Comscore Tracker

Joe Biden Teken Perintah Eksekutif, Apa Isinya?

Bukan perintah eksekutif pertama sejak Biden dilantik 

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menandatangani perintah eksekutif pada Senin (25/1/2021) atau lima hari setelah dilantik jadi presiden AS. Isi dari perintah tersebut adalah untuk memberikan prioritas kepada perusahaan dan produk Amerika dalam kontrak dengan pemerintah federal.

Menurut Channel News Asia, yang mengutip pejabat Gedung Putih, upaya itu sejalan dengan tujuan pemerintahan baru yang menargetkan untuk memacu aktivitas manufaktur dalam negeri.

Intinya, perintah itu ditujukan untuk meningkatkan produksi nasional dan menyelamatkan pekerjaan industri dengan meningkatkan investasi di pabrik dan pekerja di saat ekonomi AS terdampak pendemik COVID-19.

Menurut CNN, mengutip seorang pejabat pemerintah, Biden telah menetapkan tenggat waktu 180 hari untuk menyampaikan perubahan mendasar pada proses tersebut.

Baca Juga: Ahli: AS-Tiongkok akan Tetap Ribut meski Biden Jadi Presiden

1. Bagian dari janji kampanye Biden

Joe Biden Teken Perintah Eksekutif, Apa Isinya?Mantan Wakil Presiden Joe Biden yang mencalonkan diri untuk presiden Amerika Serikat dari Demokrat berorasi saat kampanye di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, pada 9 Maret 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Brendan McDermid

Sektor manufaktur menyumbang sekitar 12 persen dari ekonomi AS, dan mendongkrak sektor ini merupakan salah satu janji kampanye Biden yang ingin membangun kembali Amerika menjadi lebih baik. Tujuannya adalah untuk menaikkan upah, menciptakan lebih banyak pekerjaan serikat, mendukung bisnis yang dimiliki minoritas dan memperkuat rantai pasokan AS.

“Manufaktur Amerika adalah gudang demokrasi dalam Perang Dunia II dan itu harus menjadi bagian dari mesin kemakmuran Amerika sekarang. Itu berarti kita akan menggunakan uang pembayar pajak untuk membangun kembali Amerika,” kata Biden.

“Amerika tidak bisa duduk di pinggir dalam perlombaan menuju masa depan. Pesaing kita tidak menunggu,” kata Biden. "Untuk memastikan masa depan dibuat di Amerika, kita perlu memenangkan tidak hanya pekerjaan saat ini, tetapi juga pekerjaan dan industri masa depan.”

2. Bukan perintah eksekutif pertama

Joe Biden Teken Perintah Eksekutif, Apa Isinya?Presiden Amerika Serikat, Joe Biden (ANTARA FOTO/REUTERS/Mike Segar)

Menurut laporan, perintah tersebut ditandatangani setelah Biden menandatangani perintah lain minggu lalu. Perintah itu termasuk yang bertujuan untuk mengarahkan bantuan tambahan kepada orang Amerika yang paling membutuhkan, serta memulai proses menaikkan upah minimum untuk kontraktor federal dan pekerja menjadi 15 dolar per jam.

Biden akan menandatangani 30 perintah dalam tiga hari pertamanya menjabat, beberapa di antaranya akan membalikkan kebijakan pendahulunya, Donald Trump. Perintah eksekutif lainnya diperkirakan akan ditandatangani minggu ini dan mencakup banyak tema, seperti kesetaraan ras, iklim, perawatan kesehatan dan imigrasi.

Baca Juga: Baru Menjabat, Presiden Biden Digugat soal Kebijakan Deportasi

3. Mirip aturan Trump

Joe Biden Teken Perintah Eksekutif, Apa Isinya?Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk sesuatu saat acara kampanye di Bandara Regional Smith Reynolds di Winston-Salem, North Carolina, Amerika Serikat, Selasa (8/9/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Jonathan Ernst)

Perintah eksekutif biden untuk membeli produk Made in America atau “Buy American” itu mirip dengan perintah eksekutif yang pernah dibuat Trump dan presiden-presiden AS sebelumnya. Pada saat menjabat, Trump telah mengeluarkan perintah eksekutif yang mendesak pemerintah federal untuk membeli lebih banyak produk buatan AS dan juga mengubah tarif menjadi senjata melawan impor.

Namun, Biden mengatakan dia tidak segera berencana untuk mengubah kebijakan perdagangan Trump atau mengeluarkan tarif baru, melainkan menggunakan daya beli besar-besaran pemerintah federal untuk memperketat industri dalam negeri.

Undang-Undang Buy American tahun 1933, yang masih berlaku, mewajibkan agen federal untuk memprioritaskan pembelian barang yang diproduksi di AS, tetapi Biden mengatakan sejumlah perusahaan besar dan kepentingan khusus telah lama mencoba mengabaikan undang-undang itu.

“Itu akan berubah dalam pengawasan kami,” katanya. “Kami akan bekerja dengan pabrikan dan bisnis kecil Amerika untuk memberi mereka kesempatan untuk mengangkat tangan dan berkata, ‘ya, saya bisa melakukannya di sini, di toko saya, di kota saya,’” kata Biden.

Baca Juga: 3 Warisan Politik Luar Negeri Trump untuk Biden, Pekerjaan Berat Nih! 

Topic:

  • Rehia Sebayang
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya