Comscore Tracker

Hadapi Ketidakpastian, Perusahaan Diminta Tinjau Manajemen Risiko

Risiko kesehatan hingga sosial membayangi perusahaan dunia

Jakarta, IDN Times - Chief Risk Officer Mahindra Group Nikhil Madgavkar mengatakan perusahaan-perusahaan dunia perlu untuk meninjau kembali, merevisi, dan menyegarkan pendekatan mereka terhadap manajemen risiko.

Hal itu perlu dilakukan untuk menghadapi berbagai ketidakpastian yang ada di depan. Nikhil menyampaikannya dalam panel World Economic Forum Jobs Reset Summit yang digelar pada 1 juni 2021.

Menurut Nikhil, ketidakpastian yang akan dihadapi berbagai organisasi membentang dalam banyak sektor mulai dari kesehatan, sosial, ekonomi, iklim, dan digital.

“Lebih dari sebelumnya, saya pikir ada harapan yang berkembang dari masyarakat di sektor swasta yang mengatasi tantangan sosial, kesehatan, dan lingkungan yang dihadapi dunia saat ini, dan perusahaan yang tidak melakukan ini akan tumbang,” ujarnya.

Baca Juga: 5 Gaya Hidup Sehat yang Bisa Diterapkan oleh Pekerja Kantoran

1. Risiko kesehatan dan sosial paling penting untuk diperhatikan

Hadapi Ketidakpastian, Perusahaan Diminta Tinjau Manajemen RisikoIlustrasi Bekerja (IDN Times/Sukma Shakti)

Dalam pemaparannya, Nikhil menyebut bahwa risiko pertama yang paling penting untuk dihadapi yaitu risiko kesehatan dan sosial seperti risiko pandemik dan penyakit infeksi.

“Kesehatan dan keselamatan karyawan adalah prioritas nomor satu dan tidak ada yang boleh didahulukan daripada ini,” katanya.

“Kaitan dengan risiko pandemik adalah risiko ekonomi yang pada dasarnya adalah volume, laba, arus kas, yang disebabkan oleh tantangan permintaan dan penawaran, kelangkaan komoditas, dll,” lanjutnya.

2. Keamanan siber juga jadi risiko

Hadapi Ketidakpastian, Perusahaan Diminta Tinjau Manajemen RisikoIlustrasi Work From Home (IDN Times/Arief Rahmat)

Nikhil lebih lanjut mengatakan bahwa risiko kedua yang perlu diperhatikan yaitu risiko sosial. Di mana isu sosial telah menjadi semakin banyak diperbincangkan belakangan sehingga sebagian besar perusahaan sekarang tertarik pada masalah ini.

Sementara risiko ketiga yaitu mengenai masalah keamanan siber (cyber security).

“Risiko ketiga yang saya lihat adalah keamanan siber, pencegahan kehilangan data, ketimpangan digital,” katanya.

Baca Juga: 1.018 Pekerja di Kabupaten Tangerang Telah Divaksinasi Gotong Royong

3. Perubahan iklim mengubah banyak industri

Hadapi Ketidakpastian, Perusahaan Diminta Tinjau Manajemen RisikoNikhil Madgavkar - Chief Risk Officer Mahindra Group

Nikhil menyebut bahwa risiko iklim adalah yang keempat dalam daftar, mengingat semakin banyak tekanan dari pemerintah, investor, masyarakat agar perusahaan-perusahaan dunia semakin memerhatikan isu ini.

Ia juga menyebut bahwa isu ini telah mengubah banyak perusahaan dan semua tekanan itu akan membantu membawa perubahan ini.

“Bencana alam yang lebih sering, saya pikir, adalah salah satu yang menciptakan kebutuhan akan perubahan dalam ruang ini, dan fokus yang berkembang pada peran perusahaan dalam mengatasi tantangan global yang mendesak ini adalah semacam pembentukan kembali di mana modal akan dialokasikan,” jelasnya.

Baca Juga: COP26: Harapan Aktivis Lingkungan Millennial Hadapi Perubahan Iklim

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya