Banyak Peminat, Harga Emas Naik Jadi Rp918 Ribu per Gram

Harga emas naik Rp1 ribu per gram

Jakarta, IDN Times - Harga emas hari ini, produksi PT Aneka Tambang atau Antam naik pada Kamis (7/10/2021). Pantauan IDN Times dari logammulia.com, harga emas naik Rp1 ribu menjadi Rp918 ribu per gram.

Harga jual kembali atau buyback juga naik Rp2 ribu menjadi Rp807 ribu per gram.

Baca Juga: Bitcoin atau Emas, Mana yang Lebih Unggul?

1. Harga emas batangan Antam dalam pecahan lain

Banyak Peminat, Harga Emas Naik Jadi Rp918 Ribu per GramIlustrasi Emas (IDN Times/Aditya Pratama)

Berikut harga emas batangan Antam hari ini dalam pecahan lain:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp509 ribu
  • Harga emas 1 gram: Rp918 ribu
  • Harga emas 2 gram: Rp1,776 juta
  • Harga emas 3 gram: Rp2,639 juta
  • Harga emas 5 gram: Rp4,365 juta
  • Harga emas 10 gram: Rp8,675 juta
  • Harga emas 25 gram: Rp21,562 juta
  • Harga emas 50 gram: Rp43,045 juta
  • Harga emas 100 gram: Rp86,012 juta

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Baca Juga: 5 Kesalahan Utama yang Harus Dihindari Saat Investasi Emas 

2. Emas berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi

Banyak Peminat, Harga Emas Naik Jadi Rp918 Ribu per GramIlustrasi Emas. (IDN Times/Aditya Pratama)

Emas bisa menjadi cara yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena emas merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilainya juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.

Itu berarti, di saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernafas lega karena tidak semua asetnya melemah nilainya.

Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar 5 persen-15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas atau emas.

Baca Juga: 5 Negara dengan Cadangan Emas Terbanyak di Dunia, Kaya Bak Sultan

3. Tips investasi emas

Banyak Peminat, Harga Emas Naik Jadi Rp918 Ribu per GramIlustrasi Emas. (IDN Times/Aditya Pratama)

Sepanjang sejarah, emas memang dikenal sebagai instrumen investasi yang lebih aman dibandingkan instrumen investasi lain seperti saham. Ini karena emas tahan terhadap hampir semua jenis masalah, mulai dari inflasi, pergolakan ekonomi atau fluktuasi mata uang, hingga perang.

Saat berpikir untuk mulai berinvestasi emas, jangan batasi diri hanya dengan membeli emas fisik, seperti koin atau emas batangan. Alternatif untuk berinvestasi emas termasuk membeli saham perusahaan pertambangan emas atau dana yang diperdagangkan di bursa emas (ETF), juga bisa menjadi pilihan.

Selain itu, bisa juga berinvestasi dalam emas dengan opsi perdagangan dan kontrak berjangka. Namun, orang yang memilih untuk berinvestasi dalam emas melalui opsi atau kontrak berjangka perlu secara aktif memantau kepemilikan mereka sehingga mereka dapat menjual, menggulirkan atau menggunakan opsi mereka sebelum kedaluwarsa sehingga tidak berharga.

“Selain itu, setiap opsi ini mencakup tingkat leverage tertentu, atau utang, secara default, sehingga investor yang menggunakannya secara berlebihan dan mengalami kerugian pasar dapat melihat kerugian mereka meningkat dengan cepat,” sebagaimana disampaikan Dock David Treece, mantan penasihat investasi berlisensi dan anggota dari Dewan Penasihat Perusahaan Kecil FINRA dalam artikel yang dimuat Forbes.

Topik:

  • Anata Siregar
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya