Comscore Tracker

SEC Perketat Aturan untuk Perusahaan Tiongkok yang IPO di AS

Ini diumumkan setelah Tiongkok meluncurkan tindakan keras

Jakarta, IDN Times – Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat (AS) pada Jumat (30/7/2021) mengatakan bahwa pihaknya akan meminta pengungkapan tambahan dari perusahaan-perusahaan Tiongkok yang berniat mendaftar (IPO) di bursa saham AS.

Pengumuman itu disampaikan setelah Tiongkok meluncurkan tindakan keras yang intensif terhadap penerbitan saham di luar negeri.

“Mengingat perkembangan terakhir di Tiongkok dan risiko keseluruhan dengan struktur [entitas kepentingan variabel] yang berbasis di Tiongkok, saya telah meminta staf untuk mencari pengungkapan tertentu dari emiten luar negeri yang terkait dengan perusahaan yang beroperasi yang berbasis di Tiongkok sebelum pernyataan pendaftaran mereka diumumkan efektif,” kata Ketua SEC Gary Gensler dalam sebuah pernyataan, menurut CNBC.

Baca Juga: Setelah Denda Alibaba, Tiongkok Beri Peringatan untuk Sektor Teknologi

1. Struktur entitas kepentingan variabel

SEC Perketat Aturan untuk Perusahaan Tiongkok yang IPO di ASIDN Times/Dwifantya Aquina

Entitas kepentingan variabel adalah struktur yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar Tiongkok, dari Alibaba hingga JD.com, untuk go public di AS sambil menghindari pengawasan dari Tiongkok karena negara tersebut tidak mengizinkan kepemilikan asing langsung dalam banyak kasus.

Entitas kepentingan variabel ini memungkinkan perusahaan yang beroperasi yang berbasis di Tiongkok untuk mendirikan perusahaan cangkang lepas pantai di yurisdiksi lain dan menerbitkan saham kepada pemegang saham publik.

2. Kekhawatiran AS

SEC Perketat Aturan untuk Perusahaan Tiongkok yang IPO di ASunsplash.com/AustinDistel

Gensler mengatakan dia khawatir bahwa rata-rata investor mungkin tidak menyadari bahwa mereka memegang saham di perusahaan cangkang, bukan di perusahaan yang beroperasi yang berbasis di Tiongkok.

Oleh karenanya SEC akan meminta perusahaan Tiongkok untuk membedakan dengan jelas layanan manajemen perusahaan cangkang dari perusahaan yang beroperasi, sambil menyatakan risiko apa pun dari tindakan pemerintah Tiongkok di masa depan.

Baca Juga: Mantan Staf Gedung Putih Jadi Kepala Kebijakan Bursa Cryptocurrency

3. Tiongkok telah meningkatkan pengawasan

SEC Perketat Aturan untuk Perusahaan Tiongkok yang IPO di ASAnggota staf Tiongkok menyesuaikan bendera Amerika Serikat dan Tiongkok sebelum sesi pembukaan negosiasi dagang antara perwakilan dagang Amerika Serikat dan Tiongkok di Diaoyutai State Guesthouse di Beijing, Tiongkok, pada 14 Februari 2019. ANTARA FOTO/Mark Schiefelbein/Pool via REUTERS/File Photo

Langkah itu dilakukan ketika Tiongkok meningkatkan pengawasannya terhadap banyak perusahaan asal negaranya yang mendaftar di AS. Perusahaan berbagi kendaraan Didi menjadi korban terbaru dari tindakan keras tersebut. Sahamnya jatuh hampir 30 persen bulan ini setelah Tiongkok mengumumkan penyelidikan keamanan siber dan menangguhkan pendaftaran pengguna baru.

Ketegangan antara kedua negara ini bisa menjadi pukulan besar bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok, yang telah berniat mendaftar di New York dalam beberapa tahun terakhir. Data dari Renaissance Capital menunjukkan bahwa pada 2020, 30 IPO yang berbasis di Tiongkok di AS mengumpulkan modal terbanyak sejak 2014.

Setidaknya ada 248 perusahaan Tiongkok yang terdaftar di tiga bursa utama AS dengan total kapitalisasi pasar 2,1 triliun dolar AS, menurut Komisi Peninjauan Ekonomi dan Keamanan AS-Tiongkok. Ada delapan perusahaan milik negara Tiongkok tingkat nasional yang terdaftar di AS.

Baca Juga: Tiongkok-AS Belum Sepakat Soal Perjanjian Dagang 

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya