Comscore Tracker

Sebelum Membeli Dogecoin, Pertimbangkan 3 Hal Ini

Jangan asal ikut-ikutan beli, ya!

Jakarta, IDN Times – Dogecoin belakangan sering menjadi berita utama karena nilainya terus naik hingga mencapai rekor tertinggi baru. Kenaikan yang mencapai belasan ribu persen sepanjang 2021 ini pun tak jarang membuat orang tergiur untuk turut berinvestasi di koin digital (cryptocurrency) tersebut.

Namun, jika tertarik untuk ikut berinvestasi di mata uang digital bermaskot anjing Shiba Inu ini, jangan melakukannya hanya karena tergiur melihat banyak orang yang diuntungkan. Ada baiknya untuk mempertimbangkan tiga hal berikut sebelum menaruh uang di Dogecoin.

Baca Juga: Dogecoin VS Bitcoin, Mana yang Lebih Baik untuk Investasi?

1. Jangan berpikir nilainya akan terus naik

Sebelum Membeli Dogecoin, Pertimbangkan 3 Hal IniIlustrasi Investasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Nilai Dogecoin telah naik lebih dari 12 ribu persen sepanjang tahun ini. Namun demikian, meski harga Dogecoin sudah tinggi, masih banyak investor yang melakukan pembelian dengan harapan nilainya akan terus naik.

Sayangnya, ahli mengatakan pemikiran ini bisa menyesatkan karena bagaimanapun ada ancaman terjadinya gelembung (bubble) investasi Dogecoin. Bubble adalah kondisi ketika harga suatu barang jatuh jauh melebihi nilai aslinya.

“Orang-orang membeli aset bahkan ketika mereka tahu bahwa aset itu dinilai terlalu tinggi, karena mereka memperkirakan harga akan naik lebih tinggi,” kata Bruce Mizrach, seorang profesor ekonomi di Sekolah Seni dan Sains Rutgers.

“Mereka semua percaya bahwa mereka bisa keluar sebelum gelembung itu jatuh,” tambahnya, mengutip CNBC, Sabtu (8/5/2021).

Kent Baker, seorang profesor keuangan di American University juga memberikan peringatan yang sama. “Pada saat sebagian besar investor individu memasuki investasi yang meningkat, seringkali sudah terlambat,” katanya.

2. Jangan FOMO

Sebelum Membeli Dogecoin, Pertimbangkan 3 Hal IniIlustrasi investasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Ada banyak sekali kisah orang-orang yang tiba-tiba menjadi jutawan berkat berinvestasi di Dogecoin. Mereka bisa membeli rumah, mobil mewah dan lainnya dari keuntungan berinvestasi di Dogecoin. Hal ini jelas menimbulkan rasa takut ketinggalan atau Fear of Missing Out (FoMO) pada banyak orang.

Salah satu bentuk FoMO ini yaitu ikut berinvestasi tanpa mengetahui banyak hal dari instrumen investasinya, dalam hal ini Dogecoin. Singkatnya, orang hanya ikut-ikutan apa yang dilakukan banyak orang karena mereka percaya pada apa yang dilakukan orang lain.

“Investor sering menjadi mangsa bias sosial dari ikut-ikutan,” kata Baker.

Baca Juga: Mengenal Dogecoin, Cryptocurrency Populer selain Bitcoin

3. Aset digital sulit dipahami

Sebelum Membeli Dogecoin, Pertimbangkan 3 Hal IniIlustrasi Aset (IDN Times/Mardya Shakti)

Mencoba memahami penilaian fundamental aset digital sangat rumit, kata Mizrach. Ini karena berinvestasi di aset digital tidak seperti berinvestasi di saham perusahaan yang bisa memberikan rasio harga terhadap pendapatan, yang memberi tahu jumlah yang bersedia dibayar investor untuk perusahaan untuk setiap dolar dari pendapatannya.

Angka itu dapat membantu menentukan apakah sebuah perusahaan sudah over atau undervalued.

“Kenaikan cryptocurrency mengingatkan pada tahap awal gelembung internet dengan investor mencoba mengevaluasi saham tanpa pendapatan,” kata Mizrach.

Di sisi lain, mengingat jenis investasi di cryptocurrency adalah hal baru, ada juga kebingungan tentang cara membeli dan menjual cryptocurrency, cara menjaga token agar aman dari kerugian dan peretas, serta cara kerja pajak.

Mempertimbangkan semua ketidakpastian ini, para ahli mengatakan orang tidak boleh berinvestasi lebih banyak pada Dogecoin kecuali mereka siap kehilangan investasinya.

“Tidak ada makan siang gratis dalam berinvestasi--pengembalian yang diharapkan lebih tinggi datang dengan risiko yang diharapkan lebih tinggi,” kata Baker. “Harga cryptocurrency sangat tidak stabil, yang berarti sangat berisiko.”

Baca Juga: SpaceX Bakal Menerima Dogecoin sebagai Alat Pembayaran

Topic:

  • Rehia Sebayang
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya