Comscore Tracker

Mulai Pulih, Harga Bitcoin Tembus US$39 Ribu

Harganya naik hampir 12 persen dalam 24 jam terakhir

Jakarta, IDN Times – Harga Bitcoin kembali pulih pada Senin (26/7/2021), yakni melonjak di atas 39 ribu dolar Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juni. Kenaikan harga terjadi karena sentimen berubah menjadi bullish setelah terjadi aksi jual baru-baru ini.

Cryptocurrency terbesar di dunia itu diperdagangkan di sekitar 38.567 dolar AS pada pukul 7:10 waktu AS di hari Senin, menurut data CoinDesk. Itu berarti harganya naik hampir 12 persen dalam 24 jam terakhir.

Harga Bitcoin sebelumnya melonjak sebanyak 12 persen mencapai level tertinggi 24 jam di 39.544 dolar AS, level tertinggi sejak 16 Juni.

Baca Juga: Elon Musk Sebut Tesla Bakal Terima Pembayaran Bitcoin Lagi

1. Harga crypto lainnya juga naik

Mulai Pulih, Harga Bitcoin Tembus US$39 Ribuinvestopenly

Reli atau kenaikan harga Bitcoin mempengaruhi harga cryptocurrency lainnya dengan Ether naik 8,7 persen menjadi 2.345 dolar AS.

Kapitalisasi pasar cryptocurrency secara keseluruhan naik lebih dari 100 miliar dolar AS dalam 24 jam, menurut data dari Coinmarketcap.com.

2. Harga Bitcoin pulih

Mulai Pulih, Harga Bitcoin Tembus US$39 RibuIlustrasi Bitcoin (ANTARA/Shutterstock)

Reli tersebut terjadi setelah harga Bitcoin baru-baru ini turun di bawah 30 ribu dolar AS setelah terjadi aksi jual global dalam saham. Kondisi ini sempat memicu kekhawatiran bahwa harganya bisa jatuh lebih jauh.

“Saya pikir kami melihat periode akumulasi sekitar 29-30 ribu, menunjukkan bullish dan potensi pergerakan menuju 40 ribu dolar AS untuk Bitcoin,” kata Vijay Ayyar, kepala pengembangan bisnis di bursa cryptocurrency Luno.

Baca Juga: Polisi Malaysia Hancurkan Mesin Penambang Bitcoin Senilai Rp18 Miliar

3. Berita yang mempengaruhi cryptocurrency

Mulai Pulih, Harga Bitcoin Tembus US$39 RibuIlustrasi Bitcoin (ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic)

CEO Twitter Jack Dorsey, CEO Tesla Elon Musk dan CEO ARK Invest Cathie Wood baru-baru ini berbicara mengenai cryptocurrency dalam konferensi Bitcoin “The B-Word”. Dalam kesempatan itu, Musk mengatakan bahwa Tesla kemungkinan akan mulai menerima Bitcoin untuk pembelian kendaraan listriknya lagi karena sejumlah besar penambangan Bitcoin telah beralih ke energi terbarukan.

Sebelumnya pada Mei, Tesla menangguhkan pembelian kendaraan menggunakan Bitcoin karena kekhawatiran atas penggunaan bahan bakar fosil yang meningkat pesat untuk penambangan Bitcoin.

Penambangan atau mining Bitcoin adalah proses intensif energi untuk menciptakan koin baru, yang melibatkan pemecahan masalah matematika yang kompleks. Daya komputasi yang diperlukan untuk melakukannya juga menghabiskan banyak energi.

Menanggapi ini, Alex Brammer dari Luxor Mining, kumpulan cryptocurrency yang dibangun untuk penambang tingkat lanjut, mengatakan pembicaraan para tokoh itu memberi efek pada harga Bitcoin.

“Hari perdagangan China telah dibuka, dan pembicaraan Elon/Jack/Cathie sangat bullish,” katanya, menurut CNBC.

Berita baik lainnya untuk Bitcoin datang dari Amazon. Raksasa e-commerce yang didirikan Jeff Bezos ini sedang berupaya untuk menambahkan mata uang digital dan ahli blockchain ke tim pembayarannya, menandakan adanya minat dalam Bitcoin dan cryptocurrency lainnya.

“(Amazon) terinspirasi oleh inovasi yang terjadi di ruang cryptocurrency dan sedang mengeksplorasi seperti apa bentuknya di Amazon,” kata seorang juru bicara Amazon.

Baca Juga: Bukan Tiongkok, AS Jadi Pusat Penambangan Bitcoin Baru di Dunia

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya