Comscore Tracker

Boeing Desak AS Pisahkan Isu Perdagangan dan HAM dengan Tiongkok

Boeing tidak ingin kehilangan pasar Tiongkok

Jakarta, IDN Times – Boeing mendesak Amerika Serikat (AS) untuk tidak mengaitkan isu seputar Hak Asasi Manusia (HAM) dan perselisihan lainnya ke dalam hubungan perdagangannya dengan Tiongkok.

Dalam pernyataan pada Rabu (31/3/2021), perusahaan pesawat AS itu juga mengatakan bahwa jika AS terus melakukan praktik yang sama dan Boeing turut terdampak, maka perusahaan pesawat saingannya dari Eropa, Airbus, akan mendapatkan keuntungan.

“Saya pikir secara politik (Tiongkok) lebih sulit untuk pemerintahan ini dan itu untuk pemerintahan terakhir. Tapi kami masih harus berdagang dengan mitra terbesar kami di dunia: China,” kata Kepala Eksekutif Boeing Dave Calhoun dalam forum Pertemuan Penerbangan Kamar Dagang AS.

Baca Juga: Boeing Berupaya Menerbangkan 737 MAX Kembali di Langit Asia

1. Perselisihan AS-Tiongkok

Boeing Desak AS Pisahkan Isu Perdagangan dan HAM dengan TiongkokAnggota staf Tiongkok menyesuaikan bendera Amerika Serikat dan Tiongkok sebelum sesi pembukaan negosiasi dagang antara perwakilan dagang Amerika Serikat dan Tiongkok di Diaoyutai State Guesthouse di Beijing, Tiongkok, pada 14 Februari 2019. ANTARA FOTO/Mark Schiefelbein/Pool via REUTERS/File Photo

AS-Tiongkok memang telah terlibat cukup banyak perselisihan selama beberapa tahun terakhir. Perselisihan itu membentang mulai dari soal perdagangan, HAM, demokrasi Hong Kong hingga seputar virus corona dan Laut China Selatan.

Calhoun pun berharap ke depan AS tidak lagi mencampur-baurkan semua masalah tersebut dan mengaitkannya ke perdagangan.

“Saya berharap kita dapat memisahkan kekayaan intelektual, hak asasi manusia, dan hal-hal lain dari perdagangan dan terus mendorong lingkungan perdagangan bebas antara dua raksasa ekonomi ini. ... Kita tidak bisa didepak dari pasar itu. Pesaing kita akan langsung masuk,” ujarnya, mengutip Channel News Asia.

2. Persaingan dua perusahaan pesawat

Boeing Desak AS Pisahkan Isu Perdagangan dan HAM dengan TiongkokAirbus

Boeing dan Airbus merupakan dua perusahaan pesawat terpopuler di dunia. Keduanya telah terlibat perselisihan seputar subsidi pemerintah selama 16 tahun terakhir dan telah membawa masalah mereka ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk diselesaikan.

Dalam hal persaingan di pasar Tiongkok, Boeing dan Airbus masing-masing menjual sekitar seperempat pesawat jet mereka ke negara itu. Tiongkok sendiri telah melampaui Amerika Serikat sebagai pasar perjalanan domestik terbesar di dunia.

Baca Juga: Boeing Yakin Penerbangan Global Akan Segera Pulih

3. Tantangan di pasar Tiongkok

Boeing Desak AS Pisahkan Isu Perdagangan dan HAM dengan TiongkokIlustrasi pesawat Boeing 737 Max (Dokumentasi dari Boeing)

Meski Tiongkok adalah pasar yang menjanjikan, namun keberadaan Boeing telah terancam ketika AS dan Tiongkok terlibat perang dagang yang dicetuskan di era pemerintahan mantan Presiden Donald Trump. Dalam perang dagang tersebut kedua negara saling menerapkan tarif hingga mencapai ratusan miliar dolar.

Hal itu menambah tekanan pada fakta di mana pembelian Tiongkok atas pesawat telah melambat dalam beberapa tahun terakhir.

Namun di lain sisi, Tiongkok juga memiliki hubungan yang memanas dengan negara-negara Barat, termasuk negara-negara Eropa, terkait perlakuannya terhadap etnis dan agama minoritas di Xinjiang. Para aktivis HAM mengatakan lebih dari 1 juta orang ditahan di kamp-kamp interniran di Xinjiang.

Sebagai tanggapan atas hal ini, Tiongkok telah memperingatkan perusahaan asing untuk tidak terjun ke politik dan menentang tuduhan AS bahwa mereka telah melakukan genosida terhadap Uighur dan Muslim lainnya di wilayah tersebut.

Baca Juga: PBB Nego dengan Tiongkok untuk Dapat Akses ke Xinjiang

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya