Comscore Tracker

Tiongkok Perketat Regulasi Perusahaan Internet, Ini Reaksi CEO Alibaba

CEO Alibaba Daniel Zhang dukung draf aturan baru Tiongkok

Jakarta, IDN Times – Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar (Administration for Market Regulations), regulator pasar utama Tiongkok, mengeluarkan pedoman yang diklaim bertujuan untuk mencegah monopoli internet terjadi pada awal November lalu.

Pedoman yang masih dalam bentuk draf itu diterbitkan di situs lembaga tersebut pada 10 November 2020. Mereka mengunggah draf itu untuk meminta pendapat publik tentang draf tersebut, hingga akhir bulan ini. Mereka juga menyambut baik saran untuk revisi, kata lembaga itu.

Pada saat baru diterbitkan, draf tersebut membuat takut investor dan menyebabkan saham-saham teknologi Tiongkok berguguran di bursa, mencatatkan kerugian hingga 250 miliar dolar AS. Namun, baru-baru ini draf tersebut mendapat dukungan dari salah satu perusahaan terbesar di Tiongkok, Alibaba.

Baca Juga: Jokowi: Alibaba dan Microsoft Tertarik Bangun Pusat Data di Indonesia

1. Dukungan Alibaba

Tiongkok Perketat Regulasi Perusahaan Internet, Ini Reaksi CEO AlibabaDaniel Zhang, CEO Alibaba (Website/alizila.com)

CEO Alibaba Daniel Zhang menyampaikan dukungannya untuk draf aturan tersebut pada Senin (23/11/2020). Zhang menyebut rencana regulator Tiongkok untuk memperketat pembatasan pada perusahaan internet, sebagai langkah yang tepat waktu dan perlu dilakukan.

Zhang juga mengaku menyambut lebih banyak regulasi, dan menekankan bahwa ekonomi digital Tiongkok sejauh ini dapat berkembang dan berinovasi dengan cepat, berkat kebijakan pemerintah.

“Pejabat China merencanakan kebijakan dan peraturan baru untuk memastikan platform online negara berkembang secara tertib dan sehat,” kata Zhang di Konferensi Internet Dunia Tiongkok, Senin, 23 November 2020, menurut kantor berita Xinhua, sebagaimana dikutip dari CNN. “Kami yakin ini sangat tepat waktu dan perlu,” katanya.

“Saat industri internet China terus berkembang, banyak masalah dan tantangan baru pasti akan muncul, dan pemerintah perlu mengelolanya dengan kebijakan dan peraturan yang mengikuti perkembangan zaman,” sambung Zhang. 

Saham Alibaba yang diperdagangkan di Hong Kong ditutup naik hampir 5 persen setelah pidato Zhang.

2. Perubahan aturan dalam draf

Tiongkok Perketat Regulasi Perusahaan Internet, Ini Reaksi CEO AlibabaAlibaba (Website/forbes.com/Gilles Sabrie/Bloomberg)

Menurut analis dari perusahaan pialang Morningstar, Dan Baker, draf pedoman itu memuat beberapa perilaku monopoli segera menjadi ilegal, seperti menuntut para pedagang untuk hanya memilih satu platform online, menjual di bawah biaya dan tindakan diskriminasi harga untuk konsumen berdasarkan analisis data. 

“Efek finansial akan bergantung pada penegakan hukum berikutnya, tetapi kami yakin ... Alibaba mewarisi eksposur operasional yang lebih negatif terhadap aturan antitrust, dibandingkan dengan JD dan Tencent,” tulis Baker dalam sebuah catatan awal bulan ini.

3. Aturan Tiongkok pernah dikritik pendiri Alibaba

Tiongkok Perketat Regulasi Perusahaan Internet, Ini Reaksi CEO AlibabaJack Ma (ANTARA FOTO/INASGOC/Wahyudin)

Meski aturan itu mendapat dukungan Alibaba di bawah Zhang, namun ternyata pendiri awal perusahaan itu, Jack Ma, pernah secara terbuka mengkritik aturan pemerintah sebulan sebelumnya.

Aturan yang dikritik Ma itu adalah rancangan peraturan untuk perusahaan pemberi pinjaman konsumen online seperti Ant. Peraturan yang diusulkan, termasuk membatasi pinjaman kepada peminjam perorangan sebesar 300.000 yuan, dan mewajibkan Ant mendanai 30 persen dari pinjaman apa pun yang dipinjamkannya bersama dengan bank.

Saat ini, Ant hanya perlu menyediakan 2 persen dana jika memberikan pinjaman bersama bank, menurut catatan dari Fitch Ratings, Minggu, 22 November 2020.

“Langkah tersebut merupakan bagian dari penguatan pendekatan regulasi pemerintah terhadap konglomerat internet besar,” tulis analis Fitch. “Ini menunjukkan perhatian di antara regulator tentang risiko yang ditimbulkan oleh perusahaan seperti Ant,”

Atas dasar itu, Ma secara terbuka mengkritik regulator Tiongkok karena dianggap membuat aturan yang menghambat inovasi, dan mengecam bank-bank negara itu lantaran memiliki mentalitas pegadaian.

Sebagai tanggapan atas komentar Ma, regulator Tiongkok menghentikan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) Ant Group yang sangat dinantikan. Ant Group merupakan perusahaan teknologi keuangan yang berafiliasi dengan Alibaba dan dikendalikan Ma. IPO perusahaan itu telah digadang-gadang sebagai yang terbesar dalam sejarah.

Baca Juga: 7 Kejutan yang Menanti di Festival Belanja 11.11 Alibaba Group

Topic:

  • Rehia Sebayang
  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya