Comscore Tracker

Google Menangkan Kontrak Cloud dari SpaceX

Layanan cloud digunakan untuk jaringan internet Starlink

Jakarta, IDN Times – Google memenangkan kesepakatan untuk menyediakan layanan cloud computing (komputasi awan) untuk perusahaan pesawat ruang angkasa milik Elon Musk, SpaceX. Layanan cloud Google tersebut akan mendukung proyek satelit Starlink, yang bertujuan untuk menyediakan internet berkecepatan tinggi, kata perusahaan pada Kamis (14/5/2021).

“SpaceX akan mendirikan stasiun bumi di dalam pusat data Google yang terhubung ke satelit Starlink, memungkinkan layanan internet yang cepat dan aman melalui Google Cloud,” kata Google, mengutip Channel News Asia.

Baca Juga: SpaceX Bakal Menerima Dogecoin sebagai Alat Pembayaran

1. Tersedia pada semester kedua 2021

Google Menangkan Kontrak Cloud dari SpaceXScreenshot logo Google (google.com)

Google menambahkan, layanan ini diharapkan tersedia pada paruh kedua tahun 2021 untuk pelanggan perusahaan.

Sebelumnya pada Oktober 2020, saingan Google, Microsoft telah memenangkan kesepakatan serupa dari SpaceX. Layanan dari Microsoft menghubungkan platform komputasi awannya, Azure, ke Starlink.

2. Permintaan komputasi awan tinggi

Google Menangkan Kontrak Cloud dari SpaceXthesoftwarereport.com

Kesepakatan itu muncul pada saat permintaan untuk layanan komputasi awan melonjak, di mana sejumlah pemain seperti Microsoft Corp dan Amazon.com Inc mendominasi pasar. Perusahaan cloud juga telah memasuki sektor telekomunikasi, berkat lonjakan permintaan akan konektivitas 5G.

Bisnis cloud Google sendiri menyumbang sekitar 7 persen dari total pendapatannya, berdasarkan laporan pendapatan terbaru perusahaan.

Baca Juga: Perluas Kantor dan Pusat Data, Google Gelontorkan Rp98 Triliun

3. Tentang satelit Starlink dan SpaceX

Google Menangkan Kontrak Cloud dari SpaceXRoket SpaceX. (pexels.com/SpaceX)

SpaceX merupakan perusahaan roket milik miliarder Elon Musk. Perusahaan dikenal dengan roket dan kapsul astronotnya yang dapat digunakan kembali.

SpaceX telah meningkatkan produksi satelit untuk Starlink, konstelasi yang terdiri dari ratusan satelit yang memancarkan internet. Bisnis ini diharapkan Musk akan menghasilkan pendapatan yang cukup untuk membantu mendanai misi antarplanet SpaceX.

Topic:

  • Rehia Sebayang
  • Jihad Akbar

Berita Terkini Lainnya