Banyak Peminat, Harga Emas Naik Jadi Rp994 Ribu per Gram

Harga jual kembali atau buyback naik Rp12 ribu

Jakarta, IDN Times – Harga emas pada hari ini, Kamis (16/6/2022), produksi PT Aneka Tambang atau Antam mengalami kenaikan naik. Pantauan IDN Times dari logammulia.com, harga emas naik Rp10 ribu menjadi Rp994 ribu per gram.

Sementara harga jual kembali atau buyback naik Rp12 ribu di Rp870 ribu per gram.

Baca Juga: Pilih Tabungan Emas atau Kredit Emas? Ini Bedanya

1. Harga emas batangan Antam dalam pecahan lain

Banyak Peminat, Harga Emas Naik Jadi Rp994 Ribu per Gramilustrasi tabungan emas (IDN Times/Nathaniel Tegar)

Berikut harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp547 ribu
  • Harga emas 1 gram: Rp994 ribu
  • Harga emas 2 gram: Rp1,928 juta
  • Harga emas 3 gram: Rp2,867 juta
  • Harga emas 5 gram: Rp4,745 juta
  • Harga emas 10 gram: Rp9,435 juta
  • Harga emas 25 gram: Rp23,462 juta
  • Harga emas 50 gram: Rp46,845 juta
  • Harga emas 100 gram: Rp93,612 juta
  • Harga emas di atas merupakan harga dasar, alias belum termasuk pajak. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemilik pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,9 persen bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP.

2. Emas merupakan aset aman untuk berinvestasi

Banyak Peminat, Harga Emas Naik Jadi Rp994 Ribu per Gramilustrasi tabungan emas (IDN Times/Nathaniel Tegar)

Emas bisa menjadi cara yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena emas merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilainya juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.

Itu berarti, di saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernafas lega karena tidak semua asetnya melemah nilainya.

Menurut MoneyWeek, emas umumnya disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar 5 persen-15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas atau emas.

Sementara itu menurut Richard dan Robert Michaud, investor cukup memegang antara 2 persen hingga 10 persen emas dalam portofolio mereka untuk dapat meningkatkan kinerja investasi secara signifikan.

“Ini juga berlaku bahkan ketika mengasumsikan pengembalian emas tahunan rata-rata konservatif di angka yang rendah antara 2 persen hingga 4 persen, jauh di bawah kinerja historis jangka panjang yang sebenarnya,” tulis gold.org.

3. Tentukan tujuan investasi sebelum beli emas

Banyak Peminat, Harga Emas Naik Jadi Rp994 Ribu per Gramilustrasi tabungan emas (IDN Times/Nathaniel Tegar)

Meski investasi emas juga cenderung aman, namun penting untuk menentukan tujuan investasi sebelum membeli emas. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli. Alih-alih untung, kamu bisa merugi.

Sebaliknya, jika kamu berinvestasi untuk jangka panjang, emas jadi instrumen yang cocok. Sebab, kamu akan mendapatkan keuntungan yang cukup signifikan.

Topik:

  • Anata Siregar
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya