Comscore Tracker

Dogecoin VS Bitcoin, Mana yang Lebih Baik untuk Investasi?

Meski sama-sama top, dua cryptocurrency ini sangat berbeda

Jakarta, IDN Times – Bitcoin dan Dogecoin sama-sama sedang menjadi primadona di kalangan investor belakangan ini setelah harganya terus mencatatkan kenaikan. Namun, pakar cryptocurrency Mike Novogratz menekankan bahwa kedua uang digital ini berbeda.

Perbedaan itu terletak mulai dari desain hingga profil risikonya, katanya, mengutip CNBC, Selasa (20/4/2021).

Berikut adalah sejumlah perbedaan kedua cryptocurrency tersebut.

Baca Juga: Ini Jenis Investasi Syariah yang Patut Dicoba Millennial

1. Alasan kemunculan Bitcoin dan Dogecoin

Dogecoin VS Bitcoin, Mana yang Lebih Baik untuk Investasi?Ilustrasi Bitcoin (ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic)

Bitcoin diluncurkan pada 2009 dan nilainya terus tumbuh dan mulai menjadi mata uang digital terbesar di dunia. Di sisi lain, Dogecoin dimulai sebagai lelucon pada 2013, tetapi nilainya baru meroket tahun ini akibat euforia yang begitu besar di media sosial, yang salah satunya didorong oleh komentar dari CEO Tesla dan miliarder Elon Musk.

Berdasarkan ini, Novogratz yang adalah pendiri dan CEO Galaxy Digital, sebuah perusahaan jasa keuangan yang berfokus pada crypto, mengatakan bahwa Bitcoin jauh lebih baik dari Dogecoin.

“Bitcoin adalah penyimpanan nilai yang dipikirkan dengan matang dan terdistribusi dengan baik yang bertahan selama 12 tahun dan terus berkembang dalam adopsi, di mana dogecoin secara harfiah memiliki dua orang yang memiliki 30 persen dari seluruh persediaan,” katanya kepada “Squawk Box” CNBC.

“Ada juga puluhan miliar dolar pengeluaran modal dan biaya operasional yang dimasukkan ke dalam ekosistem bitcoin setiap tahun yang tidak ada untuk dogecoin,” tambahnya.

2. Volatilitas kedua cryptocurrency

Dogecoin VS Bitcoin, Mana yang Lebih Baik untuk Investasi?Cryptocurrency Dogecoin (sc: Twitter Elon Musk)

Hal lain yang ditekankan Novogratz yaitu terkait volatilitas kedua mata uang digital tersebut. Di mana Bitcoin telah mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir, dan juga telah naik lebih dari dua kali lipat pada 2021 ke level tertinggi sepanjang masa hampir 65 ribu dolar AS per koin minggu lalu sebelum turun tajam selama akhir pekan ini.

Pada Selasa, harga Bitcoin adalah sekitar 56 ribu dolar AS. Sebelumnya pada Oktober, mata uang ini diperdagangkan di bawah 11 ribu dolar AS per koin.

Dogecoin yang mulai menarik perhatian pada akhir Januari sejauh ini tahun ini telah melonjak lebih dari 8 ribu persen, menurut Coindesk. Dogecoin baru-baru ini mencatatkan level tertinggi sepanjang masa sekitar 45 sen per koin. Namun pada Selasa diperdagangkan sekitar 38 sen. Mata uang bermaskot anjing ini bernilai sepersekian sen pada awal 2021.

3. Kapitalisasi pasar

Dogecoin VS Bitcoin, Mana yang Lebih Baik untuk Investasi?pixabay/MichaelWuensch

Dalam hal kapitalisasi pasar, Bitcoin memiliki lebih dari setengah dari kapitalisasi pasar semua cryptocurrency jika disatukan. Saat ini kapitalisasi pasar semua cryptocurrency adalah sebesar lebih dari 2 triliun dolar AS. Itu berarti kapitalisasi pasar Bitcoin lebih dari 1 triliun dolar AS.

Sementara itu Dogecoin yang telah meningkat tajam nilainya baru-baru ini adalah cryptocurrency terbesar kelima berdasarkan kapitalisasi pasar, yaitu mencakup sekitar 50 miliar dolar AS, menurut CoinMarketCap.

Baca Juga: Mau Investasi Safe Haven? Begini Cara Buka Rekening Emas di Pegadaian

4. Bitcoin adalah emas digital

Dogecoin VS Bitcoin, Mana yang Lebih Baik untuk Investasi?freepik.com/farber-alex

Novogratz dan pendukung bitcoin lainnya mengatakan Bitcoin memiliki karakteristik yang mendukung nilainya. Bahkan beberapa pendukungnya menyebutnya sebagai “emas digital”. Apalagi pasokannya dibatasi hingga 21 juta unit, dan saat ini ada 18,69 juta bitcoin yang beredar, menurut Coindesk

Bitcoin juga baru mulai beredar sebagai hasil bagi penambang (mining), yang menggunakan komputer bertenaga tinggi untuk memverifikasi transaksi di seluruh jaringan yang didesentralisasi.

Dogecoin, sebaliknya, tidak memiliki batasan pasokan, yang merupakan salah satu alasan beberapa orang sangat skeptis terhadap reli besar-besaran cryptocurrency ini dan khawatir bahwa orang yang membelinya pada akhirnya akan merugi. Menurut Coindesk, ada lebih dari 129 miliar dogecoin.

“(Investor) ritel memiliki sedikit masalah dalam banyak hal,” kata Novogratz.

Baca Juga: Lagi Hype, Investasi Bitcoin Halal atau Haram ya?

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya