Comscore Tracker

Jatuh Bangun Susi Pudjiastuti Jalankan Bisnis dari Nol

Jadi pebisnis sukses meski tidak tamat sekolah

Jakarta, IDN Times – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berbagai kisah perjalanan bisnisnya dalam acara Canada IDW 2021, Women's Roles in Business and Leadership during the Global Pandemic, yang diselenggarakan pada Kamis (11/2/2021).

Dalam kesempatan yang juga dihadiri Duta Besar Kanada untuk Indonesia Cameron MacKay itu, Susi menceritakan bagaimana awal mula dirinya berhasil menjadi pebisnis meski tidak menamatkan pendidikannya. Semua itu berasal dari pilihannya, katanya.

“Sebetulnya cerita saya sudah banyak dibaca walaupun dari banyak yang beredar ada yang benar, ada yang tidak. Tapi saya sudah bisa bilang 70 sampai 80 persen benar,” katanya saat memulai ceritanya.

“Kadang kita dalam hidup memulai sesuatu karena pilihan. Saya dulu memilih untuk keluar dari sekolah karena saya pikir saya kurang cocok. Saya yang (kurang cocok), bukan sekolah yang tidak cocok sama saya tapi saya yang kurang cocok dengan sekolah. Jadi karakter saya is not for school. Jadi saya decided untuk resign kemudian memulai (bisnis).”

Baca Juga: Warganet Minta Jokowi Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Menteri KKP Lagi

1. Terjun di bisnis perikanan

Jatuh Bangun Susi Pudjiastuti Jalankan Bisnis dari NolTwitter/@susipudjiastuti

Menurut Susi, dirinya memilih untuk terjun dalam bisnis perikanan pasca keluar dari sekolah adalah bukan tanpa alasan. Ia mengatakan memilih bisnis tersebut karena memang sumber daya tersebut tersedia di lingkungan tempat tinggalnya.

“Karena di Pangandaran banyak ikan, saya mulai jualan ikan. Sebelum jualan ikan, ada jualan segala macam. Tapi yang penting just do something untuk membuat kita independen,” katanya.

“Jadi gol saya adalah mandiri. Saya tidak mau diatur sama orang, saya juga tidak mau ibu bapak saya kasih tahu setiap hari kamu harus begini, kamu harus begitu. Karena tidak mau diatur oleh orang tua ya saya bekerja mencari uang sendiri karena saya pikir kunci to be independent atau untuk mandiri adalah uang,” tambahnya.

Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa meski uang adalah hal utama untuk bisa mandiri, namun itu tidak berarti harus memiliki uang dalam jumlah banyak. “Kita harus ada uang cukup untuk kebutuhan kita. Tidak harus berlebih, tapi harus cukup. Jadi ya cukupnya relatif untuk setiap orang,” jelasnya.

2. Membasmi illegal fishing

Jatuh Bangun Susi Pudjiastuti Jalankan Bisnis dari NolANTARA FOTO/Zabur Karuru

Menurut Susi, dirinya mulai menjalankan usaha kecil-kecil di bidang perikanan pada 1982. Ia kemudian mulai melakukan ekspor pada 1996.

“Tapi tahun 2001 berhenti karena sudah tidak ada ikan lagi,” ungkapnya. “Ternyata tahun 2005 saya baru tahu itu karena illegal fishing. Jadi saya mulai kampanye anti-illegal fishing karena ikan habis dan tahun 2001 kita juga berhenti. Semua tidak ekspor lagi.”

Namun demikian, Susi mengatakan hal tersebut tidak membuatnya menyerah dalam berbisnis. Ia terus mencari ide bisnis baru. “Terus saya bermimpi untuk ekspor produk seafood. Sedikit tapi segar, karena jumlahnya sudah sedikit,” katanya.

Baca Juga: Kala Susi Pudjiastuti Ajak Netizen Unfollow Akun Abu Janda

3. Punya bisnis pesawat

Jatuh Bangun Susi Pudjiastuti Jalankan Bisnis dari NolANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

Setelah menjalani jatuh-bangun di bisnis perikanan, Susi mengatakan dirinya mulai bermimpi memiliki pesawat terbang sendiri. Menurut Susi, pada awal bisnis pesawatnya dimulai, Tsunami Aceh terjadi. Ia pun menggunakan pesawatnya untuk membantu warga.

Namun, atas saran dari Kuntoro Mangkusubroto, akhirnya ia mulai membuka bisnis penerbangan di wilayah tertentu.

“Nah bermimpilah untuk punya pesawat. Pesawat datang, ada tsunami Aceh. Saya bawa ke Aceh. Nah di Aceh akhirnya Pak Kuntoro bilang, kamu daripada di charter NGO kenapa tidak bikin reguler buat masyarakat? Kamu tidak usah gratiskan lagi penerbangan buat masyarakat,” ujarnya.

“Saya gratiskan karena sudah di charter oleh NGO. Jadi ngapain lagi saya pungut dari masyarakat kan. Ya membantu sambil mencari uang ya udah di charter, ya udah kasih gratis. Tapi karena Pak Kuntoro dorong, saya akhirnya buka penerbangan reguler ke kota-kota dari Medan di Aceh dan Sumatera Utara lainnya. Dari situlah Susi Air lahir,” jelasnya.

4. Jangan mudah menyerah

Jatuh Bangun Susi Pudjiastuti Jalankan Bisnis dari NolANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Susi mengatakan, berdirinya Susi Air tidak lepas dari sikap tidak mudah menyerah yang dimilikinya. Oleh karenanya, ia pun mengajak orang-orang untuk juga tidak mundur ketika menghadapi masalah.

“Akhirnya Susi Air jadi nama baru dan usaha baru yang tadinya saya pikir perikanan sudah hancur, tidak ada jalan lagi. Tapi ya ternyata kalau kita mau berusaha, Tuhan kasih kita jalan. dan akhirnya Susi Air jadi maskapai penerbangan commuter,” katanya.

“Bukan seperti Airline Garuda, kita terbang ada di 26 based di seluruh Indonesia melayani secondary city ke commuter area. Kemudian ada di beberapa tempat dari secondary city ke primary city. Primary city adalah provinsi atau ibu kota kabupaten yang sudah besar. Jadi kalau total rata-rata penerbangan setiap hari sekitar 150, melayani remote-remote area. 85 persen penerbangan kita tidak ada substitute. Jadi kalau Susi Air tidak terbang ya tidak ada penerbangan,” lanjutnya.

Baca Juga: Susi Air Defisit, Susi Pudjiastuti Minta Ini ke Pemerintah

5. Terdampak COVID-19

Jatuh Bangun Susi Pudjiastuti Jalankan Bisnis dari NolEks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Susi juga menjelaskan bahwa pandemik COVID-19 yang sedang terjadi di berbagai penjuru dunia telah membawa tekanan pada bisnisnya. Namun, ia bersyukur bisnisnya masih bisa bertahan di tengah ketidakpastian ini.

“Pada saat COVID-19, tentu saja berhenti berapa bulan. That’s hitting very hard. Tapi sekarang sudah mulai terbang kembali walaupun load-factor ataupun penumpang masih kurang karena adanya beberapa ketentuan yang tidak memungkinkan di daerah-daerah terpencil,” ungkapnya.

“Tapi tentu saja kita dan pemerintah berusaha tetap bahwa penerbangan itu ada untuk masyarakat dengan segala kesulitannya. Tapi ya bertahan di COVID-19 ini adalah satu hal yang mungkin sangat luar biasa,” tambah Susi.

Topic:

  • Rehia Sebayang
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya