OECD Sepakat Tarif Pajak Perusahaan Minimum Global 15 Persen

Negara surga pajak akan mengikuti aturan tersebut

Jakarta, IDN Times – Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pada Jumat (9/10/2021) mengumumkan terobosan besar dalam hal tarif pajak perusahaan. Setelah bertahun-tahun berdebat, akhirnya kelompok negara maju itu menyepakati tarif pajak perusahaan minimum global sebesar 15 persen.

OECD mengatakan bahwa lewat kesepakatan penting yang disetujui oleh 136 negara dan yurisdiksi yang mewakili lebih dari 90 persen produk domestik bruto (PDB) global itu, akan ada alokasi dana lebih dari 125 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dari keuntungan yang diperoleh dari sekitar 100 perusahaan multinasional (multinational enterprise/MNE) terbesar dan paling menguntungkan. Alokasi itu akan dialirkan ke negara-negara di seluruh dunia.

“Memastikan bahwa perusahaan-perusahaan ini membayar bagian pajak yang adil di mana pun mereka beroperasi dan menghasilkan keuntungan,” kata OECD dalam sebuah pernyataan, Jumat (8/10/2021).

Baca Juga: 130 Negara Dukung Pajak Minimum Global Perusahaan 15 Persen

1. Diharapkan berlaku pada 2023

OECD Sepakat Tarif Pajak Perusahaan Minimum Global 15 PersenIlustrasi dolar AS ( ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Terobosan itu disepakati setelah beberapa perubahan dibuat pada teks asli kesepakatan, terutama pernyataan bahwa tarif 15 persen tidak akan dinaikkan di masa depan, dan bahwa usaha kecil tidak akan terkena tarif baru.

Menurut CNBC, negara-negara tersebut sekarang harus mengerjakan beberapa detail penting lainnya dalam kesepakatan agar dapat diberlakukan pada 2023.

2. Isi kesepakatan

OECD Sepakat Tarif Pajak Perusahaan Minimum Global 15 Persenunsplash.com/Cory Woodward

Kesepakatan itu menandai pergeseran kebijakan pajak karena tidak hanya mengenakan tarif pajak perusahaan minimum, tetapi juga memaksa perusahaan untuk membayar pajak di tempat mereka beroperasi. Bukan hanya di tempat mereka berkantor pusat.

Ini berarti negara-negara surga pajak (yang memberikan tarif pajak yang lebih rendah), seperti Irlandia, harus mengikuti aturan baru tersebut. Sebelumnya Irlandia telah menentang keras rencana menaikkan tarif pajak perusahaan tersebut.

Hungaria, yang juga menentang kesepakatan pajak global, kini telah berubah pikiran setelah menerima jaminan akan ada periode implementasi yang panjang.

Baca Juga: Joe Biden Dapat Dukungan Global untuk Rombak Pajak Besar-Besaran

3. Tanggapan Menkeu AS

OECD Sepakat Tarif Pajak Perusahaan Minimum Global 15 PersenMenteri Keuangan AS Janet Yellen (Wikimedia/By Federalreserve - BKLM4457)

Menteri Keuangan (Menkeu) AS Janet Yellen mengatakan kesepakatan itu adalah pencapaian sekali dalam satu generasi untuk diplomasi ekonomi. Ia juga memuji negara-negara yang memutuskan untuk tidak lagi memberlakukan pajak rendah untuk menarik perusahaan ke negaranya.

Selain itu, Yellen juga menyatakan harapan bahwa Kongres akan menggunakan proses rekonsiliasi untuk segera menerapkan kesepakatan di AS.

“Pembuatan kebijakan pajak internasional adalah masalah yang kompleks, tetapi bahasa misterius dari perjanjian hari ini memungkiri betapa sederhana dan luasnya taruhannya: Ketika kesepakatan ini diberlakukan, orang Amerika akan menemukan ekonomi global tempat yang jauh lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan, mencari nafkah, atau skala bisnis,” kata Yellen dalam sebuah pernyataan. 

Topik:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya