Comscore Tracker

Rupiah Tak Bergerak, Ditutup ke Level Rp14.172 per Dolar AS

Rupiah diprediksi melemah di penutupan besok

Jakarta, IDN Times – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak berubah alias stagnan pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (28/10/2021).

Dikutip dari Bloomberg, rupiah tetap di level Rp14.172 per dolar AS sore ini. Pada penutupan sebelumnya di hari Rabu, rupiah juga berada di level Rp14.172 per dolar.

Baca Juga: Dogecoin Jadi Favorit Trader Crypto Indonesia

1. Faktor penggerak rupiah

Rupiah Tak Bergerak, Ditutup ke Level Rp14.172 per Dolar ASIlustrasi rupiah (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan rupiah sore ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya yakni karena investor sedang menunggu keputusan kebijakan Bank of Japan dan European Central Bank (ECB), yang akan dirilis di kemudian hari.

Ibrahim menyebut kedua bank sentral itu diperkirakan akan mempertahankan kebijakan tidak berubah dengan ECB kemungkinan akan mendorong kembali ekspektasi untuk kenaikan suku bunga pada tahun 2022. Mereka juga menunggu pertemuan kebijakan Federal Reserve AS pada 3 November untuk petunjuk lebih lanjut tentang garis waktu pengurangan aset.

“Keputusan kebijakan bank sentral menjadi sorotan,” ujarnya.

2. Faktor internal yang pengaruhi mata uang

Rupiah Tak Bergerak, Ditutup ke Level Rp14.172 per Dolar ASIlustrasi Dollar dan Rupiah (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Dari dalam negeri, Ibrahim menyebut bahwa Bank Indonesia (BI) memperkirakan tingkat inflasi pada Oktober 2021 akan mencapai 0,08 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).

Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Oktober 2021, perkembangan harga pada Oktober 2021 tetap terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,08 persen mtm. Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Oktober 2021 secara tahun kalender adalah sebesar 0,88 persen (year-to-date/ytd), dan secara tahunan sebesar 1,62 persen (year-on-year/yoy).

Selain itu, para ekonom memproyeksikan indeks harga konsumen (IHK) pada Oktober 2021 akan mengalami peningkatan atau inflasi. Sedangkan tingkat inflasi pada periode tersebut akan mencapai 0,12 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Secara tahunan, diperkirakan tingkat inflasi akan mencapai 1,66 persen (year-on-year/yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 1,60 persen yoy.

Sementara, inflasi inti diperkirakan meningkat menjadi 1,36 persen yoy, dari 1,30 persen yoy pada September 2021. Secara tahunan berjalan, tingkat inflasi akan mencapai 0,92 persen (year-to-date/ytd).

“Dengan perkembangan tersebut, peningkatan inflasi hingga akhir 2021 akan mencapai tingkat yang rendah, meski terjadi tekanan inflasi karena permintaan yang meningkat pada Kuartal Keempat 2021,” ujarnya.

Baca Juga: 7 Investasi Diri yang Bisa Kamu Lakukan Mulai dari Sekarang

3. Rupiah sempat melemah 30 poin

Rupiah Tak Bergerak, Ditutup ke Level Rp14.172 per Dolar ASIlustrasi Uang Rupiah (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Meski ditutup stagnan sore ini, Ibrahim menyebut rupiah sempat melemah tajam pada perdagangan hari ini, yakni melemah 30 poin.

Untuk perdagangan besok, Ibrahim menyebut mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah.

“Di rentang Rp14.150-Rp14.200,” katanya.

Baca Juga: BI Yakin The Fed Tak Akan Naikkan Suku Bunga Tahun Ini

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya