannya dengan negara-negara ASEAN dan siap mengambil kebijakan yang konkrit untuk mengupayakan hal tersebut.
“ASEAN dream adalah nyata,” kata mantan Dubes Pakistan untuk Indonesia itu dalam rilis yang diterima IDN Times, Selasa (28/9/2021).
“Perlu kiranya untuk segera memanfaatkan potensi tersebut secara maksimal, sehingga meningkatkan hubungan kerjasama pada tingkat yang lebih tinggi di kedua kawasan.”
Baca Juga: Pakistan Serukan Dunia Akhiri Sanksi ke Taliban
1. Indonesia-Pakistan memiliki kesamaan
Sebelumnya pada Selasa (28/9/2021), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Pakistan di Islamabad menggelar resepsi diplomatik untuk merayakan HUT ke-76 Kemerdekaan RI dan sekaligus peringatan HUT ASEAN ke-54 secara terbatas. Acara yang juga mengundang Dubes negara-negara ASEAN di Islamabad itu bertujuan untuk mempererat hubungan Pakistan dengan Indonesia, dan juga dengan ASEAN.
Dalam sambutannya di acara tersebut, Dubes RI untuk Pakistan Adam M. Tugio mengatakan meski Indonesia dan Pakistan terletak di wilayah geografis yang jauh di Asia Tenggara dan Asia Selatan, namun jejak dan pengaruh budaya satu sama lain cukup terlihat dalam cara hidup kedua negara.
“Kesamaan menarik lainnya adalah Indonesia dan Pakistan juga merayakan Hari Kemerdekaan pada bulan Agustus, masing-masing pada tanggal 17 dan 14,” ujarnya.
Dubes Adam juga menyampaikan apresiasi kepada Chief Guest dan Guest of Honor atas kesediaan mereka untuk menghadiri acara Resepsi diplomatik HUT RI dan ASEAN Day. Ia juga memaparkan mengenai perkembangan ekonomi Indonesia dan hubungan bilateral RI-Pakistan dan ASEAN-Pakistan.
2. Perayaan dilakukan bertepatan dengan ASEAN Day
Editor’s picks
Resepsi diplomatik tersebut dilaksanakan bersamaan perayaan ASEAN Day, dan dilakukan di dua kota yaitu Islamabad dan Rawalpindi.
Menurut rilis yang diterima IDN Times, perayaan di Islamabad difokuskan kalangan diplomatik, pejabat pemerintahan Pakistan, Universitas, friends of Indonesia dan lembaga riset. Sedangkan untuk acara di Rawalpindi difokuskan kalangan pelaku usaha yang tergabung dalam kamar dagang dari negara-negara anggota ASEAN dan Pakistan yang berdomisili di Islamabad dan Rawalpindi.Acara dihadiri oleh sekitar 70 undangan yang terdiri kalangan diplomatik, perwakilan pemerintah, dan pejabat Kemenlu Pakistan, jurnalis, pelaku usaha dan friends of Indonesia.
Resepsi yang berlangsung di halaman KBRI Islamabad diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu kebangsaan Pakistan dan Hymne ASEAN, dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh Dubes Adam dan diakhiri dengan penampilan pencak silat oleh pesilat warga negara Pakistan. Acara juga dihadiri Chief Guest, H.E. Syed Fakhar Imam, Menteri Federal Keamanan Pangan Nasional dan Riset yang mewakili Pemerintah Pakistan dan Guest of Honor, Senator Mushahid Hussain Sayed, Ketua Komite Pertahanan Senat Pakistan yang mewakili DPR.
Baca Juga: AS, Pakistan, China, dan Rusia Sepakati Strategi untuk Menekan Taliban
3. ASEAN memainkan peran sentral dalam perjanjian perdagangan bebas dengan anggota non-ASEAN lainnya
Beberapa pengamat menyambut baik pelaksanaan acara resepsi bersama tersebut, salah satunya yakni Pemimpin Redaksi Daily Islamabad POST, DNA News Agency, Centreline Journal Ansar Mahmood Bhatti. Ia mengatakan upaya KBRI merayakan kemerdekaan HUT RI sekaligus merayakan Hari ASEAN bersama Kedubes negara negara ASEAN di Islamabad merupakan langkah tepat dan yang patut diapresiasi.
“Acara ini memberikan kesempatan bagi para undangan yang hadir untuk memiliki pengetahuan langsung tentang ASEAN,” ujarnya.
Disisi lain, Direktur Eksekutif Pusat Studi Global and Strategis (CGSS) Khalid Taimur Akram mengatakan kawasan ASEAN-Pakistan memiliki makna kerjasama yang sangat potensial saat ini. Ia menyebut pada tahun 1997, Pakistan mendapat status Mitra Dialog Sektoral (SDP), yang membuka lebih banyak jendela kerjasama di berbagai bidang, termasuk perdagangan, industri, investasi, lingkungan, ilmu pengetahuan dan teknologi, pariwisata dan pengembangan sumber daya manusia.
“ASEAN memainkan peran sentral dalam perjanjian perdagangan bebas dengan anggota non-ASEAN lainnya,” ujar pakar CGSS yang kerap bekerjasama dengan KBRI ini.
Akram juga menyatakan bahwa prospek perdagangan dan investasi antara ASEAN dan Pakistan cukup tinggi. Ia menyebut Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC) dan keuntungan pelengkap yang terkait dengan mega proyek ekonomi akan memberikan sejumlah peluang bagi negara-negara kawasan untuk meningkatkan hubungan perdagangan/komersial.
Untuk meningkatkan hubungan ASEAN-Pakistan, Akram juga menyampaikan beberapa usulan.
“Perlunya rezim visa, usaha patungan dengan interaksi business-to-business (B2B), dan keterlibatan sektor UKM akan memperluas rasio perdagangan-investasi antara ASEAN-Pakistan,” paparnya.
Baca Juga: Tingkatkan Perdagangan, Indonesia Akan Gelar Dua Forum Bisnis


