Comscore Tracker

Rupiah Keok Lawan Dolar AS di Penutupan Awal Pekan

Rupiah ditutup melemah ke level Rp14.110 per dolar AS

Jakarta, IDN Times – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin (18/10/2021).

Dikutip dari Bloomberg, rupiah melemah 36 poin atau 0,25 persen ke level Rp14.110 per dolar AS sore ini. Pada penutupan sebelumnya rupiah berada di level Rp14.074 per dolar.

Baca Juga: Begini Tips Memulai Investasi bagi Pemula  

1. Rupiah sebelumnya menguat di pembukaan

Rupiah Keok Lawan Dolar AS di Penutupan Awal PekanIlustrasi Dollar Dan Rupiah (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat pada pembukaan perdagangan pagi tadi.

Dikutip dari Bloomberg, rupiah dibuka menguat 14 poin ke level Rp14.060 per dolar AS pagi tadi. Pada penutupan sebelumnya rupiah berada di level Rp14.074 per dolar.

2. Faktor penguatan rupiah

Rupiah Keok Lawan Dolar AS di Penutupan Awal PekanIlustrasi Dollar Dan Rupiah (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra mengatakan penguatan rupiah pagi tadi didorong oleh membaiknya sentimen pasar terhadap risiko dengan kenaikan indeks saham global di akhir pekan kemarin.

Indeks saham global menguat didukung oleh membaiknya laporan pendapatan perusahaan terbaru.

“Ini mengindikasikan pemulihan ekonomi di tengah pandemi,” jelasnya.

Baca Juga: Presiden Prancis Ungkap Skema Investasi Ekonomi Hijau Senilai Rp429 T

3. Tapering bisa terjadi dalam waktu dekat

Rupiah Keok Lawan Dolar AS di Penutupan Awal PekanIlustrasi Dollar dan Rupiah (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Namun, Ariston menjelaskan bahwa pasar juga akan mewaspadai kenaikan yield obligasi pemerintah AS yang kembali mendekati 1,6 persen karena membaiknya data penjualan ritel AS yang dirilis akhir pekan lalu.

Ariston mengatakan bahwa kenaikan yield ini mengindikasikan antisipasi pasar terhadap kemungkinan pemberlakuan tapering dalam waktu dekat.

“Hal ini bisa mendorong penguatan dolar AS,” katanya.

Baca Juga: 3 Sektor Ini Bisa Terpukul akibat Tapering Off The Fed 

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya