Comscore Tracker

Menanti Rapat The Fed, Rupiah Dibuka Melemah Terhadap Dolar AS

Namun rupiah berpotensi menguat di penutupan

Jakarta, IDN Times – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melanjutkan pelemahan pada pembukaan perdagangan pagi ini, Selasa (21/9/2021).

Dikutip dari Bloomberg, rupiah dibuka melemah 13 poin ke level Rp14.255 per dolar AS pagi ini. Pada penutupan sebelumnya rupiah berada di level Rp14.242 per dolar.

Baca Juga: 5 Tips Menabung untuk Kamu yang Cuma Punya Uang Pas-pasan

1. Rupiah juga melemah pada pembukaan perdagangan awal pekan

Menanti Rapat The Fed, Rupiah Dibuka Melemah Terhadap Dolar ASIlustrasi Uang Rupiah (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Sebelumnya pada pembukaan perdagangan Senin, rupiah juga melemah terhadap dolar AS.

Dikutip dari Bloomberg, rupiah dibuka melemah 29 poin ke level Rp14.251 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin, dari level penutupan sebelumnya di Rp14.222 per dolar.

Rupiah juga melemah pada penutupan Senin, yakni melemah 20 poin atau 0,14 persen ke level Rp14.242 per dolar AS.

2. Rupiah berpotensi menguat di penutupan hari ini

Menanti Rapat The Fed, Rupiah Dibuka Melemah Terhadap Dolar ASIlustrasi Uang Rupiah (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Meski rupiah kembali dibuka melemah pagi ini, Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra mengatakan rupiah berpotensi menguat di penutupan perdagangan nanti.

Salah satu faktor yang akan mendorong nilai rupiah yakni pengaruh penguatan nilai tukar regional.

“Nilai tukar rupiah berpeluang menguat hari ini terhadap dolar AS mengikuti penguatan nilai tukar regional pagi ini dan dibantu oleh sentimen positif dari dalam negeri dimana level PPKM di Jawa Bali diturunkan dan tidak ada yang berada di level 4,” kata Ariston.

Baca Juga: 6 Manfaat Menabung ketika Ingin Membeli Suatu Barang

3. Penguatan rupiah akan terbatas

Menanti Rapat The Fed, Rupiah Dibuka Melemah Terhadap Dolar ASIlustrasi rupiah (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Namun demikian, Ariston mengatakan bahwa penguatan rupiah mungkin akan terbatas karena pelaku pasar masih mewaspadai pertemuan Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed).

Selain itu, pasar juga dihantui risiko gagal bayar dari perusahaan properti China Evergrande yang memiliki utang jumbo sekitar Rp4,2 triliun.

“Potensi kisaran rupiah hari ini di Rp14.200-Rp14.270,” ujar Ariston.

Baca Juga: BI Jamin Dampak Tapering The Fed Tak Separah 2013

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya