Comscore Tracker

Inflasi Inggris Melonjak 9 Persen, Tertinggi dalam 40 Tahun

Kenaikan didorong lonjakan harga energi

Jakarta, IDN Times – Laju inflasi Inggris pada April mencatatkan kenaikan yang luar biasa, melonjak menjadi 9 persen dalam 12 bulan hingga April. Angka ini bahkan jauh lebih tinggi dari rekor Maret yang sebesar 7 persen.

Menurut Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris, angka 9 persen tersebut merupakan tingkat tahunan tertinggi dalam 40 tahun atau sejak 1982.

Baca Juga: Inggris Tanam Pohon Gaharu di 70 Tahun Takhta Ratu Elizabeth II 

1. Penyebab lonjakan inflasi

Inflasi Inggris Melonjak 9 Persen, Tertinggi dalam 40 TahunIlustrasi Inflasi. IDN Times/Arief Rahmat

Mengutip BBC, lonjakan itu terjadi ketika harga energi mengalami kenaikan yang belum pernah terjadi sebelumnya bulan lalu. Biaya energi Inggris telah melonjak menjadi sebesar 700 poundsterling atau sekitar Rp12,7 juta per tahun.

Harga bahan bakar dan makanan yang lebih tinggi, yang didorong oleh perang Ukraina, juga mendorong biaya hidup. Akibatnya, inflasi diperkirakan akan terus meningkat tahun ini.

Baca Juga: Ratu Elizabeth II Rayakan 70 Tahun Takhtanya, Terlama dalam Sejarah!

2. Sumber terbesar inflasi

Inflasi Inggris Melonjak 9 Persen, Tertinggi dalam 40 Tahunilustrasi inflasi (IDN Times/Aditya Pratama)

ONS menyebut sekitar tiga perempat dari kenaikan inflasi pada bulan April berasal dari tagihan listrik dan gas yang lebih tinggi.

“Ada cerita putus asa di balik angka-angka ini. Orang-orang mandi di wastafel dapur mereka karena mereka tidak mampu mandi air panas; orang tua melewatkan makan untuk memberi makan anak-anak mereka; orang-orang cacat yang tidak mampu menggunakan peralatan vital karena tagihan energi yang melonjak,” kata Dame Clare Moriarty, kepala eksekutif Penasihat Warga.

Baca Juga: Sanksi Baru Inggris Sasar Kekasih dan Mantan Istri Vladimir Putin

3. Bank of England menghadapi kritik

Inflasi Inggris Melonjak 9 Persen, Tertinggi dalam 40 TahunIlustrasi Bisnis. (IDN Times/Aditya Pratama)

Tanggapan Bank of England terhadap kenaikan inflasi adalah dengan menaikkan suku bunga, yang sudah terjadi empat kali sejak Desember. Bank berpikir bahwa ketika meminjam menjadi lebih mahal, maka orang akan memiliki lebih sedikit uang untuk dibelanjakan. Akibatnya, mereka akan membeli lebih sedikit barang dan harga akan berhenti naik dengan cepat.

Namun, Bank telah menghadapi kritik karena tidak berbuat cukup untuk mengatasi meningkatnya biaya hidup. Tapi minggu ini gubernur bank tersebut telah mengeluarkan pembelaan atas keputusannya, dan bersikeras bahwa inflasi didorong oleh kekuatan global, bukan domestik, yang berarti Bank memiliki lebih sedikit ruang untuk mengendalikannya.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya