Comscore Tracker

Rupiah Ditutup Menguat Jelang Pelantikan Joe Biden jadi Presiden AS 

Ada banyak sentimen positif dari dalam dan luar negeri

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat pada perdagangan Rabu (20/1/2021), yaitu menguat 30 point ke level Rp14.035 dari penutupan hari sebelumnya di level Rp14.065.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah dipicu oleh hiruk-pikuk pergantian presiden yang sedang terjadi di Amerika Serikat (AS). Berbagai ketidakpastian yang terjadi hari ini di AS membuat nilai dolar melemah.

Baca Juga: 5 Poin Penting dari Sidang Konfirmasi Calon Menkeu AS Janet Yellen

1. Komentar calon Menkeu baru AS lemahkan dolar

Rupiah Ditutup Menguat Jelang Pelantikan Joe Biden jadi Presiden AS Janet Yellen (Wikimedia/By Federalreserve - BKLM4457)

Pelemahan dolar hari ini terjadi karena investor mencerna komentar dari calon Menteri Keuangan AS Janet Yellen, kata Ibrahim. Yellen telah menyerukan lebih banyak pengeluaran bantuan COVID-19, membantu mengangkat daya tarik logam kuning sebagai lindung nilai inflasi.

Yellen membuat komentar selama sidang konfirmasi Senat di hadapan Komite Keuangan Senat pada hari Selasa, dengan alasan bahwa manfaat ekonomi dari stimulus yang besar akan jauh lebih besar daripada risiko beban utang yang lebih tinggi.

“Yellen mengatakan dalam dengar pendapatnya bahwa pemotongan pajak yang diberlakukan pada 2017 untuk perusahaan besar harus dicabut,” jelas Ibrahim.

2. Investor fokus ke proposal paket stimulus AS

Rupiah Ditutup Menguat Jelang Pelantikan Joe Biden jadi Presiden AS Calon presiden Amerika Serikat dari Demokrat Joe Biden melambaikan tangan kepada wartawan sebelum masuk ke pesawat kampanye menjelang perjalanan menuju North Carolina, di Bandara Newscastle di Newcastle, Delaware, Amerika Serikat, Minggu (18/10/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Tom Brenner)

Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan menjalankan pergantian presiden pada Rabu, 20 Januari waktu setempat. Pada hari itu, Presiden terpilih Joe Biden akan dilantik menggantikan Donald Trump.

Meski belum dilantik, sebelumnya pada pekan lalu Biden telah mengumumkan proposal rencana pendanaan raksasa senilai 1,9 triliun dolar untuk membantu negara menghadapi dampak pandemik COVID-19. Ibrahim mengatakan investor fokus pada rencana tersebut saat ini.

“Presiden terpilih Joe Biden dan pemerintahannya mulai menjabat di kemudian hari, dengan investor fokus pada proposal paket stimulus 1,9 triliun dolar minggu sebelumnya untuk meningkatkan ekonomi dan mempercepat distribusi vaksin COVID-19,” jelasnya.

“Di depan COVID-19, jumlah kematian akibat virus di AS melampaui 401.000 dan jumlah kasus di negara itu mencapai 24 juta pada 20 Januari, menurut Universitas Johns Hopkins. Data tersebut juga menunjukkan bahwa jumlah kasus secara global telah mencapai 96 juta,” dia menambahkan.

Baca Juga: 5 Fakta Joe Biden, dari Senator Termuda hingga Jadi Presiden AS

3. Optimisme penanganan COVID-19

Rupiah Ditutup Menguat Jelang Pelantikan Joe Biden jadi Presiden AS Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 saat simulasi pelayanan vaksinasi di Puskesmas Kemaraya, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (18/12/2020). Simulasi tersebut dilaksanakan agar petugas kesehatan mengetahui proses penyuntikan vaksinasi COVID-19 yang direncanakan pada Maret 2021. (ANTARA FOTO/Jojon)

Dari dalam negeri, Ibrahim menyebut bahwa optimisme pemerintah dalam menangani pandemik telah turut menjadi angin segar bagi penguatan rupiah.

“Kondisi COVID-19 yang terus meningkat, membuat Pemerintah berencana memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Pulau Bali guna menekan laju penularan virus corona COVID-19. Tujuan dari pemerintah adalah agar COVID-19 bisa tertekan dan masyarakat secara berangsur-angsur mendapatkan vaksinasi sehingga penularan COVID-19 bisa dikendalikan,” jelasnya.

“Selain perpanjangan pengetatan PSBB, pemerintah juga terus melakukan stimulus berupa BLT sebesar Rp300 ribu yang sudah disalurkan, tujuannya untuk membantu masyarakat kembali beraktivitas dan masyarakat kembali percaya diri walaupun saat ini Indonesia dalam kondisi pandemik,” katanya.

Topic:

  • Rehia Sebayang
  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya