Lemah hingga Penutupan, Rupiah Bertengger di Level Rp14.417

Ada banyak hal yang pengaruhi nilai rupiah

Jakarta, IDN Times – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di penutupan perdagangan Kamis (26/8/2021).

Dikutip dari Bloomberg, rupiah melemah 20 poin atau 0,14 persen ke level Rp14.417 per dolar AS sore ini. Pada penutupan sebelumnya rupiah berada di level Rp14.397 per dolar.

Baca Juga: 4 Cara Mudah Menabung Demi Cerahnya Masa Depan Finansial

1. Faktor pelemahan rupiah

Lemah hingga Penutupan, Rupiah Bertengger di Level Rp14.417Ilustrasi Uang Rupiah (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah terjadi karena dolar mendapat dukungan untuk menguat.

Sentimen investor telah berubah lebih positif pada prospek sejak Food and Drug Administration AS sepenuhnya menyetujui vaksin COVID-19 yang dibuat oleh Pfizer dan BioNTech pada Senin. Menurut Ibrahim, langkah tersebut dapat mempercepat inokulasi AS.

“Persetujuan penuh dari vaksin Moderna dapat menyusul dalam beberapa minggu, dan pada hari Selasa, Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular AS, mengatakan COVID-19 dapat dikendalikan pada awal tahun depan,” ujarnya.

2. Dolar berpotensi makin menguat

Lemah hingga Penutupan, Rupiah Bertengger di Level Rp14.417Ilustrasi rupiah (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Ibrahim juga mengatakan bahwa ada kemungkinan dolar akan menjadi lebih kuat karena ada sinyal bahwa Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) akan melakukan pelonggaran stimulus tahun ini.

“Beberapa analis masih melihat lebih banyak kenaikan dolar begitu dimulainya pengurangan stimulus mendekati kenyataan, bahkan jika itu tertunda oleh ketidakpastian yang ditimbulkan oleh pandemi,” ujarnya.

Baca Juga: Masa sih Millennial Gak Bisa Menabung? Baca Dulu Tips Jitu Ini

3. Faktor internal

Lemah hingga Penutupan, Rupiah Bertengger di Level Rp14.417Ilustrasi Uang Rupiah (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Dari dalam negeri, optimisme pemerintah akan pertumbuhan ekonomi tampaknya kurang memberi dukungan bagi penguatan rupiah.

Ibrahim mengatakan bahwa pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 akan mendekati batas atas target, yakni 4,5 persen. Namun itu bisa tercapai apabila pemulihan ekonomi bisa berjalan mulai bulan September hingga akhir 2021.

“Tanpa mengalami disrupsi COVID-19 lagi atau kasus COVID-19 selalu bisa terjaga,” ujarnya.

Untuk perdagangan besok, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.400-Rp14.450.

Baca Juga: Macam-Macam Sentimen Masuk, Rupiah Keok 22 Poin di Pembukaan

Topik:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya