Rupiah Ditutup Melemah 15 Poin meski Banyak Sentimen Positif

Rupiah melemah jadi Rp14.282 per dolar AS di awal September

Jakarta, IDN Times – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (1/9/2021).

Dikutip dari Bloomberg, rupiah melemah 15 poin atau 0,11 persen ke level Rp14.282 per dolar AS sore ini. Pada penutupan sebelumnya rupiah berada di level Rp14.267 per dolar.

Baca Juga: India Sedot Investasi Asing Rp327 Triliun Langsung dalam 3 Bulan

1. Rupiah dibuka menguat pagi tadi

Rupiah Ditutup Melemah 15 Poin meski Banyak Sentimen PositifIlustrasi Uang Rupiah (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Sebelumnya pada awal perdagangan pagi tadi, rupiah dibuka menguat tipis terhadap dolar. Dikutip dari Bloomberg, rupiah dibuka menguat 2 poin ke level Rp14.265 per dolar AS pagi ini. Pada penutupan sebelumnya rupiah berada di level Rp14.267 per dolar.

Rupiah juga tercatat bergerak makin menguat ke level Rp14.255 pada sekitar pukul 09:15 WIB. Rupiah sempat diprediksi akan terus menguat sepanjang hari ini dengan berbagai sentimen terkait kebijakan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed).

2. Faktor yang pengaruhi nilai rupiah

Rupiah Ditutup Melemah 15 Poin meski Banyak Sentimen PositifIlustrasi uang, rupiah (IDN Times/Shemi)

Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra menyebut ada banyak faktor yang mempengaruhi pergerakan rupiah. Salah satunya yaitu pernyataan The Fed soal kenaikan suku bunga.

“The Fed masih ingin mendapatkan konfirmasi dari data-data ekonomi AS terutama data tenaga kerja,” ujarnya.

Baca Juga: Sulit Simpan Uang? 5 Cara Menabung Unik yang Wajib Kamu Coba

3. Investor juga perhatikan data AS

Rupiah Ditutup Melemah 15 Poin meski Banyak Sentimen PositifIlustrasi Uang Rupiah (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Data tenaga kerja AS versi pemerintah yang akan dirilis Jumat malam juga menjadi perhatian investor. Ini menjadi acuan yang penting setelah semalam data survei tingkat keyakinan konsumen AS bulan Agustus dirilis lebih rendah dari ekspektasi.

“Penurunan data ini bisa dikaitkan dengan kasus COVID yang kembali tembus 100 ribu di AS. Hasil ini juga bisa menjadi faktor penekan dolar AS hari ini,” ujarnya.

Baca Juga: Faktor-Faktor Pendorong Rupiah Bisa Terus Menguat Hari Ini

Topik:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya